Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hipertensi Masa Kini dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat Lakhsmi, Bety Semara; Yudyawati, Annisa Intan
Sanus Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/sanus.v1i1.6606

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah secara menetap. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila tekanan darah sistol di atas 140 dan diastole di atas 90 mmHg. Hipertensi dibedakan menjadi dua macam, yaitu hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder. Hipertensi dipicu oleh beberapa faktor risiko, seperti seperti umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, genetik (faktor risiko yang tidak dapat diubah/dikontrol), kebiasaan merokok, konsumsi garam, konsumsi lemak jenuh, penggunaan jelantah, kebiasaan konsumsi minum – minuman beralkohol, obesitas, kurang aktivitas fisik, stres, serta penggunaan estrogen.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Stres Kerja Pada Perawat Instalasi Rawat Inap RSUD Indramayu Hasanah, Uswatun; Amalia, Dina Tri; Lakhsmi, Bety Semara; Susanto, Joko; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55975

Abstract

Stres kerja pada perawat dapat menyebabkan perawat menjadi penurunan produktivitas, tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi stres kerja pada perawat instalasi rawat inap RSUD Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan sampel 70 orang perawat ruang rawat inap. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan dua kuesioner Expanded Nursing Stres Scale (ENSS) dan Self Reporting Questionnaire 20 (SRQ-20). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat dengan jenis kelamin perempuan, usia 31-41 tahun, telah menikah, tingkat pendidikan terakhir Ners, memperoleh 3-5 juta setiap bulan, sebagian besar masa kerja > 10 tahun, dan perawat paling banyak bekerja di unit rawat inap VIP. Sebanyak 13 perawat mengalami gejala stres, stresor kerja ringan, terdapat hubungan antara unit rawat inap dengan gejala stres memperoleh nilai p=0,020, penghasilan dengan stresor kerja terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p=0,028, ketidakjelasan pengobatan memperoleh nilai rerata tertinggi yaitu 8,31, dengan nilai rerata butir pertanyaan tertinggi yaitu Dokter tidak ada pada saat terjadi situasi darurat medis. Oleh karena itu, peneliti memberikan saran bagi perawat, RSUD Indramayu, dan penelitian selanjutnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kinerja perawat.