Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PENGOLAHAN OLI BEKAS MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DIESEL DENGAN PERLAKUAN PANAS Pratomo, Yudi; ., Azharuddin; Sani, Almadora Anwar
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 1 No. 1 (2020): Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.487 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4540898

Abstract

Oli bekas merupakan golongan limbah B3. Dengan jumlah yang banyak setiap harinya sangat baik jika dapat diolah menjadi bahan yang dapat digunakan. Tugas Akhir ini bertujuan untuk membuat alat mengolah limbah oli bekas menjadi bahan bakar cair dengan menggunakan perlakuan panas atau metode pirolisis. Metode pirolisis dilakukan pemanasan dengan sedikit oksigen atau reagen lainnya dimana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pengujian dilakukan agar dapat mengetahui kinerja alat tersebut untuk mendapatkan jumlah bahan bakar cair yang dihasilkan beserta karakteristiknya. Pada penelitian ini limbah oli bekas akan dipanaskan dari suhu 30 ᵒC hingga suhu maksimal 350 ᵒC dengan rentang waktu hingga bahan oli bekas habis. Bahan bakar cair yang dihasilkanakan di uji untuk mengetahui karakteristiknya. Pada pengujian kinerja alat didapat suhu penguapan bahan bakar adalah 270 ᵒC dan suhu maksimal hingga 345 ᵒC selama 106 menit. Hasil Bahan bakar cair terdiri dari 2 jenis yaitu bahan bakar A sebanyak 1.3 liter dan bahan bakar B sebanyak 1.7 liter. Bahan Bakar A digunakan dalam pengujian karakteristik karena lebih mudah terbakar dibandingkan bahan bakar B. Bahan bakar A memiliki nilai karakteristik yang berbeda dengan bahan bakar diesel lainnya perbedaan terdapat pada nilai kadar air dan titik nyala. Kadar air yang dimiliki bahan bakar A sangat jauh melebihi batas standar pertamina yang berada pada angka dibawah 1% sedangkan bahan bakar A memiliki kadar air yang tinggi yaitu 20,5632 %. Untuk titik nyala bahan bakar A jauh lebih rendah dari bahan bakar lainnya yaitu 34,3°C. Kata Kunci: Oli bekas, pirolisis, bahan bakar diesel.
PENGARUH KATALIS (NaOH) DALAM PROSES SERTA HASIL PENGOLAHAN OLI BEKAS MENJADI BAHAN BAKAR CAIR (BBC) Rahmaddy, Muhammad Rizky; ., Azharuddin; Sani, Almadora Anwar
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 2 No. 1 (2021): Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.906 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.4748501

Abstract

Penggunaan minyak pelumas yang semakin meningkat tiap tahunnya, maka limbah yang dihasilkan juga akan semakin meningkat. Berdasarkan kriteria limbah yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup, oli bekas termasuk kategori limbah B3. Meski oli bekas masih bisa dimanfaatkan, bila tidak dikelola dengan baik, ia bisa membahayakan lingkungan. Di lain pihak ketergantungan terhadap minyak bumi pada waktu yang sama akan terus meningkat akibat pertambahan penduduk dan kegiatan industri dan pembangunan. Akibat dari hal ini adalah harga energi yang semakin tinggi dan pasokan minyak yang menurun. Proses dalam penelitian ini adalah mengolah limbah oli bekas tersebut dengan metode perlakuan panas dan membandingkan hasil serta proses pengolahan limbah oli bekas dengan menggunakan katalis dan tanpa menggunakan katalis. Kemudian diuji sampel hasilnya dan dibandingkan dengan standar bahan bakar yang sudah ada. Katalis terbukti mempengaruhi proses serta hasil yang dihasilkan pada proses pengolahan oli bekas. Dapat dilihat pada pembahasan proses dengan menggunakan katalis lebih cepat menghasilkan produk minyak ketimbang dari proses tanpa menggunakan katalis, dan juga produk yang dihasilkan pada proses menggunakan katalis lebih banyak dan lebih bagus kualitasnya daripada produk yang dihasilkan tanpa menggunakan katalis. Disitu membuktikan bahwa fungsi katalis bekerja dengan baik yaitu sebagai pemercepat laju reaksi dan meningkatkan hasil reaksi yang dikehendaki.
PENGARUH VARIASI MATERIAL MATA PAHAT ENDMILL TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN RESIN PADA CNC ROUTER 3018 Andhika, Muhammad; Ismail, Iskandar; Sani, Almadora Anwar; Tafrant, Dodi
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 4 No. 2 (2023): Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8049203

