Nurlatifah, Mufti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fact-Checking dan Jurnalisme Kolaboratif pada Platform Media Online Nurlatifah, Mufti
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.99 KB) | DOI: 10.24002/jik.v18i1.1871

Abstract

Perlawanan terhadap hoaks di Indonesia tidak hanya dilakukan melalui gerakan sosial, namun juga melalui praktik verifikasi informasi pada beragam media. Sejumlah media online melakukan perlawanan terhadap hoaks dengan melakukan fact-checking journalism. Praktik jurnalisme pemeriksa fakta yang dilakukan oleh media-media ini mengadaptasi konsep hipermedia milik Ireton dan Posetti dengan melakukan pemilahan informasi melalui tahapan verifikasi informasi. Mekanisme ini memadukan kemampuan mesin digital dalam menggali informasi dan kemampuan jurnalis dalam menyajikan hasil verifikasi informasi. Melalui analisis isi kualitatif, kajian ini mengelaborasi fact-checking journalism pada Tirto.id dan Kompas.com sebagai bentuk jurnalisme kolaboratif antara manusia dengan mesin untuk melawan hoaks.
The Evolution of Digital Violence in the Indonesian Media Ecosystem: An Analysis of the Patterns and Characteristics of Digital Attacks 2021-2025: Evolusi Kekerasan Digital dalam Ekosistem Media di Indonesia: Pola dan Karakteristik Serangan Digital Tahun 2021-2025 Nurlatifah, Mufti
Kanal: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebebasan bermedia di Indonesia mengalami tantangan serius seiring pergeseran pola represi dari kekerasan fisik menjadi kekerasan digital yang sistematis. Studi ini menganalisis pola serta karakteristik serangan digital terhadap jurnalis dan media pada periode 2021-2025 untuk memahami transformasi represi dalam ekosistem media digital. Penelitian dilakukan dengan metode analisis isi kualitatif terhadap 57 laporan yang dihimpun Aliansi Jurnalis Independen dan diperkuat dengan desk study guna menjamin keabsahan data. Kerangka analisis mengacu pada kategorisasi kekerasan digital AJI yang meliputi: malware, phising, hacking, doxing, impersonating, pelecehan daring, dan kekerasan berbasis gender daring. Hasil studi ini menunjukkan peretasan dan Distributed Denial of Service (DDoS) menjadi mekanisme serangan yang paling banyak terjadi. Website berita menjadi target utama serangan digital, yang mengindikasikan strategi sistematis untuk melumpuhkan infrastruktur produksi dan distribusi informasi. Selain itu, studi ini juga menunjukkan bahwa serangan digital tidak hanya menyasar media nasional namun juga media lokal. Temuan ini menunjukkan keterkaitan antara intensitas serangan dengan momentum politik yang sensitif, sekaligus pemanfaatan kelemahan sistem media sebagai celah terjadinya serangan digital. Penguatan infrastruktur keamanan digital pada akhirnya menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan kebebasan bermedia pada ekosistem digital.