Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJI TERAP PENGKAYAAN PAKAN INDUK IKAN BANDENG Chanos chanos Forsskall UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA HASIL PEMBENIHAN Iskandar, Andri; Carman, Odang; AM, NM Fatih Asror; Ruliaty, Lisa
JURNAL LEMURU Vol 5 No 2 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i2.2543

Abstract

Ikan bandeng Chanos chanos Forsskall, adalah salah satu jenis ikan yang banyak dibudidayakan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Budidaya ikan bandeng di Indonesia menunjukkan performa peningkatan produksi yang sangat baik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012 produksi ikan bandeng ukuran konsumsi mencapai 482.930 ton dan pada tahun 2017 mencapai angka 637.845 ton dengan tingkat konsumsi rata-rata masyarakat terhadap ikan bandeng adalah 1.9 kg/kapita. Peningkatan permintaan dan produksi bandeng berdampak terhadap peningkatan produksi benih secara signifikan dan merubah pola budidaya di Indonesia menjadi sistem semi-intensif maupun intensif. Penggunaan pakan komersil dengan kualitas dan kuantitas yang baik sangat diperlukan, salah satunya adalah dengan pengkayaan unsur nutrisi pakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil reproduksi induk ikan bandeng sehingga menghasilkan persentase jumlah telur dan benih yang meningkat secara signifikan. Studi ini bertujuan untuk mempelajari dan melakukan kaji terap teknis pembenihan ikan bandeng dengan pemanfaatan bahan-bahan nutrisi tambahan, sehingga dapat dijadikan sumber referensi bagi para pembudifaya untuk dapat meningkatkan performa usaha budidayanya. Hasil studi menunjukkan bahwa fertilization rate rata-rata induk ikan bandeng yang diberikan pakan yang diperkaya berkisar antara 82 - 98%, dengan persentase hatching rate tertinggi yaitu 95% dan terendah 80%. Selama stadia larva sampai mencapai umur 10 hari pemeliharaan, diberikan pakan jenis Rotifera sp., selanjutnya diberikan pakan komersil. Sampai akhir pemeliharaan, rata-rata survival rate benih berkisar antara 85 – 90%. Hasil kaji terap mengindikasikan bahwa pengkayaan pakan yang diberikan terhadap induk, dapat meningkatkan protein pakan sehingga memicu pemijahan induk ikan bandeng. Hal ini berdampak terhadap dihasilkannya benih dengan kualitas yang baik.
THE EFFECT OF AGES ON REPRODUCTIVE PERFORMANCES OF BANANA SHRIMP, PENAEUS INDICUS Nur, Abidin; Yudhistira, Amri; Ruliaty, Lisa; Soleh, Mohammad
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v2i1.1373

Abstract

Age and weight were the main target on domesticated shrimp due to affect on their reproductive performances. The objective of the present study was to know the effect of broodstock ages on reproductive performances of P. indicus. Two series experiments were conducted in the Hatchery Unit of MCBA Jepara by using the 1st generation (G-1) domesticated broodstocks at two differences ages such as 11 months (U-11) and 14 months (U-14). All maturation and spawning process were carried out under separated room-indoor system. Larva rearing and seed productions were conducted into 10 m-3 concrete tanks based on shrimp seed production protocols being developed on MCBA Jepara. Results found that the difference of broodstock ages significantly (p<0.05) affects on daily spawning rate, nauplii productions, spawning frequencies, and larvae survival, were (18.78±4,6 vs 8.85±3,69); (47.000±2.400 vs 27.421±8.555 N spawner-) ; (1.67 for 9 days vs 1.79 for 22 days) and (26.81±7,30% v 37.27s ± 1.95%), respectively. From the experiments it can be concluded that 11 months ages brooders were suggested for mass seed production purposed. However, further research of less than ages mentioned needs to take into account.