Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BINA MENTAL SPRITUAL BAGI PELAJAR SMP KOTA DUMAI Darmadi, Darmadi; Wahyudi, Rodi; Permata Dewi, Asiska; Puji Hastuti, Weni
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2024): Februari : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Gajah Putih, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jppmi.v3i1.908

Abstract

Masa remaja (adolesensi) merupakan suatu masa peralihan yang dimulai dari masa kanak-kanak hingga menuju masa dewasa. Pada masa tersebut anak-anak mengalami pertumbuhan yang cukup cepat. Masa remaja ini juga disebut juga dengan masa pubertas, yang mana pada masa tersebut semua bentuk mulai dari fisik maupun biologis mengalami perobahan yang cepat. Sifat positif dan negative pada masa remaja ini akan muncul secara dominan sangat bergantung kepada informasi yang diterima oleh masing-masing individu. Tujuan dari kegiatan ini adalah Dari pengabdian yang akan dilakukan diharapkan kepada seluruh pelajar laki-laki kelas 9 SMP Kota Dumai terbentuk mental dan spiritual yang ditandai dengan pengamalan agama yang baik dalam kehidupan sehari-hari khususnya perintah ALLAH SWT terutama solat dan amalan sunnah lainnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah tanya jawab dan diskusi dengan pendekatan muzakarah (sharing). Hasil pengabdian dalam kegiatan ini yaitu memberikan kesan terbaik yaitu dapat menambah pengetahuan agama dan dapat mengamalkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari, dan program tetap dijalankan. Dari kegiatan Bina mental spiritual pada pelajar SMP kota Dumai yang telah dilakukan bahwa para pelajar siswa smp mengetahui pentingnya mengamalkan agama terutama solat, selain dari itu para siswa juga mengetahui pentingnya mengamalkan sunnah nabi dalam kehidupan sehari-hari
PHLEBOTOMY TECHNIQUE (FASDHU) AS A PRIMARY EFFORT TO REDUCE BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION SUFFERERS Madi, Darmadi; Yusrita, Eli; Permata Dewi, Asiska; Ismaningsih, Ismaningsih; Hasbi, Nural
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.1641

Abstract

Teknik Flebotomi (Fasdhu) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengeluarkan darah dari fungsi vena difossa cubiti. Teknik ini berguna untuk menurunkan kadar yang berlebih di dalam tubuh salah satunya tekanan darah yang tinggi (hipertensi). Banyak cara yang telah digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, diantaranya dengan obat sintetik, konsumsi obat herbal dan beberapa Upaya lain yang dianggap mampu menurunan tekanan darah tersebut. Tujuan dari pengabdian ini diharapkan penderita hipertensi akan Kembali normal tekanan darahnya setelah melakukan teknik flebotomi (fasdhu) tersebut. Metode atau tahapan-tahapan pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini diawali dengan memberikan penyuluhan tentang hipertensi, dilanjutkan tahapan berikutnya pengukuran tekanan darah, tahapan berikutnya pengeluaran darah dengan teknik flebotomi (fasdhu) serta tahapan terakhir pengukuran tekanan darah setelah perlakuan teknik flebotomi. Dari perlakuan yang telah dilakukan terhadap 10 responden yang mengalami tekanan darah tinggi diperoleh rerata tekanan darah sebelum perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) adalah 172/88,5 mmhg, sedangkan setelah perlakuan diperoleh rerata tekanan darah 148,2/88,3 mmhg. Dari hasil perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) yang telah dilakukan tersebut perlakuan teknik fasdhu mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi. Kata kunci: Flebotomi ; Fasdhu ; Hipertensi.
PHLEBOTOMY TECHNIQUE (FASDHU) AS A PRIMARY EFFORT TO REDUCE BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSION SUFFERERS Madi, Darmadi; Yusrita, Eli; Permata Dewi, Asiska; Ismaningsih, Ismaningsih; Hasbi, Nural
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.1641

