Miranti, Yang Nadia
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembelajaran Bahasa Kedua (Mandarin-HSK 3) Berbasis Mobile Learning Miranti, Yang Nadia; Setyosari, Punaji; Ulfa, Saida
Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.836 KB) | DOI: 10.17977/um031v3i12016p101

Abstract

Abstrak: Bahasa Mandarin sudah menjadi bahasa internasional kedua setelah Bahasa Inggris. Perkembangan bahasa Mandarin yang sangat pesat menjadikan pemerintah Tiongkok membuat standar tes bagi penutur bahasa Mandarin yang bukan penutur asli, tes ini dinamakan tes HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi). HSK adalah tes kemampuan bahasa Mandarin yang berstandar internasional, yang terdiri dari level 1 sampai level 6, dan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Tiongkok. Perkembangan teknologi memainkan peran penting bagi siswa yang memiliki kekhususan. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mengakomodir kebutuhan siswa pembelajar bahasa kedua serta mengukur efektivitas penggunaan media dalam proses pembelajaran untuk mengetahui kelayakan produk pengembangan multimedia pembelajaran. Jenis penelitian adalah pengembangan mutimedia pembelajaran dengan model Lee & Owen. Subjek penelitian adalah siswa kelompok peminatan sastra mandarin fakultas ilmu budaya Universitas Brawijaya. Hasil pengembangan produk yaitu multimedia pembelajaran berbasis Mobile yang berisi materi Kosa Kata Hanyu Shuiping Kaoshi level 3 (HSK 3). Media yang dikembangkan dirancang sebagai media pembelajaran offline dan untuk mendapatkan software multimedia pembelajaran ini dapat diunduh di Play Store. Hasil Validasi ahli materi dan ahli desain media menunjukkan kriteria sangat layak. Hasil tanggapan siswa perorangan, kelompok kecil dan kelompok besar menunjukkan kriteria sangat efektif.Abstract: Mandarin has become the second international language after English. The rapid development of Mandarin language has made the Chinese government standardized tests for Chinese speakers who are not native speakers, this test is called the HSK test (Hanyu Shuiping Kaoshi). HSK is an international standard Chinese language proficiency test, which consists of level 1 to level 6, and is organized by the Chinese Education Service. Technological developments play an important role for students who have specificity. The purpose of this development is to accommodate the needs of students of second language learners and measure the effectiveness of media use in the learning process to determine the feasibility of learning multimedia development products. This type of research is the development of multimedia learning with the Lee & Owen model. The research subjects were students of the literary interest group of the UB Faculty of Cultural Sciences. The results of product development are Mobile-based multimedia learning to contain the Kosa word Hanyu Shuiping Kaoshi Level 3 (HSK 3) material. The developed media was designed as an offline learning media and to obtain multimedia learning software, it can be downloaded on the Play Store. The results of the validation of material experts and media design experts show that the criteria are very feasible. The results of responses of individual students, small groups and large groups showed very effective criteria.
Analisis Pelanggaran Maksim Grice Dan Dinamika Hubungan Dalam Film Animasi Link Click (时光代理人) Latifah, Leyla; Metta, Eunike Enja Padma; Miranti, Yang Nadia
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.2.18654

Abstract

Penelitian ini menganalisis pelanggaran Maksim Grice dalam percakapan dan dampaknya terhadap dinamika hubungan dalam donghua Link Click (时光代理人). Latar belakangnya adalah fenomena penyimpangan komunikasi yang disengaja dalam media naratif untuk membangun karakter dan alur. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, transkripsi dialog, dan koding, dilanjutkan analisis pragmatik berdasarkan teori Maksim Grice. Hasil penelitian mengidentifikasi 20 data pelanggaran, dengan Maksim Relevansi sebagai yang paling dominan. Analisis implikatur menunjukkan pola kontras: Lu Guang konsisten melanggar Maksim Relevansi dan Kualitas sebagai strategi pengendalian informasi dan emosi untuk menjaga fokus misi, sementara pelanggaran Cheng Xiaoshi terhadap Maksim Kuantitas dan Cara didorong oleh impulsivitas emosional dan empati. Simpulannya, pelanggaran Maksim Grice berfungsi sebagai mekanisme naratif yang efektif untuk membangun dinamika hubungan sinergis namun tidak stabil antara kedua karakter utama, di mana kontras antara rasionalitas dan emosionalitas menjadi penggerak perkembangan karakter dan ketegangan cerita.
A Tan, Patricia Giovanni; Celavia, Tita Rally; Miranti, Yang Nadia
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.2.18662

