Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Semiotik “Hujan Bulan Juni” vs ”Percakapan Senja” Sifa, Sifa
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.307 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara semiotik antara puisi “Hujan Bulan Juni” Sapardi Joko Damono dengan “Percakapan Senja” Gde Artawan. Secara semiotis fisis, lirik puisi Gde Artawan memiliki unsur kesepadanan dalam pilihan kata, membenamkan kata sarat makna sebagaimana halnya puisi Sapardi Joko Damono. Meski puisi ini lahir dalam waktu yang tidak bersamaan, namun ada nuansa batin yang bisa disandingkan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan semiotik sebagai pisau analisis. Ada pergumulan batin yang mendalam dalam “Hujan Bulan Juni” versus “Percakapan Senja”. Pada “Hujan Bulan Juni” diakhiri dengan “happy ending” sedang dalam “Percakapan Senja” berakhir dengan sad ending“puisi “Hujan Bulan Juni” berujung manisnya sebuah penantian panjang. Ia mendapatkan seseorang yang sangat dinantinya, dengan penuh tulus kasih. Ia membiarkan tak terucapkan segala apa yang ia rasa selama menanti. Sedangkan puisi “Percakapan Senja” menggambarkan tentang akhir sebuah kebersamaan yang menuai titik kebuntuan yang dilatarbelakangi oleh perbedaan yang sangat kuat dan ketiadaan kemauan yang kuat pula untuk saling melebarkan diri menjadi sebuah ikatan yang kuat. Pada akhirnya saling membiarkan masing-masing berjalan sesuai dengan jalurnya.
Analisis Semiotik “Hujan Bulan Juni” vs ”Percakapan Senja” Sifa, Sifa
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.307 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v2i2.15973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara semiotik antara puisi “Hujan Bulan Juni” Sapardi Joko Damono dengan “Percakapan Senja” Gde Artawan. Secara semiotis fisis, lirik puisi Gde Artawan memiliki unsur kesepadanan dalam pilihan kata, membenamkan kata sarat makna sebagaimana halnya puisi Sapardi Joko Damono. Meski puisi ini lahir dalam waktu yang tidak bersamaan, namun ada nuansa batin yang bisa disandingkan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan semiotik sebagai pisau analisis. Ada pergumulan batin yang mendalam dalam “Hujan Bulan Juni” versus “Percakapan Senja”. Pada “Hujan Bulan Juni” diakhiri dengan “happy ending” sedang dalam “Percakapan Senja” berakhir dengan sad ending“puisi “Hujan Bulan Juni” berujung manisnya sebuah penantian panjang. Ia mendapatkan seseorang yang sangat dinantinya, dengan penuh tulus kasih. Ia membiarkan tak terucapkan segala apa yang ia rasa selama menanti. Sedangkan puisi “Percakapan Senja” menggambarkan tentang akhir sebuah kebersamaan yang menuai titik kebuntuan yang dilatarbelakangi oleh perbedaan yang sangat kuat dan ketiadaan kemauan yang kuat pula untuk saling melebarkan diri menjadi sebuah ikatan yang kuat. Pada akhirnya saling membiarkan masing-masing berjalan sesuai dengan jalurnya.
Analysis of the Development of Fashion Trends: A Bibliometric Study Sifa, Sifa; Wahyuningsih, Sri Endah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v14i2.41748

Abstract

The development of fashion trends reflects social, economic, technological, and environmental changes within the global fashion industry. As the complexity of these issues increases, academic research on fashion trends has shown significant growth and has become increasingly multidisciplinary. This study aims to map publication trends, intellectual structures, and dominant themes in fashion trend research using a bibliometric approach. The research data were obtained from the Scopus database covering the period 2016–2025. Through a literature selection process based on PRISMA guidelines, a total of 155 journal articles were analyzed using VOSviewer software. The analysis includes publication trends, co-authorship, keyword co-occurrence, co-citation, and bibliographic coupling. The results indicate a significant increase in the number of publications since 2021, peaking in 2024. The United States and China are identified as the main contributors, supported by institutions focusing on management, economics, and manufacturing technology. Keyword analysis reveals that sustainability, circular economy, consumer behavior, and digital technology integration are dominant themes. However, collaboration and co-citation networks indicate that the research structure remains relatively fragmented. These findings highlight the importance of strengthening interdisciplinary collaboration and conceptual integration in fashion trend research.