Muhamad Achmad Chozin
Department Of Agronomy And Horticulture, Faculty Of Agriculture, IPB University (Bogor Agricultural University), Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, INDONESIA

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Keefektifan Bioherbisida Berbahan Dasar Umbi Teki dengan Surfaktan dalam Menekan Perkecambahann Muhamad Achmad Chozin; Adolf Pieter Lontoh; Arsa, Agung Jat Wibowo
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.037 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.29209

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa larutan tepung umbi teki berpotensi sebagai bioherbisida pratumbuh untuk mengendalikan gulma berdaun lebar. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat konsentrasi larutan tepung umbi teki yang efektif, mendapatkan informasi jenis surfaktan yang efektif digunakan untuk campuran larutan tepung umbi teki dalam menghambat perkecambahan, dan mengetahui interaksi antara larutan dengan penambahan surfaktan terhadap perkecambahan. Percobaan dilakukan pada Februari-April 2019 di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan IPB. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu perlakuan surfaktan yang terdiri dari A0 (tanpa surfaktan), A1 Tween 80, A2 Triethanolamin (TEA), dan A3 Nonylphenol 10 (NP10) pada konsentrasi 2%. Faktor kedua perlakuan konsentrasi larutan yaitu K0 (kontrol), K1 (45 g L-1), K2 (90 g L-1), dan K3 (135 g L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan tepung umbi teki berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter perkecambahan. Selain menekan persentase benih yang berkecambah, larutan dapat menghambat kecepatan tumbuh dan meningkatkan persentase kecambah abnormal. Respon terhadap konsentrasi bersifat linier dan belum efektif menekan perkecambahan pada media tanah. Jenis surfaktan yang digunakan tidak nyata meningkatkan keefektifan bioherbisida. Tumbuhan berdaun lebar selada dan Asystasia gangetica lebih peka terhadap perlakuan dibandingkan dengan padi. Kata kunci: alelopati, Asystasia gangetica, bioherbisida, Cyperus rotundus, pertanian berkelanjutan
Keefektifan Bioherbisida Berbahan Baku Teki (Cyperus rotundus) untuk Mengendalikan Beberapa Jenis Gulma pada Pertanaman Padi Sawah Muhammad Ridwan; Dwi Guntoro; Muhamad Achmad Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 10 No. 3 (2022): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v10i3.46452

Abstract

Produksi padi di lapangan pada umumnya masih berada di bawah potensi produksinya. Salah satu faktor penyebabnya adalah persaingan antara tanaman padi dan gulma. Inovasi yang dapat diterapkan dalam pengendalian gulma adalah aplikasi bioherbisida. Bioherbisida yang digunakan adalah bioherbisida dari senyawa alelopati yang dihasilkan tumbuhan. Senyawa alelopati dapat menekan bahkan mematikan tumbuhan lain di sekitarnya. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku bioherbisida adalah gulma teki (Cyperus rotundus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioherbisida berbahan baku teki (Cyperus rotundus L.) di lahan pertanaman padi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktor tunggal dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol tanpa penyiangan (P0), kontrol penyiangan manual (P1), bioherbisida granul 22.5 kg tepung ha-1 (P2), bioherbisida granul 45 kg tepung ha-1 (P3), bioherbisida granul 67.5 kg tepung ha-1 (P4), bioherbisida larutan 45 kg tepung ha-1 (P5), herbisida pratumbuh Oksifluorfen 2.0 L ha-1 (P6). Hasil percobaan menunjukan bahwa aplikasi bioherbisida teki formulasi granul dosis 45 kg ha-1, dosis 67.5 kg ha-1, dan formulasi larutan dosis 45 kg ha-1 dapat menekan pertumbuhan gulma Ludwigia octovalvis, Pistia stratiotes, dan Paspalum distichum dibandingkan dengan kontrol penyiangan manual di lahan pertanaman padi. Aplikasi bioherbisida teki dapat meningkatkan hasil panen dan tidak menimbulkan toksisitas terhadap tanaman padi. Kata kunci: alelopati, bioherbisida, toksisitas
Efektivitas Waktu Pemberian Bioherbisida Ekstrak Tetracera indica (L.) Merr. pada Pengendalian Gulma Pertanaman Brokoli Fahrul Rozy Pohan; Dwi Guntoro; Muhamad Achmad Chozin
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 2 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i2.47136

