Penyakit Dengue merupakan salah satu masalah kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia pada umumnya dan di kota Bandung pada khususnya. Pada penyebarannya, ternyata terdapat perbedaan tingkat risiko transmisi antara kelompok usia anak dan orang dewasa pada penyakit Dengue. Sebagai salah satu strategi pencegahan penyebaran penyakit ini, dapat dengan melalui pemodelan dari sistem dinamika penyebarannya. Penelitian ini akan menganalisa model penyebaran penyakit Dengue di kota Bandung dengan memperhitungkan faktor individu anak dengan kasus simtomatik dan asimtomatik. Bilangan Reproduksi Dasar (BRD) sebagai nilai ambang batas penyebaran penyakit ini akan dicari dan dianalisis dengan menggunakan metode Matriks Generasi dan Laju Pertumbuhan Intrinsik dan dengan menerapkan nilai parameter-parameter dan data banyaknya kasus dengue di kota Bandung pada tahun 2016-2018. Titik kesetimbangan dari kondisi bebas penyakit dan endemik juga akan ditentukan untuk memverifikasi keakuratan model yang dibuat. Dari hasil analisisnya, disimpulkan bahwa kedua metode menghasilkan bentuk BRD yang memiliki karakter yang berbeda dan diterapkan pada kondisi yang berbeda pula. Jika data real tersedia, maka lebih baik menerapkan metode Laju Pertumbuhan Intrinsik. Sebaliknya, jika data real tidak lengkap tersedia, maka disarankan menggunakan metode Matriks Generasi