Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Produk dan Akad dalam Layanan Hotel Syariah Inayah: Analisis Normatif Implementasi Akad Hybrid dalam Bisnis Perhotelan Syariah di Indonesia : Penelitian Rustamunadi, Rustamunadi; Sulastri, Ida; Yakin, Ikin Ainul
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6033

Abstract

Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Pancasila mengembangkan konfigurasi sistem ekonomi ganda (dual economic system) yang mengintegrasikan ekonomi konvensional dan ekonomi syariah dalam satu kerangka hukum nasional. Integrasi tersebut tidak hanya bersifat normatif-konstitusional, tetapi juga berkembang secara institusional melalui berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor jasa dan industri perhotelan berbasis syariah. Dalam konteks ini, muncul kebutuhan untuk melakukan elaborasi akademik terhadap konstruksi akad yang digunakan dalam praktik operasional lembaga jasa syariah, khususnya pada aspek kepastian hukum, kesesuaian syariah, dan efektivitas implementasi akad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konstruksi normatif produk dan akad dalam layanan Hotel Inayah Syariah yang dikelola oleh Pusat KPRI Serang Cilegon. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi dan analisis implementasi akad ijarah, ujrah, bai’ al-istishna’, serta konstruksi hybrid contract (akad murakkab) dalam praktik operasional layanan perhotelan syariah. Analisis juga diarahkan pada hubungan antara struktur akad dengan prinsip-prinsip fikih muamalah, serta kesesuaiannya dengan regulasi nasional dan fatwa Dewan Syariah Nasional–Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual dalam fikih muamalah, serta pendekatan normatif terhadap fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur akad dalam layanan hotel syariah tidak bersifat tunggal dan sederhana, melainkan bersifat multidimensional dan terintegrasi. Kombinasi antara akad tijarah dan tabarru’ menjadi karakter utama dalam desain layanan, yang menunjukkan adanya fleksibilitas hukum Islam dalam merespons kebutuhan ekonomi modern. Selain itu, ditemukan bahwa implementasi hybrid contract memberikan ruang inovasi dalam pengembangan produk jasa syariah tanpa mengabaikan batasan syariah seperti larangan riba, gharar, dan ketidakjelasan objek akad. Penelitian ini menemukan bahwa kepastian hukum terhadap praktik akad dalam layanan hotel syariah diperkuat oleh sinkronisasi antara regulasi nasional, fatwa DSN-MUI, dan standar operasional berbasis syariah. Dengan demikian, integrasi akad dalam layanan Hotel Inayah Syariah dapat dipahami sebagai bentuk adaptasi hukum Islam yang bersifat dinamis, kontekstual, dan responsif terhadap perkembangan ekonomi kontemporer, tanpa menghilangkan prinsip fundamental syariah yaitu keadilan (al-‘adl), transparansi (shafafiyah), dan kemaslahatan (maslahah).
Analisis Yuridis Kedudukan Hukum Pensiunan PNS Sebagai Pengurus Koperasi di Lingkungan KPRI: Antara Legalitas Normatif dan Kontinuitas Kelembagaan Rustamunadi; Sulastri, Ida; Yakin, Ikin Ainul
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64221

Abstract

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) adalah badan usaha yang berlandaskan prinsip keanggotaan dan sistem ekonomi kekeluargaan, dibentuk untuk kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan dimensi ekonomi, sosial, dan kelembagaan yang terkait erat dengan struktur birokrasi negara. Artikel ini menganalisis status hukum pensiunan PNS sebagai pengurus KPRI di tengah ketidakjelasan normatif, meskipun tidak lagi berstatus ASN namun masih sering menjabat dalam kepengurusan koperasi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Analisis difokuskan pada harmonisasi antara Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, serta Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi. Hasil kajian menunjukkan adanya ketegangan normatif antara prinsip keanggotaan koperasi berbasis ASN aktif dengan praktik inklusi pensiunan dalam struktur pengurus koperasi. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa pensiunan PNS berada dalam wilayah hukum yang ambigu (legal grey area), sehingga penafsiran AD/ART tidak dapat melampaui norma hukum yang lebih tinggi berdasarkan asas lex superior derogat legi inferiori. Oleh karena itu, keterlibatan pensiunan PNS dalam kepengurusan koperasi hanya dapat dibenarkan apabila ditempatkan dalam fungsi profesional non-substantif yang tidak bertentangan dengan syarat legal formal organisasi koperasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kelembagaan KPRI agar lebih adaptif terhadap perubahan status kepegawaian, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam tata kelola koperasi.