Daryono, Daryono
BMKG, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sistem Peringatan Dini Tsunami di Zona Megathrust Selat Sunda Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional Wahyu Kurniawan; Daryono Daryono; IDK Kerta; Triwinugroho Triwinugroho
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 2 (2022): March - June
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.2.457-464

Abstract

Gempabumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari, dan tidak dapat dicegah. Gempabumi hingga saat ini belum dapat diprediksi secara akurat meskipun telah banyak penelitian mengenai prekursor gempabumi. Oleh karena itu, untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh ancaman gempabumi dibutuhkan sistem info gempabumi dan peringatan dini tsunami yang cepat dan akurat. Kejadian gempabumi yang terjadi pada tanggal 02 Agustus 2019 tepatnya pukul 19:03:21 WIB dengan kekuatan (magnitudo) 7,4 yang berpusat di laut pada arah 147 km BaratDaya Sumur Provinsi Banten, dan memiliki kedalaman (hiposenter) 10 km telah membuktikan bahwa zona megathrust selat sunda merupakan daerah seismik yang aktif. Dengan adanya kejadian gempabumi tersebut, Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) langsung merespon dengan mengeluarkan peringatan dini tsunami 1 dengan waktu pengiriman informasi kurang dari 4 menit setelah gempabumi terjadi. Peringatan dini tsunami yang dinyatakan berakhir (peringatan dini tsunami 4) setelah 2 jam 31 menit dari kejadian gempabumi berdasarkan konfirmasi yang didapat dari data-data tide gauge yang lokasi berada di sekitar pusat gempabumi. Dengan cepatnya informasi peringatan dini yang diberikan oleh InaTEWS kepada pemangku kepentingan dan masyarakat setelah kejadian gempabumi tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari ketahanan nasional dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana sesuai dengan teori panca daya tangguh.
Uji Resolusi Tomografi Seismik Waktu Tempuh Lokal Menggunakan Dua Input Model Sintetik Mohamad Ramdhan; Said Kristyawan; Andry Syaly Sembiring; Daryono; Priyobudi
Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 16 No. 2 (2019): Limits: Journal of Mathematics and Its Applications Volume 16 Nomor 2 Edisi De
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji resolusi dalam tomografi seismik telah diterapkan secara luas pada berbagai skala. Uji tersebut digunakan untuk mengetahui kehandalan data seismik yang digunakan pada suatu area penelitian. Checkerboard resolution test (CRT) merupakan salah satu teknik uji resolusi yang diterapkan secara luas pada data tomografi seismik. Uji resolusi dilakukan untuk mengetahui secara spasial area mana saja yang bisa diinterpretasi dari suatu tomogram seismik. Pada penelitian ini akan menguji resolusi dengan input model CRT dan Non-CRT. Area yang memiliki kemiripan pola antara input model dan hasil inversinya menunjukkan area tersebut bisa diinterpretasi baik secara geologi maupun dari properti fisika batuannya. Pada uji resolusi model Non-CRT juga ditambahkan random noise untuk mengetahui sejauh mana pengaruh noise terhadap data seismik. Hasil uji resolusi pada kedua input model tersebut menunjukan konsistensi pada area-area yang bisa diinterpretasi ataupun tidak. Hal ini menunjukkan data seismik yang digunakan pada penelitian ini memiliki kualitas yang cukup baik sehingga hasil studi tomografinya bisa menjelaskan kondisi geologi di bawah permukaannya