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menginformasikan tentang bagaimana metode sosiolinguistik dapat menganalisis tokoh dalam drama China “Always Home”. Drama China sebagai salah satu hiburan layar kaca yang beberapa tahun terakhir telah naik ke kancah internasional, telah berhasil menarik perhatian berbagai kalangan dari berbagai negara, salah satunya adalah Drama China “Always Home” yang berhasil menarik perhatian publik. Analisis sosiolinguistik dalam drama dapat membantu memahami bahwa bahasa dalam drama bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk membangun karakter tokoh dalam drama, dan menciptakan interaksi sosial yang nyata, agar pesan yang ada dalam drama dapat tersampaikan dan diterapkan oleh penonton.
Teori Tindak Tutur Film “Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河)” Fahreiva, Siti Khadijah; Chatrine, Chatrine; Miranti, Yang Nadia
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.2.18667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi tindak tutur yang terdapat dalam film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河), yaitu film Tiongkok yang mengangkat isu sosial tentang perundungan, trauma psikologis, serta perjuangan remaja dalam menghadapi tekanan keluarga dan lingkungan sekolah. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak tutur yang dikemukakan oleh John R. Searle, yang membagi tindak tutur menjadi lima jenis, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, yang berfokus pada analisis percakapan tokoh utama untuk mengungkap makna dan fungsi yang mengungkapkan ucapan sebagai tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dan direktif merupakan jenis yang paling dominan dalam film tersebut. Dominasi kedua jenis tindak tutur ini mencerminkan kondisi emosional para tokoh yang mengalami tekanan sosial dan konflik batin, sekaligus menggambarkan cara mereka mengekspresikan perasaan serta memengaruhi tindakan orang lain. Melalui analisis ini, dapat dipahami bahwa bahasa dalam film Cry Me a Sad River (悲伤逆流成河) tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media penyampaian emosi, kekuasaan, dan bentuk perlawanan sosial dalam kehidupan remaja Tiongkok zaman sekarang.
Analisis Simbolisme dalam Film Big Fish and Begonia Choirrizqa, Naila; Juliawan, Hanif Dwi; Miranti, Yang Nadia
CHANGLUN: Chinese Language, Literature, Culture and Linguistic Vol 4 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.changlun.2025.4.2.18674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman simbolisme dan implikatur yangterkandung dalam film animasi Big Fish and Begonia “大鱼海棠” (2016) karya Liang Xuan dan ZhangChun. Film ini diangkat dari mitologi Tiongkok kuno yang menggambarkan hubungan antara manusia,alam, dan dunia roh. Dengan menunjukan simbolisme laut dan ikan besar sebagai representasi jiwamanusia, serta bagaimana implikatur muncul dalam percakapan antar tokoh. Penelitian menggunakanpendekatan kualitatif dengan teori semiotika Roland Barthes sebagai landasan analisis, terutamamelalui konsep denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap dialog,karakter, warna serta adegan dalam film yang mengandung makna tersirat dan simbolis. Hasil analisismenunjukkan bahwa film ini, secara keseluruhan, tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi jugamengandung pesan filosofis yang mendalam tentang harmoni manusia dan alam. Penelitian inidiharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian linguistik terapan dan sastra melaluipemahaman simbolisme dan implikatur dalam karya film animasi Tiongkok.