Abstract

The purpose of this study is to find out what chisel is the best for cutting acrylic resin and evaluate which one is the best, which can be seen from the surface roughness value obtained through the cutting process. The workpiece materials used in this study are acrylic resins and various types of chisels, namely HSS, carbide and tungsten, Because the chisel has different characteristic properties, so it can be used as a comparison. For the next process, the workpiece is fed three times with a spindle kec of 1000 rpm and a cut kec of 400 mm / minute and a feeding depth of 0.5 mm. It can be concluded that the surface roughness data of the workpiece, the value of the surface roughness of the workpiece of acrylic resin is averaged from the smoothest to the roughest, namely HSS, tungsten chisel, and the roughest carbide. The average roughness value of the HSS chisel is 0.751 μm and the average roughness value of the tungsten chisel is 1.578 μm and the roughness value of the carbide chisel is 1.768 μm.
[SKRIPSI] PENGARUH WAKTU TAHAN, TEMPERATUR, DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP PELEBURAN LIMBAH ALUMINIUM DENGAN METODE GRAVITY DIE CASTING Satria, Darma; Gunawan, Indra; Sani, Almadora Anwar
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2024): Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10729894

Abstract

Aluminum waste from practicum work in the CNC workshop and laboratory of Politeknik Negeri Sriwijaya is quite a lot and is wasted. This can cause pollution to the environment. Therefore, a casting process is carried out to reduce this impact, then the waste will be recycled again. Aluminum waste that has been recycled through the casting process can also become a product for reuse, especially in practical work in CNC workshops or laboratories. This casting is done using the gravity die casting method which uses a permanent mold to make it more efficient. To improve the casted product's quality, experiments are conducted. Three variables are used in this investigation, including melting temperatures of 700°C and 800°C., holding time in the mold: 10 minutes and 15 minutes, and quenching (cooling media: water and 20% brine). The methodology used in this research is Taguchi and Anova, which aims to find the influence and results of high hardness values to improve product quality. The highest hardness value result is with experimental temperature of 800℃, holding time of 10 minutes, and quenching of 20% salt water, which is 59.79 Kg/mm2.
Pengaruh Variasi Roller dan Spring CVT Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Pada Motor Matik 115 CC Agustin, Rafly; Putri, Fenoria; Sani, Almadora Anwar
MACHINERY Jurnal Teknologi Terapan Vol. 5 No. 1 (2024): Machinery: Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10725708

Abstract

Variations of roller weights of 7 grams, 9 grams and 10 grams applied variation of the CVT spring from the standard, pressure strength 10 – 15%, as well as pressure strength 20% has an impact on fuel consumption. Because more gasoline or fuel is consumed in the combustion chamber on larger engine turns, this phenomenon occurs. Effect of fuel consumption on the use of roller weight variation using CVT spring variation on engine rotation variation. So as a whole the test data from the table as well as from the graphs can be taken that the best fuel consumption or efficiency, then the best choice is a roller of 10 grams using a standard spring at RPM 3000 yielding 11.33 ml/min and in RPM 6000 yields 23.50 ml / min rather than using a pressure spring strength of 10 – 15% and 20% even when the engine turns high at 9000 RPM that is 46.10 ml / minute rarely done using such RPM because of motorcycles used for day – day
Development of IoT Based Clothesline using Microcontroller Zulkipli, Muhammad Asyraf; Yusof, Khairul Huda; sani, Almadora Anwar; Herizal, Muhammad Auzi
International Journal of Mechanics, Energy Engineering and Applied Science (IJMEAS) Vol. 1 No. 1 (2023): IJMEAS - October
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijmeas.v1i1.217

Abstract

Sunlight has long been used in daily activities, especially drying clothes. The only concern is sudden rain and people are not aware that their clothes are still on the clothesline. Due to this, many opt to dry their clothes indoor, which takes longer to dry. With regard to the aforementioned issue, in this research, Internet of Things (IoT) concept is applied in the production of automatic clotheslines by the integration of weather monitoring and forecasting with automatic clothesline. This automatic clothesline has an LDR sensor and a rain sensor to detect light and raindrops in the environment, then the values obtained from these two sensors are processed by the microcontroller to control the DC motor that can moves the clothes inside and outside from the sensors system which can be monitored and controled via smartphone using the Blynk app. The outcome of this research is an automatic clothesline prototype that is accessible through the Blynk app; utilising LDR sensors, rain sensors, and motor to retrieve clothes.
Analisis Pembebanan Dinamis Pada Struktur Frame 3d Printing Core XY Mardhotillah, Muhammad Zafran; Sani, Almadora Anwar; Gunawan, Indra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat cepat. Mesin merupakan salah satu teknologi yang muncul. Dari mesin-mesin yang sudah ada yang telah didesain ulang untuk memenuhi kebutuhan zaman, termasuk pencetakan 3D. Bagian terpenting dari pencetakan 3D adalah kerangka (frame). Frame 3D printing harus mampu menahan beban yang berbeda. Karena rangka harus tahan terhadap beban dinamis selama bergerak. Studi ini berfokus pada Analisis Dinamis pada kerangka menggunakan Bahan Profil Aluminium (6063-T5). Tujuannya adalah untuk menghindari masalah beban pada struktur dan memastikan struktur aman saat menopang beban. Ada banyak program yang mendukung simulasi pembebanan dinamis, tapi sekarang peneliti menggunakan perangkat lunak Ansys Student 2023 yang menggunakan metode elemen hingga untuk pembebanan dinamis dalam frame 3D printing. Untuk mendapatkan hasil simulasi yang optimal dengan ansys, maka dilakukan penelitian yang dimulai dari desain rangka, pemilihan constraint, memasukkan jenis material, melakukan cleaning geometri, pemilihan meshing, memasukkan fixtures dan running simulation. Pembebanan yang diberikan pada simulasi ini merupakan beban dinamis dari motor yang bergerak secara vertikal ke kiri dan ke kanan saat 3D Printing mencetak sebuah spesimen. Beban dinamis yang terjadi memiliki nilai deformasi yang relatif bagus yaitu 0,00013674 m pada saat kondisi beban dinamis dan 0,000019 m pada saat kondisi beban statis sehingga dapat dikategorikan aman untuk digunakan. Menentukan Constraint, Constraint yang di berikan berupa fixed geometry pada frame 3D Printer. Meshing pada simulasi saat ini, frame dijadikan 158541 elements dan 744085 node.
MESIN PEMARUT TANAMAN UMBI-UMBIAN DENGAN PEMARUT MODEL CAKRA PADA HOME INDUSTRY Sani, Almadora Anwar; Nurriyanti, Nurriyanti
AUSTENIT Vol. 6 No. 2 (2014): AUSTENIT: Oktober 2014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.438 KB)

Abstract

Tanaman umbi-umbian memiliki banyak manfaat dan fungsinya, terutama pada olahan makanan dan jajanan pasar. Tanaman umbi-umbian merupakan makanan alternatif pengganti beras yang memiliki sumber karbohidrat. Salah satu cara mengolah tanaman umbi-umbian menjadi bahan baku makanan yaitu dengan diparut. Kebutuhan alat pemarut yang mudah digunakan, aman dalam penggunaan, mudah dalam perawatan dan ekonomis sangat dibutuhkan di home industry.Untuk memenuhi kebutuhan home industry perlu sebuah alat teknologi tepat guna yang terjangkau oleh penggunanya. Design alat pemarut tanaman umbi-umbian memiliki  bagian utama pemarut yang dibutuhkan antara lain : pemarut, penggerak, dan rangka. Pemarut menggunakan sistem model cakra (disc) yang pada permukaannya terdapat duri sebagai pisau pemarut. Penggerak menggunakan motor listrik dengan konsumsi listrik 125 watt dengan putaran 1400 rpm. Rangka berfungsi sebagai penopang pemarut dan motor listrik, rangka juga berfungsi sebagai alat pengaman. Hasil pemarutan tanaman umbi-umbian dapat memarut dengan kapasitas produksi sekitar 60 kg/jam. Selain dapat memarut tanaman umbi-umbian, mesin pemarut ini dapat memarut kelapa, dan biji-bijian. 
PENGARUH DEPT OF CUT DAN FEEDRATE DENGAN CUTTER DIAMETER 60 MM TERHADAP KERATAAN PERMUKAAN MATERIAL ASTM A36 PADA MESIN MITSUBISHI CNC-MILL 3A Suryana, Didi; Sani, Almadora Anwar; Seprianto, Dicky; Iskandar, Iskandar
AUSTENIT Vol. 7 No. 1 (2015): AUSTENIT: April 2015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.262 KB)

