Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MEMOTIVASI DAN MEMBERIKAN PEMBELAJARAN YANG BERMAKNA Rosfiani, Okta; Maulana, Rijal; ‘Azzah Amirah, Liza; Fauzi, Muhammad Akmal; Sofiyah, Sofiyah
Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 11 No 2 (2025): Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : FKIP Universitas Al Washliyah Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/pedagogi.v11i2.1171

Abstract

This qualitative study seeks to evaluate the implementation of the demonstration method in Islamic Religious Education (PAI) learning and analyse its impact on learning motivation and the creation of meaningful learning for students. The background of the study is motivated by the phenomenon of PAI learning, which is often textual and less involved with concrete experiences, thus potentially reducing students' interest and profound understanding. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with teachers and students, and document analysis at SDN Pondok Ranji 03, South Tangerang City, Banten. This study involved several students and one PAI teacher as subjects. Data analysis used the Miles and Huberman thematic analysis technique. The research findings revealed that 1) the demonstration method significantly increased students' learning motivation through visualisation of worship practices (such as ablution, prayer, or Islamic history); 2) demonstrations create meaningful learning by connecting religious values with real-life contexts; and 3) supporting factors include teacher creativity, authentic media, and active student participation, while the main obstacles are time allocation and the readiness of facilities. The conclusion of the study confirms that the demonstration method has the potential as an innovative strategy in PAI to build emotional-intellectual engagement and internalisation of religious values. The implication is that educators need to design contextual and reflective demonstrations to optimise holistic Islamic religious education learning.
STRATEGI OPTIMALISASI TENAGA KERJA DALAM MEMENUHI PERMINTAAN PRODUKSI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DALAM PANDANGAN ISLAM Dwi Fitriani, Rizka; Kuswandi, Wandi; Maulana, Rijal; Heryana, Yuda; Heryadi, Yudi
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v4i1.183

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi perusahaan menghadapi permasalahan ketidakseimbangan antara jumlah pesanan yang diterima dengan kapasitas tenaga kerja yang tersedia. Kondisi ini menyebabkan proses produksi menjadi tidak optimal, pengiriman produk mengalami keterlambatan, serta kualitas produk menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi optimalisasi tenaga kerja yang tepat guna menjawab tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi tenaga kerja dapat dilakukan melalui penyesuaian perencanaan produksi berbasis permintaan, penguatan program pelatihan dan pengembangan karyawan, serta distribusi beban kerja yang seimbang. Selain itu, monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala diperlukan untuk menjaga efisiensi dan produktivitas tenaga kerja dalam jangka panjang.
Penyuluhan dan Penanganan Stunting di Desa Cikakak Sukabumi Rahmawati, Yuli Diani; Risnawati; Susanti, Nur; Tamba, Margareta; Chasanah, Amalia; Jitmau, Kesya Aprilia; Fitria, Shalky; Maulana, Rijal; Purnama Indah, Neng Susan Wulan; Safhira, Futri
Celebes Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2026): December - May
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v5i1.3554

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis pada balita yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Cikakak mengenai gizi seimbang, pola asuh, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan pendataan status gizi balita, penyuluhan gizi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal, edukasi PHBS, serta penguatan kapasitas kader posyandu dalam pemantauan pertumbuhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita terkait praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), penerapan pola makan yang lebih beragam, serta pemanfaatan pekarangan rumah untuk sumber pangan bergizi. Kader posyandu juga mengalami peningkatan keterampilan dalam pemantauan pertumbuhan balita dan konseling gizi sederhana. Meskipun terdapat tantangan berupa keterbatasan akses pangan bergizi dan kepercayaan lokal yang kurang mendukung, pendekatan partisipatif terbukti efektif meningkatkan penerimaan program. Kesimpulannya, intervensi terpadu yang melibatkan masyarakat, kader kesehatan, dan perguruan tinggi dapat menjadi model praktik baik yang berkontribusi pada percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
PERSEPSI GENERASI Z TERHADAP NILA-NILAI MODERASI BERAGAMA DARI DAKWAH MEDIA SOSIAL TIKTOK Rosfiani, Okta; Aulia, Vina; Fadhillah, Muhammad Rizky; A'zizah, Hikmatussalmah Nur; Maulana, Rijal; Islami, Muhammad Ridwan Al; Zamany, Alfia Zahra
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8861

Abstract

ABSTRACT The social media platform TikTok has become a significant medium for Islamic  preaching (dakwah), particularly among Generation Z. This quantitative study aims to analyze Generation Z's perceptions of religious moderation values conveyed through dakwah content on TikTok. Religious moderation in this study is understood as an attitude emphasizing balance, tolerance, non-violence, and harmony in religious life. The research uses a descriptive quantitative approach with a survey method. Data was collected through an online questionnaire distributed to 100 Generation Z respondents (born 1997-2012) who actively use TikTok and have been exposed to dakwah content on the platform. The results show that, in general, Generation Z's perceptions of the religious moderation values conveyed through TikTok dakwah tend to be positive. Most respondents view that the dakwah content they encounter emphasizes values of compassion, interfaith tolerance, and the rejection of radicalism. However, the findings also reveal variations in perception. On one hand, dakwah content presented creatively and in an accessible manner is considered effective in conveying messages of moderation. On the other hand, some respondents expressed skepticism regarding the depth of the material and concerns about the potential for oversimplified delivery or even the existence of dakwah content with exclusive nuances. The implication of this research is the importance for digital religious communicators to pay more attention to source credibility, depth of substance, and communication strategies that are creative yet comprehensive in spreading religious moderation values, so that the messages conveyed are not only viral but also foster a complete and balanced understanding for Generation Z. ABSTRAK Media sosial TikTok telah menjadi platform dakwah yang signifikan, terutama di kalangan Generasi Z. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis persepsi Generasi Z terhadap nilai-nilai moderasi beragama yang disampaikan melalui konten dakwah di TikTok. Moderasi beragama dalam studi ini dipahami sebagai sikap yang menekankan keseimbangan, toleransi, anti-kekerasan, dan keselarasan dalam kehidupan beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 100 responden Generasi Z (kelahiran 1997-2012) yang aktif menggunakan TikTok dan pernah terpapar konten dakwah di platform tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, persepsi Generasi Z terhadap nilai moderasi beragama dari dakwah TikTok cenderung positif. Sebagian besar responden memandang bahwa konten dakwah yang mereka temui lebih banyak menekankan pada nilai-nilai kerahmatan, toleransi antarumat beragama, dan penolakan terhadap radikalisme. Namun, temuan juga mengungkap adanya variasi persepsi. Di satu sisi, konten dakwah yang disajikan secara kreatif dan ringan dinilai efektif dalam menyampaikan pesan moderasi. Di sisi lain, sebagian responden menyatakan skeptisisme terhadap kedalaman materi dan kekhawatiran terhadap potensi penyampaian yang terlalu simplistik atau bahkan adanya konten dakwah yang justru bernuansa eksklusif. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya para pendakwah digital untuk lebih memperhatikan kredibilitas sumber, kedalaman substansi, dan strategi komunikasi yang kreatif namun tetap menyeluruh dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama.