Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor Kesiapan Implementasi Skema Avaibility Payment Pada Penyelenggaraan Infrastruktur Daerah Sari, Dian Perwita; Tamin, Rizal Z.; Mahani, Iris; Wibowo, Andreas
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v14i1.44999

Abstract

Implementasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan mekanisme Availability Payment (AP) menjadi solusi strategis dalam mengatasi keterbatasan anggaran dan kebutuhan pembangunan infrastruktur. Namun, keberhasilan skema ini sangat bergantung pada kesiapan daerah yang dapat diukur melalui indikator yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang menjadi dasar dalam penilaian kesiapan daerah dalam mengimplementasikan skema KPBU AP pada pembangunan infrastruktur di tingkat kabupaten/kota. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis tematik, yang melibatkan kajian terhadap peraturan perundang-undangan, sistem penilaian kesiapan yang dikembangkan oleh organisasi internasional seperti The World Bank, UNECE, dan UNESCAP, serta literatur ilmiah terindeks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakotr utama dalam penilaian kesiapan daerah meliputi kerangka peraturan dan kebijakan, kerangka kelembagaan dan kapasitas pemerintah, kondisi lingkungan ekonomi, sosial, dan politik, kemampuan finansial dan akses keuangan, serta kapasitas penyedia jasa dalam mendukung implementasi proyek KPBU AP. Penelitian ini bersifat konseptual dan berkontribusi dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penilaian kesiapan daerah tanpa mengembangkan sistem pengukuran spesifik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya dalam mengembangkan instrumen evaluasi kesiapan daerah serta mendukung perumusan kebijakan yang lebih adaptif, meningkatkan daya tarik proyek bagi sektor swasta, serta memastikan keberlanjutan penyelenggaraan infrastruktur melalui skema KPBU AP.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK RAMAH rajiman, rajiman; Sari, Dian Perwita; Suhardi, Suhardi
Jurnal Dedikasi untuk Negeri Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UML

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jdn.v4i1.4546

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi tepat guna berbasis pemanfaatan abu sekam padi sebagai pengganti sebagian semen dalam pembuatan paving block di Desa Sendang Mulyo, Kabupaten Lampung Tengah. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah belum optimalnya pengelolaan limbah sekam padi serta tingginya ketergantungan terhadap semen sebagai bahan konstruksi utama. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan teknis yang meliputi sosialisasi, praktik pembakaran sekam padi secara terkendali, pencampuran material, dan pencetakan paving block dengan substitusi abu sekam padi sebesar 10% dari berat semen. Evaluasi dan monitoring dilakukan melalui observasi langsung, diskusi dengan peserta, serta analisis situasi pascapelatihan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat mampu mengaplikasikan teknologi tersebut secara mandiri tanpa kendala teknis berarti. Temuan ilmiah menunjukkan adanya perubahan persepsi masyarakat terhadap limbah sekam padi menjadi sumber daya bernilai guna, potensi pengurangan penggunaan semen, serta peluang efisiensi biaya produksi paving block. Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Analisis Time Cost Trade Off sebagai Strategi Percepatan Proyek untuk Efisiensi Pembangunan Gedung Laboratorium Teknik 4 Institut Teknologi Sumatera Septi, Fadillah Tri; Sari, Dian Perwita
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v10i1.22126

Abstract

Project delays in construction are complex issues that have a significant impact on increasing costs and completion time. This study aims to analyze the optimal project acceleration strategy for the construction of the Engineering Laboratory Building (GLT) 4 at ITERA, which is experiencing delays, by applying the Time Cost Trade Off (TCTO) method. This quantitative research compares three alternative acceleration strategies: adding working hours (overtime), adding work shifts, and adding labor and heavy equipment. Primary data was obtained through interviews with the contractor, while secondary data included the time schedule, the Budget Plan (RAB), and other project documents. The analysis was conducted by compiling a critical work network, calculating normal duration and costs, and analyzing the crash duration and crash cost for each alternative. The results show that the project's normal condition has a duration of 224 days with a total cost of Rp 16,927,594,301. All three acceleration strategies proved effective in reducing both duration and cost. The strategy of adding labor and heavy equipment proved to be the most optimal, resulting in a duration of 163 days (time efficiency of 27.23%) with the highest cost efficiency of 5.75%. The alternative of adding work shifts resulted in the fastest duration of 161 days (time efficiency of 28.13%), but with lower cost efficiency (4.92%). Meanwhile, adding overtime hours was the weakest alternative with a duration of 178 days (time efficiency of 20.54%) and a cost efficiency of 3.51%. The research confirms that adding resources (labor and equipment) provides the most beneficial time-cost trade-off for this project, where the indirect cost savings from shortening the heavy equipment rental period are greater than the additional direct costs.
Bantuan Teknis Desain Konstruksi Beton Non-Struktural Berbasis Pemanfaatan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant untuk Mendukung Infrastruktur Berkelanjutan Ribowo, Anggarani Budi; Maini, Miskar; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Sari, Dian Perwita; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1233

Abstract

Industri konstruksi seperti batching plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) menghasilkan limbah berupa sisa beton mengeras, slurry pencucian mixer, agregat terkontaminasi semen, serta residu aspal halus yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung penerapan infrastruktur berkelanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah konstruksi sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural. Program dilaksanakan melalui tahapan identifikasi jenis dan volume limbah (±1–2 ton per minggu), pengolahan awal (pengeringan, penghancuran, dan pengayakan), perancangan komposisi campuran (mix design), pencetakan produk, curing selama 28 hari, serta pengujian kuat tekan dan daya serap air. Hasil perancangan menghasilkan batako berdimensi 40 × 20 × 10 cm, paving block 20 × 10 × 6 cm, serta saluran beton pracetak dengan lebar 40–85 cm dan tinggi 45–60 cm. Secara teknis, agregat limbah batching plant efektif sebagai substitusi parsial agregat alami, sedangkan residu AMP berfungsi sebagai filler yang meningkatkan kepadatan dan menurunkan porositas beton. Produk yang dihasilkan memenuhi kriteria mutu beton non-struktural untuk aplikasi pagar, perkerasan pejalan kaki, dan saluran drainase kawasan industri skala kecil–menengah maupun saluran irigasi. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan timbulan limbah, efisiensi biaya material, serta penguatan prinsip ekonomi sirkular dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.