UMKM Dejarumi merupakan usaha batik inklusif yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal. Namun, UMKM Dejarumi menghadapi kendala berupa keterbatasan produksi. Kapasitas produksi Dejarumi rata-rata 10 potong pakaian per minggu akibat penggunaan mesin jahit lama yang kurang efisien, sehingga diperlukan intervensi berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi melalui pengadaan mesin jahit high-speed serta pelatihan penggunaan bagi tenaga kerja. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, implementasi teknologi, pelatihan berbasis praktik langsung, dan evaluasi dampak. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas produksi sebesar 50% dan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktik UMKM Dejarumi, yaitu dari 61% menjadi 84%. Selain itu, kepercayaan diri dan keterampilan tenaga kerja disabilitas meningkat secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat memperkuat kinerja UMKM inklusif dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.