Herviani, Femilya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertimbangan Hakim dalam Pemberian Dispensasi Nikah Perspektif Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman di Pengadilan Agama Malang Herviani, Femilya; Zuhriah, Erfaniah; Yasin, Raden Cecep Lukman
Intelektualita Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v11i1.10684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang landasan hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi nikah pasca pemberlakuan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 yang kemudian dianalisis menggunakan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (field research), Metode yang digunakan dalam yaitu yuridis empiris, dengan cara turun langsung ke Pengadilan Agama Malang dan kepada pihak pemohon dispensasi nikah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertama, landasan hakim mengabulkan semua permohonan dispensasi nikah karena mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak dan khawatir jika ditolak keburukan yang timbul akan lebih besar. Kedua, hukum belum bisa berjalan dengan efektif karena ketiga sub sistem dalam sistem hukum masih saling bertabrakan, struktur dan substansi hukum dalam Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 masih ada kalimatnya yang multitafsir “alasan sangat mendesak”, dan juga dari segi budaya hukum yang masih belum seimbang yakni tingkat kesadaran hukum masyakarat yang masih rendah, serta budaya hukum hakim masih memiliki pola penetapan dispensasi nikah yang tidak berubah dalam menangani perkara dispensasi nikah, yaitu cenderung cepat dan tidak banyak pertimbangan.
Larangan Menikah Sesuku dalam Adat Minangkabau Prespektif Saddu Al-Dzarîʻah: Studi Di Nagari Lareh Nan Panjang Kota Padang Panjang Herviani, Femilya
Sakina: Journal of Family Studies Vol 3 No 2 (2019): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.083 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pernikahan serta penyebab larangan menikah sesuku dalam adat minangkabau prespektif hukum Saddu al-Dzarîʻah studi di Nagari Lareh Nan Panjang Kota Padang Panjang. Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dilakukan dengan cara langsung turun dimasyarakat. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian Nagari Lareh Nan Panjang Kota Padang Panjang. Penentuan subyek dilakukan dengan purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data Primer berupa wawancara dengan Ketua adat, Tokoh agama dan Masyarakat, dan sumber data skunder berupa buku-buku hukum adat Minangkabau dan buku-buku konsep Saddu al-Dzarîʻah. Seluruh sumber data dikumpulkan, dianalisa secara deskriptif dengan cara pemeriksaan data, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan pembuatan kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian ini pertama; pernikahan diminangkabau bisa berlanjut jika kedua pasangan tidak sesuku, tetapi jika sesuku, maka pernikahan itu akan di cegah oleh para Mamak (Paman). Kedua; kajian hukum Saddu al-Dzarîʻah sejalan dengan dilarangnya menikah sesuku, karena adanya sanksi diusir dari kampung, dikucilkan dari masyarakat dan dikeluarkan dari suku, yaitu termasuk kepada: “Dzarîʻah yang semula ditentukan untuk mubah, tidak dutujukan untuk kerusakan, namun biasanya sampai juga kepada kerusakan yang mana kerusakan itu lebih besar dari kebaikanya”, dan “dzarîʻah yang membawa kepada perbuatan terlarang menurut kebanyakanya”.