Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MEDIA VCD INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ASPEK MENDENGARKAN DI SD KELAS V SARI, VITA IKA
Sasando Vol 1 No 1 (2018): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v1i1.8

Abstract

Topik ini dipilih karena pengalaman siswa akan dunia nyata masih kurang, sehingga ketercapaian tujuan pembelajaran tidak maksimal. Besarnya biaya operasional pembelajaran di luar kelas mengakibatkan pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas dengan media seadanya.Belum lagi media VCD tematis yang hanya menyuguhkan foto atau gambar diam sehingga kurang menarik siswa. Permasalahan yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana karakteristik media VCD Interaktif yang digunakan di sekolah, bagaimana prinsip/kaidah media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II, dan bagaimana prototipe media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II. Tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah Mendeskripsikan karakteristik media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II, merumuskan prinsip/kaidah media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II, dan menyusun prototipe media VCD interaktif  pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II. Penelitian ini menggunakan pendekataran Research and Development (R&D) dari Borg dan Gall (1983:775?776) yang telah diadaptasi oleh Sukmadinata menjadi sepuluh langkah, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data/informasi tentang kebutuhan produk pengembangan; (2) perencanaan penyusunan produk pengembangan; (3) membuat rancangan/draf produk pengembangan; (4) uji coba lapangan awal; (5) revisi terhadap rancangan awal produk pengembangan; (6) uji coba lapangan awal; (7) revisi terhadap produk hasil uji lapangan; (8) uji coba operasional/uji pelaksanaan lapangan; (9) revisi produk akhir; (10) diseminasi dan implementasi.
BAHASA FIGURATIF DAN CITRAAN DALAM CERPEN HUJAN, SENJA, DAN CINTA KARYA SENO GUMIRA Rahmatika, Ais; Anwar, Syamsul; Sari, Vita Ika
Sasando Vol 1 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v1i2.25

Abstract

Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang khas karena berbeda dengan pemakaian bahasa sehari-hari. Kekhasan ini tentu memiliki fungsi tersendiri dalam sebuah penulisan karya sastra. Cerpen Hujan, Senja, dan Cinta karya Seno Gumira Adjidarma mengandung gaya bahasa yang mampu membuat pembaca terpesona oleh kepintarannya mengolah kata demi kata dalam cerpennya. Kajian stilistika yang dikhususkan pada bahasa figuratif dan citraan dalam cerpen HSC menunjukkan bahwa terdapat banyak gaya bahasa yang digunakan Seno untuk mengemas cerpen tersebut menjadi apik dan menarik. Bahasa figuratif mencakup bahasa kias dan sarana retoris. Bahasa kias yang digunakan Seno dalam cerpennya meliputi gaya bahasa personifikasi, simile, metafora dan metonimi. Sarana retoris yang digunakan Seno meliputi repetisi (aliterasi, kombinasi aliterasi, asonansi, anafora, epistrofa), pleonasme dan hiperbola. Jadi, Seno memakai sarana retoris dengan menggunakan bahasa figuratif. Selanjutnya, citraan yang digunakan Seno dalam cerpen HSC didominasi oleh citraan penglihatan. Selain itu, terdapat pula citraan pendengaran dan citraan gerak atau kinestatik.
KEDWIBAHASAAN PADA NOVEL LOVE SPARKS IN KOREA KARYA ASMA NADIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Putri, Shintya Anggun Kencana; Mulyati, Sri; Sari, Vita Ika
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8, No 2 (2020): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v8i2.43380

Abstract

This study aims to describe: (1) the bilingualism of the novel Love Sparks In Korea by Asma Nadia; (2) describe the implications of bilingual learning in the novel Love Sparks In Korea by Asma Nadia. This study uses a sociolinguistic study with a sociological approach, the data source comes from the novel Love Sparks In Korea by Asma Nadia, the data form in the form of speech fragments. Data collection techniques using the method of reading with reading techniques. The technique of presenting the results of the data analysis used is informal technique. Based on the results of bilingual studies found in the novel Love Sparks In Korea by Asma Nadia, they consist of (1) compound bilingualness totaling 5 data: 11.4%, (2) coordinative bounty totaling 9 data: 20.4%, (3) subordinative bilingualism totaling 30 data: 68.2%. The results of this study can be used as a reference in language learning activities in high school. Through this learning students are expected to be able to understand the various languages used daily, and have a positive impact on future lives
DIKSI DAN CITRAAN PADA NOVEL ARAH LANGKAH SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA JENJANG SEKOLAH MENENGAH ATAS Mulanto, Ade; Purwanto, Burhan Eko; Sari, Vita Ika
Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter Vol 6, No 2 (2021): Edisi Mei - Agustus 2021
Publisher : Jurnal Inovasi Pembelajaran Karakter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan pentingnya pemahaman kata-kata dalam membaca suatu novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) diksi pada novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. (2) Citraan pada Novel Arah Langkah karya Fiersa besari. (3) Mendeskripsikan Implikasi penggunaan diksi dan citraan pada novel Arah Langkah karya Fiersa Besari terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data yang digunakan adalah buku Arah Langkah karya Fiersa Besari terbitan Media kita tahun 2018. Wujud data yang digunakan adalah penggalan novel yang termuat dalam buku Arah Langkah karya Fiersa Besari yang mengandung diksi dan citraan. Pengumpulan data menggunakan teknik baca, simak, dan catat. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Pada tahap penyajian digunakan metode formal. Hasil penelitian yang ditemukan pada novel Arah Langah karya Fiersa Besari , yaitu Diksi yang paling banyak digunakan yaitu kata dengan realitas alam, sedangkan citraan yang paling banyak ditemukan yaitu citraan penglihatan. Tema yang terkandung dalam diksi dan citraan dalam novel dominan pada persahabatan, cinta dan petualangan Implikasi hasil penelitian terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, yaitu hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif unuk bahan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA, karena di dalamnya terdapat nilai moral, religius, dan banyak menampilkan budaya Indonesia dari berbagai ras dan suku.
MEMBACA PUISI DENGAN METODE MEMBACA ESTETIK PADA SISWA SMK N 1 SLAWI Sari, Vita Ika; Triana, Leli; Nirmala, Afsun Aulia; Anwar, Syamsul
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: SEMINAR NASIONAL LALONGET I
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v0i0.3775

