Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : AUSTENIT

ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT DENGAN MEDIA AIR GARAM TERHADAP PENINGKATAN KEKERASAN PADA MATERIAL CUTTER MILLING HSS Novarika, Wirda
AUSTENIT Vol. 5 No. 2 (2013): AUSTENIT: Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.683 KB)

Abstract

HSS (High Speed Steel) merupakan baja paduan tinggi dengan unsur paduan utama karbon(C), tungsten (W), vanadium (V), molybdenum (Mo),kromium (Cr) ataupun kobalt (Co). Salah satu upaya untuk meningkatkan kekerasan, ketahanan aus dan kekuatan baja dapat dilakukan dengan proses pengerasan termal, pada proses ini baja mengalami beberapa tahap proses yaitu: pemanasan awal, pemanasan lanjut, penahanan waktu pada suhu stabil, dan pendinginan. Kekerasan yang dapat dicapai tergantung pada kadar karbon dalam logam baja dan unsur lainya dalam baja, temperatur pemanasan, holding time dan laju pendinginan yang dilakukan saat proses  laku  panas. Perlu dipahami pada proses pengerasan baja, bahan yang diproses rentan akan kejadian yang tidak kita inginkan, seperti distorsi, retak ataupun tidak tercapainya kekerasan yang kita inginkan Pada data hasil pengujian kekerasan ini menunjukkan bahwa pada specimen uji yang mengalami proses heat treatment mempunyai sifat mekanis keuletan lebih baik dari specimen uji tanpa perlakuan heat treatment, untuk hasil yang lebih stabil pada setiap no specimen pendinginan media air garam 10% mengalami peningkatan kekerasan yang lebih stabil yaitu specimen 1: 21,95 %, specimen 2:23,11%, specimen 3: 22,90%, dengan media air garam 8% specimen 1: 15,06 %, specimen 2:15,23,11%, specimen 3: 25,32% sedangkan media air garam 6% untuk specimen 1:22.91%, 2 :13,64%, 3: 13,19%. Specimen uji mengalami peningkatan kekerasan yang cukup signifikan dengan proses heat treatment pada temperatur 8500 C dan ditahan selama 30 menit. Penggunaan media air garam 10% yang mengalami peningkatan kekerasan yang lebih stabil dan mempunyai cooling capacity yang tinggi sekali jika dibandingkan dengan media air garam 8% dan 6%.
BIOGAS SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA STEAM POWER PLANT (Uji Kinerja Biogas Sebagai Bahan Bakar Pada Boiler) Novarika, Wirda; Iskandar, Iskandar; Azharuddin, Azharuddin; Taroma, Steffi Monic
AUSTENIT Vol. 6 No. 1 (2014): AUSTENIT: April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.386 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kinerja biogas sebagai bahan bakar untuk keperluan steam power plant. Dalam penelitian ini biogas digunakan sebagai bahan bakar pada boiler skala laboratorium. Untuk mengetahui kinerja bahan bakar sesuai kebutuhan, langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengadakan analisa neraca massa dan energi pada boiler dan menentukan efisiensi thermal untuk masing-masing kondisi operasi steam power plant pada tingkat tekanan yaitu 10 bar, 20 bar dan 30 bar. Dengan setiap tingkat tekanan tersebut dianalisa efisiensi thermal yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan didapatkan efisiensi thermal pada 10 bar 61,25 %, 20 bar 67,89 % dan 30 bar 79,74 % sehingga dapat diketahui bahwa biogas mampu mencapai tekanan hingga 30 bar dan dari setiap tingkat tekanan efisiensi thermal tertinggi pada tekanan 30 bar.  
PENGARUH PARAMETER PROSES RAPID PROTOTYPING DENGAN TEKNOLOGI STEREOLITHOGRAPHY TERHADAP KEKERASAN SPESIMEN UJI Novarika, Wirda; Ginting, Muchtar; Sani, Almadora Anwar; Astra, Dicki
AUSTENIT Vol. 11 No. 2 (2019): AUSTENIT: Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.101 KB)

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekerasan material resin spesimen roda gigi dengan menggunakan prameter berbeda. Pada proses pengujian ini penguji menggunakan alat uji kekerasan Brinnel (HB / BHN), yang menggunakan indentor bola baja ⌀5 mm dan P(Kg) 250 Kg. Hasil dari pengujian ini didapatkan bahwa pengaruh prameter Exposure Time berpengaruh terhadap kekerasan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara Studi Literatur, observasi dan Konsultasi. Dalam pengolahan data penelitian ini menggunakan metode analisis Statistical Anova.
DISAIN ALAT PENEPAT PENGELASAN KIT PEMADAM KEBAKARAN Wilza, Romi; Novarika, Wirda; Rasid, M.; Herlambang, Yusuf Dewantoro; Arifin, Fatahul; Ikbal, Muhammad; Hadi, Kms. M.
AUSTENIT Vol. 14 No. 1 (2022): AUSTENIT: April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/austenit.v14i1.4397

Abstract

Fire is a disaster that no one wants. Fires can occur anytime and anywhere, one of which is offices, buildings, warehouses, and even forests. Fires in buildings can cause losses in both material and non-material properties. To extinguish the fire, you need supporting equipment, for example a Fire Extinguisher Kit (FEK), which is a fire hose reel. To produce this tool, a production aid is needed in terms of gripping the workpiece that will be used as a fire fighting kit product. Fire Hose Reel production aids are production workpiece holder tools that are used in order to make accurate doubling of components to get good work results in production, of course there should be compatibility in terms of the position of the workpiece with the machine used. The fixing device is used which is designed to position, hold, and support each part so every welding performed is within the specified limits. In the process of designing and manufacturing, this Welding Tool for Production of FEK uses software to calculate the load that these production aids can withstand and for the manufacturing process tools such as cutting grinders, drilling machines and other bench work tools are used. This tool can withstand the weight of objects up to 50 kg. with a deflection of 0.055 mm.