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L.) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam famili kubis-kubisan. Kebutuhan brokoli di Indonesia semakin meningkat setiap tahun tetapi, mutu brokoli harus ditingkatkan dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia khususnya pada pengendalian gulma. Tetracera indica (L.) Merr. berpotensi sebagai bioherbisida karena mengandung zat alelopati. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh waktu pemberian ekstrak Tetracera indica (L.) Merr. terhadap efektivitas pengendalian gulma pada tanaman brokoli. Penelitian dilaksanakan di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mulai Januari-April 2019. Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal. Faktor perlakuan adalah waktu aplikasi ekstrak T. Indica (0, 1, 2, 3 MST) disertai kontrol dan penyiangan manual. Setiap bedengan disemprot dengan dosis 100 kg ha-1 hingga volume semprot 400 L ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Tetracera indica berpotensi sebagai bioherbisida pada fase pascatumbuh (post-emergence) gulma tanaman brokoli. Waktu aplikasi 3 MST mampu menekan pertumbuhan gulma dan tidak berpengaruh terhadap brokoli. Kata kunci: alelopati, bobot gulma, brokoli, waktu aplikasi
Identification of Morpho-Physiological and Yield Traits of Sweet Corn Hybrids at Various Shade Levels Endah Dwi Susanti; Muhamad Achmad Chozin; Arya Widura Ritonga; Dwiwanti Sulistyowati
Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture Vol 38, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/carakatani.v38i2.73567

Abstract

The selection of shade-tolerant sweet corn under intercropping conditions is necessary to provide adaptive superior cultivars for agroforestry systems. Until recently, there have not been many reports of superior varieties of sweet corn tolerant to low light. This study aimed to determine the differences in the morphological, physiological and production responses of 25 hybrid sweet corn genotypes to low light intensity. This study used a nested design with three replications. The factors tested were the shade level (0%, 25%, 50% and 75%) and the genotype of hybrid corn. The results showed that most of the hybrid corn genotypes tested showed an increase in production at 25% shade, while at 50% and 75% shade, they showed a decrease in production. Based on relative production at 25% shade, the genotypes can be split into three groups: sensitive, moderate and tolerant. The tolerant genotype including F1 T8-2A x SM12-2 (G6); Exotic (G13); Talenta (G15); Golden boy (G16); F1 SM12-2 x T9-2 (G20) provided the highest increase in morpho-physiological characters and yields compared to the moderate and sensitive. In all genotype groups, morphological variables (number of leaves, leaf area, stem diameter and relative growth rate), physiological variables (stomata conductance, photosynthetic rate, and total dissolved solids (TDS)), and yield variables (length, diameter, number, weight and unhusked weight of ears) were significantly higher in the no-shade than in the shaded conditions. These findings can be used as a basis for sweet corn planting recommendations under shade condition areas such as in agroforestry systems.
Performance Evaluation of a Modified Granulator Based on Operating Parameters for Bioherbicide Granule Production Gatot Pramuhadi; Muhamad Achmad Chozin; Endang Gunawan; Vitho Alveno; Kusuma Darma
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 15 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v15i2.554-561

Abstract

Bioherbicide granules is a new innovation in weed control produced using a granulator machine. This study aimed to evaluate the performance of a modified pan granulator prototype intended for bioherbicide granule production. Wheat flour and tapioca flour were used as starch-based substitute materials to assess the mechanical performance of the granulator. Granulation performance was evaluated by varying the pan inclination angle, pan rotational speed, and spraying duration. The experimental treatments consisted of two inclination angles (40° and 45°), two rotational speeds (15 rpm and 35 rpm), and three spraying durations (20 s, 30 s, and 40 s). The results showed that the machine produced granules with an average diameter ranging from 4.01 mm to 6.08 mm and diameter uniformity between 90.80% and 96.23%. Increasing the spraying duration enhanced inter-particle bonding, resulting in larger granule diameters, while increasing the pan rotational speed from 15 rpm to 35 rpm reduced granule size due to stronger material–scraper interactions. The most favorable granulation performance among the tested conditions was obtained at pan inclination angle of 40° and rotational speed of 35 rpm, producing average granule diameters <5 mm that in accordance with SNI 7698:2011. Higher rpm resulted in more stable granule diameter uniformity, indicating improved particle homogeneity.