Abstract

Teknik Flebotomi (Fasdhu) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengeluarkan darah dari fungsi vena difossa cubiti. Teknik ini berguna untuk menurunkan kadar yang berlebih di dalam tubuh salah satunya tekanan darah yang tinggi (hipertensi). Banyak cara yang telah digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, diantaranya dengan obat sintetik, konsumsi obat herbal dan beberapa Upaya lain yang dianggap mampu menurunan tekanan darah tersebut. Tujuan dari pengabdian ini diharapkan penderita hipertensi akan Kembali normal tekanan darahnya setelah melakukan teknik flebotomi (fasdhu) tersebut. Metode atau tahapan-tahapan pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini diawali dengan memberikan penyuluhan tentang hipertensi, dilanjutkan tahapan berikutnya pengukuran tekanan darah, tahapan berikutnya pengeluaran darah dengan teknik flebotomi (fasdhu) serta tahapan terakhir pengukuran tekanan darah setelah perlakuan teknik flebotomi. Dari perlakuan yang telah dilakukan terhadap 10 responden yang mengalami tekanan darah tinggi diperoleh rerata tekanan darah sebelum perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) adalah 172/88,5 mmhg, sedangkan setelah perlakuan diperoleh rerata tekanan darah 148,2/88,3 mmhg. Dari hasil perlakuan teknik flebotomi (fasdhu) yang telah dilakukan tersebut perlakuan teknik fasdhu mampu menurunkan tekanan darah yang tinggi. Kata kunci: Flebotomi ; Fasdhu ; Hipertensi.
Potensi Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Terhadap Jamur Candida albicans Penyebab Keputihan permata dewi, asiska
JFARM - Jurnal Farmasi Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jfarm.v3i2.1532

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) is a plant of the Zingiberacea family. Temulawak is known as a traditional medicine in treating diseases such as antimicrobial, anticancer, digestive disorders and others. This study aims to determine the secondary metabolite compounds and antifungal activity of temulawak ethanol extract against Candida albicans fungus. The method used in the identification of secondary metabolite compounds is using color reagents and disc diffusion methods for antifungal activity tests. The results of the study showed that temulawak extract contains flavonoids and tannins. In the antifungal activity test with extract concentrations of 20%, 40%, 60% and 80%, the average diameter of the inhibition zone was 8.4 mm; 8.5 mm; 8.5 mm and 8.6 mm. In the positive control of nystatin, an inhibition zone of 31.4 mm was obtained and 6 mm in DMSO as a negative control. Based on the results of the study, the ethanol extract of temulawak has currently activity in inhibiting the growth of candida albicans.
YOGHURT FORMULATION FROM RED DRAGON FRUIT AND ACTIVITY TEST AGAINST PATHOGENIC BACTERIA Permata Dewi, Asiska; Musdalifah, Dinda; Surya, Alfin; Shufyani, Fahma
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3544

Abstract

The dairy product known as yogurt is fermented by lactic acid bacteria. The purpose of this study is to evaluate the properties and antibacterial activity of yogurt at concentrations of 0%, 10%, 20%, and 30% against harmful bacteria, specifically Escherichia coli and Bacillus subtilis. The properties were examined for lactic acid bacteria, viscosity, pH, hedonic value, and organoleptic features. The disk diffusion method was used to test the antibacterial activity. According to the findings of evaluating the yogurt's organoleptic properties, every formula was homogenous, thick, sour-tasting, and pink. The range of the viscosity values is 412 cP to 972 cP. The lactic acid bacteria vary from 6.8x10^9 to 9.0x10^9, and the pH levels fall between 4.26 and 4.42. In contrast, F3 was the most favored formula in the hedonic test. Following that, the average inhibition zones for the antibacterial activity of yogurt against E. coli bacteria at concentrations of 0%, 10%, 20%, and 30% were 7.5 mm, 9.9 mm, 11.2 mm, and 12.2 mm, respectively. In contrast, the inhibition zone diameters against B. subtilis bacteria were 7.4 mm, 9.8 mm, 13.1 mm, and 14.4 mm. A p-value of less than 0.05 indicated a statistically significant difference in antibacterial activity tests. Red dragon fruit yogurt shows antibacterial action against B. subtilis and E. coli, according to the diameter of the inhibition zone that was obtained.. Keywords: yoghurt, red dragon fruit peel, antibacterial activity, E. coli, B. Subtilis