Abstract

This dedication shows that the lack of stability of the concept and aesthetic reading process is one of the obstacles that inhibits the fostering of the appreciation of the literature of students of SMK N 1 Slawi. The purpose of this dedication is 1) Identifying the ability to read literary texts, especially reading poetry in students of SMK N 1 Slawi. 2) Describe the application of aesthetic reading in literary learning, especially reading poetry at SMK N 1 Slawi. The method used in this service is a qualitative instrumental approach. Where this dedication will produce new methods in reading aesthetics. The sample in this service is class XI student of SMK N 1 Slawi. Data collection techniques used were observation, interviews, observations on all parties involved in the implementation of this service. The results of this dedication of 10% of students are able to read poetry well and by 90% of students have not been able to read poetry well in the first meeting. There was an increase in the ability to read poetry after being given aesthetic reading stimulus by the team, that is 70% of students were skilled in reading poetry and 30% of students had difficulty in determining gestures and appreciation.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MEDIA VCD INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ASPEK MENDENGARKAN DI SD KELAS V SARI, VITA IKA
Sasando Vol 1 No 1 (2018): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v1i1.8

Abstract

Topik ini dipilih karena pengalaman siswa akan dunia nyata masih kurang, sehingga ketercapaian tujuan pembelajaran tidak maksimal. Besarnya biaya operasional pembelajaran di luar kelas mengakibatkan pembelajaran hanya dilakukan di dalam kelas dengan media seadanya.Belum lagi media VCD tematis yang hanya menyuguhkan foto atau gambar diam sehingga kurang menarik siswa. Permasalahan yang dibahas dalam artikel ini adalah bagaimana karakteristik media VCD Interaktif yang digunakan di sekolah, bagaimana prinsip/kaidah media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II, dan bagaimana prototipe media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II. Tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah Mendeskripsikan karakteristik media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II, merumuskan prinsip/kaidah media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II, dan menyusun prototipe media VCD interaktif pada pelajaran bahasa Indonesia di SD/MI kelas V semester II. Penelitian ini menggunakan pendekataran Research and Development (R&D) dari Borg dan Gall (1983:775–776) yang telah diadaptasi oleh Sukmadinata menjadi sepuluh langkah, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data/informasi tentang kebutuhan produk pengembangan; (2) perencanaan penyusunan produk pengembangan; (3) membuat rancangan/draf produk pengembangan; (4) uji coba lapangan awal; (5) revisi terhadap rancangan awal produk pengembangan; (6) uji coba lapangan awal; (7) revisi terhadap produk hasil uji lapangan; (8) uji coba operasional/uji pelaksanaan lapangan; (9) revisi produk akhir; (10) diseminasi dan implementasi.
Bahasa Figuratif dan Citraan dalam Cerpen Hujan, Senja, dan Cinta Karya Seno Gumira Rahmatika, Ais; Anwar, Syamsul; Sari, Vita Ika
Sasando Vol 1 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v1i2.25

Abstract

Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang khas karena berbeda dengan pemakaian bahasa sehari-hari. Kekhasan ini tentu memiliki fungsi tersendiri dalam sebuah penulisan karya sastra. Cerpen Hujan, Senja, dan Cinta karya Seno Gumira Adjidarma mengandung gaya bahasa yang mampu membuat pembaca terpesona oleh kepintarannya mengolah kata demi kata dalam cerpennya. Kajian stilistika yang dikhususkan pada bahasa figuratif dan citraan dalam cerpen HSC menunjukkan bahwa terdapat banyak gaya bahasa yang digunakan Seno untuk mengemas cerpen tersebut menjadi apik dan menarik. Bahasa figuratif mencakup bahasa kias dan sarana retoris. Bahasa kias yang digunakan Seno dalam cerpennya meliputi gaya bahasa personifikasi, simile, metafora dan metonimi. Sarana retoris yang digunakan Seno meliputi repetisi (aliterasi, kombinasi aliterasi, asonansi, anafora, epistrofa), pleonasme dan hiperbola. Jadi, Seno memakai sarana retoris dengan menggunakan bahasa figuratif. Selanjutnya, citraan yang digunakan Seno dalam cerpen HSC didominasi oleh citraan penglihatan. Selain itu, terdapat pula citraan pendengaran dan citraan gerak atau kinestatik.