Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Pantun dalam Komunikasi Politik: Studi Kasus Kampanye & Debat Pilgub Jakarta 2024-2029 Umam, Akhmad Hairul; Setyawan, Irwan; Khopipah, Siti
REFORMASI Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v14i2.6457

Abstract

This study examines the use of pantun in political communication during the Jakarta gubernatorial campaign and debate for the 2024-2029 election. Pantun, a form of traditional poetry deeply rooted in Indonesian culture, is frequently utilized as a political communication tool, allowing candidates to convey messages in a subtle, entertaining, and educational manner. The focus of this study is to analyze the communication styles of the gubernatorial candidates through the use of pantun in public debates, along with examining its impact on the audience. This research employs a qualitative approach using discourse analysis methods to identify patterns and themes of pantun usage throughout the campaign and debate. The findings reveal that pantun serves not only as a rhetorical tool for diplomatically conveying both criticism and praise but also as an effective means of building rapport with the audience. Moreover, pantun strengthens the candidates' public image, showcasing their cultural affinity and creativity, which resonates with Indonesian voters and enhances their political appeal.Penelitian ini mengkaji penggunaan pantun dalam komunikasi politik selama kampanye dan debat pemilihan gubernur Jakarta periode 2024-2029. Pantun, sebagai salah satu bentuk puisi tradisional yang mengakar kuat dalam budaya Indonesia, sering dimanfaatkan sebagai alat komunikasi politik yang memungkinkan para kandidat menyampaikan pesan secara halus, menghibur, dan edukatif. Fokus penelitian ini adalah menganalisis gaya komunikasi para kandidat gubernur melalui penggunaan pantun dalam debat publik serta dampaknya terhadap audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana untuk mengidentifikasi pola dan tema penggunaan pantun dalam kampanye dan debat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun tidak hanya berfungsi sebagai alat retorika untuk menyampaikan kritik dan pujian secara diplomatis, tetapi juga menjadi cara yang efektif dalam membangun kedekatan dengan audiens. Selain itu, pantun memperkuat citra publik para kandidat, menampilkan kedekatan mereka dengan budaya dan kreativitas yang dimiliki, sehingga meningkatkan daya tarik politik mereka di mata pemilih Indonesia.
Analisis Hukum Islam Terhadap Sinkretisme Pernikahan Berbasis Weton di Desa Wates Yogyakarta Aini, As Syifa Nurul; Azro, Tiara Dzahwani; Khopipah, Siti; Raza, Muhammad
Tahkim (Jurnal Peradaban dan Hukum Islam) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Asy-Syakhsiyyah) Fakultas Syariah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tahkim.v8i1.14622

Abstract

Pernikahan merupakan suatu perjanjian suci yang kuat dan kokoh untuk hidup bersama-sama secara sah antara seorang laki-laki dengan seorang Perempuan untuk membentuk keluarga yang kekal, santun,menyantuni,kasih sayang, aman tentram dan bahagia. Negara Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan dan tradisi yang masih dijalankan sampai saat ini. Salah satu tradisi atau kebudayaan itu adalah perhitungan weton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu dengan metode studi kasus dan pengumpulan data yang meliputi wawancara mendalam, jurnal ilmiah, dan artikel yang membahas perhitungan weton dalam pernikahan masyrakat Jawa. Wawancara dilakukan dengana informan kunci, seperti tokoh Masyarakat, dan warga yang memiliki pengetahuan tentang weton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep perhitungan weton dalam pernikahan menurut perspektif Hukum Islam. Berdasarkan kajian terhadap sumber hukum Islam, mempercayai weton secara mutlak, yakni dengan meyakini bahwa perhitungan tersebut menentukan baik buruknya kehidupan seseorang, termasuk dalam kategori syirik. Dalam Islam, keyakinan terhadap takdir mutlak berada di tangan Allah SWT. Oleh karena itu, menjadikan weton sebagai pedoman utama dalam pengambilan keputusan hidup tidak diperbolehkan. Marriage is a sacred and strong agreement to live togother lawfully between a man and a woman to form an eternal family respect, care, affection, peace, and happiness. Indonesia is a country rich in culture and traditions that are still practiced today. One of these traditional is the calculation of weton. This research uses a qualitative approach, specifically, a case study method, and data collection that includes in-depth interviews,scientific journals and article discussing the weton calculation in Javanese marriage. Interviews were conducted with key informants, such asa community leaders and individuals with knowledge of weton. This study aims to deeply analyze the concept of weton calculation in marriage from the perspective of Islam Law. Based on the study of Islami legal sources, believing in weton absolutely, with the conviction that this calculation determines the good or bad a person’s life , is considered a form of shirk. In Islam, the belief in absolute fate is solely in the hands of Allah SWT. Therefore, using weton as the primary guide for making life decisions is not allowed.