Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkuatan Elemen Struktur Akibat Perubahan Fungsi Bangunan (Hal. 1-10) Simarmata, Priskila Uli Fransiska; Hajati, Nur Laeli
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.422 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.1

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia banyak sekali bangunan yang dialihfungsikan sehingga beban yang direncanakan pada awal pembangunan tidak sesuai lagi dengan beban pada bangunan yang sudah diubah fungsinya. Dalam penelitian ini elemen struktur yang mengalami perlemahan diberikan perkuatan dengan memberikan pelat baja setebal 10 mm pada bagian sisi luar elemen struktur. Dari hasil penelitian, struktur yang sudah mengalami perlemahan karena perubahan fungsi bangunan kembali kuat menahan beban yang sudah ditambahkan. Hal ini dibuktikan dengan nilai momen lentur kolom pada saat beban berlebih sebesar 366,749 kNm dan setelah diberi perkuatan berubah menjadi 471,379 kNm lebih kecil dari 1.088,652 kNm. Pada elemen balok momen lentur setelah diberikan beban berlebih 94,956 kNm kurang dari 163,782 kNm sehingga tidak diperlukan perkuatan pada balok. Kondisi Performance Point, struktur berada pada level B sampai dengan Immadiate Occupancy (IO) yaitu kondisi dimana ketika terjadi gempa, tidak ada kerusakan struktural maupun non-struktural yang berarti pada struktur.Kata kunci: perkuatan, pelat baja, pushover ABSTRACTAlong with the economic growth in Indonesia a lot of buildings are converted so that the planned load at the beginning of the construction is no longer in accordance with the load on the building that has been changed its function. In this study, the structural elements that are weakened are given a reinforcement by providing a 10 mm thick steel plate on the outer side of the structural elements. From the results of the study, the structures that have experienced weakness due to changes in the function of the back building strongly withstand the load that has been added. This is evidenced by the bending moment value of the column at the time of excess load of 366.749 kNm and after being given a reinforcement change to 471.379 kNm less than 1,088.652 kNm. In the beam element of the bending moment after being overloaded 94,956KNm less than 163.782 kNm so no reinforcement is required on the beam. Performance Point condition, structure is at level B up to Immadiate Occupancy (IO) that is condition where when happened earthquake, there is no structural damage or non structural meaning on structure.Keywords: reinforcement, steel plate, pushover
EVALUASI SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN PASIF SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG SEKOLAH X BANDUNG Ratnayanti, Katarina Rini; Hajati, Nur Laeli; Trianisa, Yulia
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.334 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i3.3429

Abstract

ABSTRAK Gedung Sekolah X di Kota Bandung berada di dalam sebuah komplek perumahan dan merupakan salah satu gedung yang memiliki tingkat risiko sedang untuk terjadinya bahaya kebakaran. Dilihat dari banyaknya sumber potensi bahaya yang ada di dalam gedung sekolah dan penghuninya masih anak-anak, yang relatif belum dapat secara sadar melakukan penyelamatan secara mandiri, merupakan obyek yang harus dilindungi. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem proteksi terhadap bencana kebakaran sebagai sebuah upaya penanggulangan terhadap bahaya kebakaran. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kecukupan sistem proteksi aktif dan pasif yang ada pada Gedung Sekolah X di Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Selanjutnya dilakukan metode analisis gap untuk membandingkan ketersediaan sistem proteksi aktif dan pasif yang terpasang pada gedung sekolah, dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga dapat diketahui kesenjangan dari sistem proteksi kebakaran pada gedung sekolah yang dimaksud. Langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan mengenai ketersediaan dan kecukupan system proteksi aktif dan pasif pada gedung sekolah tersebut dan memberi rekomendasi yang mungkin dapat dilakukan Gedung Sekolah X di Bandung ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif yang terpasang pada Gedung Sekolah X Bandung belum sepenuhnya memenuhi standar yang berlaku untuk bangunan gedung sekolah yang aman terhadap bahaya kebakaran. Kata kunci: proteksi aktif, proteksi pasif, penanggulangan, kebakaran ABSTRACT X school building in Bandung is located in a housing complex and is one of the buildings that has a medium level of risk for fires, as seen from the many potential dangers in the school building and the residents are relative children who must be protected. Therefore, a fire protection system is needed as an effort to overcome fire hazards. This study aims to determine the fire protection system installed in the Bandung X School Building has met the applicable standards. Data collection is done of observation and interviews. Next, gap analysis method is done next to compare the condition of fire protection system installed school building with the expected conditions so as to know the shortcomings of the fire protection system and can be given the recommendations may be the X school building in Bandung did. The results showed that the fire protection system installed at the Bandung X School Building had not fully met the standards that apply to buildings that are safe against fire hazards. Keywords: active protection, passive protection, preventif, fire