Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BINA MENTAL SPRITUAL BAGI PELAJAR SMP KOTA DUMAI Darmadi, Darmadi; Wahyudi, Rodi; Permata Dewi, Asiska; Puji Hastuti, Weni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Gajah Putih, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jppmi.v3i1.908

Abstract

Masa remaja (adolesensi) merupakan suatu masa peralihan yang dimulai dari masa kanak-kanak hingga menuju masa dewasa. Pada masa tersebut anak-anak mengalami pertumbuhan yang cukup cepat. Masa remaja ini juga disebut juga dengan masa pubertas, yang mana pada masa tersebut semua bentuk mulai dari fisik maupun biologis mengalami perobahan yang cepat. Sifat positif dan negative pada masa remaja ini akan muncul secara dominan sangat bergantung kepada informasi yang diterima oleh masing-masing individu. Tujuan dari kegiatan ini adalah Dari pengabdian yang akan dilakukan diharapkan kepada seluruh pelajar laki-laki kelas 9 SMP Kota Dumai terbentuk mental dan spiritual yang ditandai dengan pengamalan agama yang baik dalam kehidupan sehari-hari khususnya perintah ALLAH SWT terutama solat dan amalan sunnah lainnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah tanya jawab dan diskusi dengan pendekatan muzakarah (sharing). Hasil pengabdian dalam kegiatan ini yaitu memberikan kesan terbaik yaitu dapat menambah pengetahuan agama dan dapat mengamalkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari, dan program tetap dijalankan. Dari kegiatan Bina mental spiritual pada pelajar SMP kota Dumai yang telah dilakukan bahwa para pelajar siswa smp mengetahui pentingnya mengamalkan agama terutama solat, selain dari itu para siswa juga mengetahui pentingnya mengamalkan sunnah nabi dalam kehidupan sehari-hari
PHLEBOTOMY TECHNIQUE (FASDHU) AS A PRIMARY EFFORT TO REDUCE BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION SUFFERERS Madi, Darmadi; Yusrita, Eli; Permata Dewi, Asiska; Ismaningsih, Ismaningsih; Hasbi, Nural
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.1641

Abstract

Teknik Flebotomi (Fasdhu) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengeluarkan darah dari fungsi vena difossa cubiti. Teknik ini berguna untuk menurunkan kadar yang berlebih di dalam tubuh salah satunya tekanan darah yang tinggi (hipertensi). Banyak cara yang telah digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, diantaranya dengan obat sintetik, konsumsi obat herbal dan beberapa Upaya lain yang dianggap mampu menurunan tekanan darah tersebut. Tujuan dari pengabdian ini diharapkan penderita hipertensi akan Kembali normal tekanan darahnya setelah melakukan teknik flebotomi (fasdhu) tersebut. Metode atau tahapan-tahapan pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini diawali dengan memberikan penyuluhan tentang hipertensi, dilanjutkan tahapan berikutnya pengukuran tekanan darah, tahapan berikutnya pengeluaran darah dengan teknik flebotomi (fasdhu) serta tahapan terakhir pengukuran tekanan darah setelah perlakuan teknik flebotomi. Dari perlakuan yang telah dilakukan terhadap 10 responden yang mengalami tekanan darah tinggi diperoleh rerata tekanan darah sebelum perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) adalah 172/88,5 mmhg, sedangkan setelah perlakuan diperoleh rerata tekanan darah 148,2/88,3 mmhg. Dari hasil perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) yang telah dilakukan tersebut perlakuan teknik fasdhu mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi. Kata kunci: Flebotomi ; Fasdhu ; Hipertensi.
PHLEBOTOMY TECHNIQUE (FASDHU) AS A PRIMARY EFFORT TO REDUCE BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION SUFFERERS Madi, Darmadi; Yusrita, Eli; Permata Dewi, Asiska; Ismaningsih, Ismaningsih; Hasbi, Nural
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.1641

Abstract

Teknik Flebotomi (Fasdhu) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengeluarkan darah dari fungsi vena difossa cubiti. Teknik ini berguna untuk menurunkan kadar yang berlebih di dalam tubuh salah satunya tekanan darah yang tinggi (hipertensi). Banyak cara yang telah digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, diantaranya dengan obat sintetik, konsumsi obat herbal dan beberapa Upaya lain yang dianggap mampu menurunan tekanan darah tersebut. Tujuan dari pengabdian ini diharapkan penderita hipertensi akan Kembali normal tekanan darahnya setelah melakukan teknik flebotomi (fasdhu) tersebut. Metode atau tahapan-tahapan pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini diawali dengan memberikan penyuluhan tentang hipertensi, dilanjutkan tahapan berikutnya pengukuran tekanan darah, tahapan berikutnya pengeluaran darah dengan teknik flebotomi (fasdhu) serta tahapan terakhir pengukuran tekanan darah setelah perlakuan teknik flebotomi. Dari perlakuan yang telah dilakukan terhadap 10 responden yang mengalami tekanan darah tinggi diperoleh rerata tekanan darah sebelum perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) adalah 172/88,5 mmhg, sedangkan setelah perlakuan diperoleh rerata tekanan darah 148,2/88,3 mmhg. Dari hasil perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) yang telah dilakukan tersebut perlakuan teknik fasdhu mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi. Kata kunci: Flebotomi ; Fasdhu ; Hipertensi.
Potensi Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Terhadap Jamur Candida albicans Penyebab Keputihan permata dewi, asiska
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i2.1532

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) is a plant of the Zingiberacea family. Temulawak is known as a traditional medicine in treating diseases such as antimicrobial, anticancer, digestive disorders and others. This study aims to determine the secondary metabolite compounds and antifungal activity of temulawak ethanol extract against Candida albicans fungus. The method used in the identification of secondary metabolite compounds is using color reagents and disc diffusion methods for antifungal activity tests. The results of the study showed that temulawak extract contains flavonoids and tannins. In the antifungal activity test with extract concentrations of 20%, 40%, 60% and 80%, the average diameter of the inhibition zone was 8.4 mm; 8.5 mm; 8.5 mm and 8.6 mm. In the positive control of nystatin, an inhibition zone of 31.4 mm was obtained and 6 mm in DMSO as a negative control. Based on the results of the study, the ethanol extract of temulawak has currently activity in inhibiting the growth of candida albicans.