Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DALAM PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI KANTOR SAMSAT MEDAN UTARA Ardina, Tri; Thamrin, Muhammad Husni; Harlis, Friska Prastya
Jurnal Paradigma Vol 13, No 1 (2024): JURNAL PARADIGMA
Publisher : Magister Administrasi Publik FISIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jp.v13i1.15147

Abstract

Administrasi Publik mengkaji berbagai strategi salah satunya di bidang pelayanan publik yang dimaksudkan untuk lebih memahami hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu tuntutan masyarakat kepada pemerintah adalah peningkatan kualitas pelayanan publik. Pelayanan dikatakan berkualitas atau memuaskan bila dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Berdasarkan data yang di diperoleh dari Ombudsman RI, adanya laporan pengaduan masyarakat terkait pelayanan publik yaitu sebanyak 2.706 laporan sepanjang triwulan I tahun 2022 yang menunjukkan masih kurang maksimalnya kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dalam pelayanan pajak kendaraan bermotor di SAMSAT Medan Utara. Penelitian ini menggunakan teori kualitas pelayanan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry. Adapun yang menjadi fenomena dalam penelitian ini yaitu adanya keluhan dari wajib pajak terkait pelayanan yang terkesan lambat, isu penggunaan jasa calo, serta adanya dugaan pungli yang dilakukaan oleh oknum pegawai SAMSAT Medan Utara. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Populasi dari penelitian ini adalah wajib pajak yang terdaftar di SAMSAT kota Medan dengan sampel sebanyak 100 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan pengkuran 5 poin skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil analisis deskriptif tentang variabel kualitas pelayanan (X) yang memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien regresi 0,523 maka bernilai positif dan hasil uji parsial menjelaskan bahwa terdapat nilai t hitung > t tabel (6.458>1.98447). sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dalam pelayanan pajak kendaraan bermotor di kantor SAMSAT Medan Utara.Kata kunci: Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Masyarakat
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PASAR DI UPTD PASAR CIKAJANG KABUPATEN GARUT Pasciana, Rostiena; Harlis, Friska Prastya; Safira, Latifah Nur
Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik (JPKP) Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36624/jpkp.v14i1.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan Pasar Tradisional Cikajang di Kabupaten Garut serta menganalisis implementasi kebijakan terkait pengelolaan pasar tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Tradisional Cikajang belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh kabupaten. Faktor-faktor yang menyebabkan hal ini antara lain kurangnya sumber daya anggaran dan sumber daya manusia, serta kurangnya komunikasi yang efektif antara berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan pasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pasar Cikajang di Kabupaten Garut belum memiliki sistem pengelolaan yang baik. Implementasi kebijakan pengelolaan pasar tradisional juga terkendala oleh beberapa faktor, termasuk standar dan sasaran kebijakan yang belum jelas, keterbatasan sumber daya, karakteristik agen pelaksana, dan kurangnya komunikasi antar organisasi yang terlibat. Untuk meningkatkan pengelolaan pasar tradisional Cikajang, diperlukan koordinasi yang lebih baik antara berbagai instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Perindagkop, dan Transmigrasi. Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain mengadakan rapat koordinasi antar SKPD yang terkait, serta melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan pasar bagi kesejahteraan masyarakat, baik melalui penyuluhan maupun pembinaan kepada pedagang, pembeli, dan pengelola pasar.
Implementasi Program Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Kelurahan Loktuan Bontang Utara Umarsyah, Nhefadha Areza; Harlis, Friska Prastya
Journal of Governance and Policy Innovation Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober 2025, JGPI
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jgpi.v5i2.799

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui Implementasi Program Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Kelurahan Loktuan Bontang Utara serta mengidentifikasi apa saja faktor penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data hasil penelitian didapatkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara yang mendalam dengan informan terpilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana berupa pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Penelitian ini berfokus pada implementasi Program Bersinar di Kelurahan Loktuan dan faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam implementasi Program Kelurahan Bersinar di Kelurahan Loktuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) di Kelurahan Loktuan Bontang Utara sudah berjalan dengan cukup baik. Organisasi yang mencakup pembagian kerja bahwa telah berjalan dengan baik sehingga Program Kelurahan Bersinar dapat terimplementasikan, akan tetapi dalam sumber daya manusia dan dana masih kurang memadai. Selain itu, interpretasi Program Bersinar menurut pihak-pihak yang terkait sudah cukup jelas dan mereka paham serta mengerti mengenai tujuan dari Program Kelurahan Bersinar sehingga dapat terlaksana dengan lancar. Namun, pada indikator aplikasi belum dapat berjalan dengan maksimal dikarenakan masih belum adanya SOP tertulis di Kelurahan Loktuan dan IBM yang mengakibatkan kurangnya pemahaman petugas pelaksana program. Di samping itu, masih terdapat faktor penghambat sehingga program tersebut masih berjalan dengan kurang maksimal yaitu kurangnya sumber daya manusia dan dana, kurangnya kesadaran masyarakat, serta wilayah Kelurahan Loktuan yang terlalu luas.
The Effectiveness Of Electronic Parking By The Samarinda City Transportation Department (Case Study: KH. Khalid Street, Pasar Pagi) Warah, Muna; Harlis, Friska Prastya
Public Policy Journal Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ppj.v7i1.3225

Abstract

The concept of a smart city refers to an urban planning approach that utilizes technological advancements to improve the quality of public services, transparency, and governmental accountability. The implementation of this concept is expected to effectively and efficiently address various urban problems. Samarinda City, as one of the cities adopting the smart city concept, implements it through various service innovations, one of which is the electronic parking system (E-Parking) managed by the Samarinda City Transportation Agency. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the electronic parking (E-Parking) system, with a case study on KH. Khalid Street, Pasar Pagi, which has a high level of community activity. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis employs the policy effectiveness theory proposed by Riant Nugroho, which includes indicators such as appropriate policy, appropriate implementers, appropriate targets, appropriate environment, and appropriate process. The results show that, normatively, the E-Parking policy has been implemented and has contributed to increasing local revenue as well as supporting smart city principles. However, in practice, several obstacles are still found, such as the dominance of cash transactions, limited availability of EDC devices, and suboptimal monitoring and supervision. Other inhibiting factors include limited human resources, community habits, and lack of consistency among field implementers. Therefore, it can be concluded that the effectiveness of E-Parking implementation has not yet been optimal.