Abstract

Fungsi Mesin CNC-Mill 3A salah satunya adalah meratakan permukaan benda kerja. Jenis material yang akan digunakan ASTM a36.  Mesin yang digunakan Mitsubishi CNC-Mill 3A dengan diameter cutter 60 mm. kedalaman pemakanan yang diuji 0,15 mm, 0,1 mm, 0,05 mm; federate  30 mm/mnt, 40 mm/mnt, 50 mm/mnt, 60 mm/mnt; kecepatan putaran spindle 600 rpm. Untuk mengetahui kerataan permukaan benda kerja dilakukan dengan pengamatan menggunakan Prussian Blue Paste. Benda kerja yang telah dikerjakan pada mesin CNC-Mill 3A diberikan Prussian Blue Paste dengan cara dioleskan pada permukaan salah satu benda kerja, kemudian disatukan dengan ditumpuk lalu dipisahkan. Hasil uji permukaan benda kerja dengan Prussian Blue Paste menunjukkan kerataan permukaan dipengaruhi oleh dept of cut, federate mempengaruhi kekasaran permukaan, semakin sedikit pemakanan terhadap benda kerja, kerataan permukaan benda kerja jadi semikin rata.
ANALISA PENGARUH PROSES PERMESINAN MESIN CNC MILLING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA MATERIAL BAJA 9SMn36 1.0736 Sovannara, Chan; Widagdo, Tri; Yunus, Moch; Sani, Almadora Anwar
AUSTENIT Vol. 8 No. 2 (2016): AUSTENIT: Oktober 2016
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.975 KB)

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang “Analisa Pengaruh Proses Permesinan Mesin CNC Milling Terhadap Kekasaran Permukaan Pada Material Baja  9SMn36 1.0736”. Tujuan dalam penelitian ini yaitu: Mengetahui pengaruh proses permesinan CNC milling dan nilai kekasaran (Ra , Rt ), terhadap kekasaran di proses pada pemrograman CNC milling dan mengetahui pengaruh proses mesin yang menghasilkan waktu potong pada pemrograman CNC milling.  Pembuatan spesimen pada dasarnya dilakukan dengan proses mesin CNC Milling untuk mendapatkan spesimen sesuai produk yang aslinya, penulis mencoba melakukan penelitian untuk membuat spesimen dimulai dengan pemilihan material yang kekerasanya sama atau mendekati kekerasan spesimen aslinya dan proses pemesinan dengan melakukan variasi perubahan pengaruh kecepatan pemakanan dan kedalaman pemakanan menggunakan mesin CNC Milling type EMCO VMC- 200. Dari hasil analisis pengaruh kecepatan pemakanan dan kedalaman pemakanan terhadap kekasaran permukaan pada proses pembuat spesimen meggunakan mesin CNC milling menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara perubahan feed rate dengan hasil kekasaran permukaan dari hasil pengujian sperimen. Nilai hasil uji kekasaran yang di dapat adalah Permukaan benda yang memiliki nilai rata-rata kekasaran paling rendah dengan kecepatan pemakanan 100 mm dan kedalaman pemakanan 0.5 mm adalah 2.468 µm dan kecepatan pemakanan 300 mm/menit dengan kedalaman pemakanan 0.2 mm memiliki nilai rata-rata kekasaran paling tinggi adalah 6.467 µm. Pada hasil tersebut dapat memberikan perlakuan kedalaman pemakanan 0,5 mm dengan kecepatan pemakanan terhadap benda kerja memiliki tingkat kekasaran permukaan yang terendah.