Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pendapatan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Siem Melalui Pendampingan pada Kelompok Tani Peternak Sapi Letis, Zulvia Maika
Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1: Juli 2024
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/jks.v7i1.4036

Abstract

Para petani atau peternak yang membentuk komunitas berdasarkan kesamaan lingkungan dengan tujuan peningkatan pengembangan usaha disebut kelompok tani. Kelompok tani dinaungi oleh sebuah komunitas atau lembaga agar usahanya dapat dikelola dengan baik untuk mencapai tujuan yang diiinginkan. Badan hukum yang dibentuk oleh Gampong dengan tujuan mengelola usaha, serta memanfaatkan kekayaan untuk kesejahteraan masyarakat gampong merupakanBUMG. Salah satu jenis BUMG yang dikelola oleh masyarakat gampong Siem, kecamatan Darussalam, kabupaten Aceh Besar ini adalah Produktivitas dalam hal Pemeliharaan/Penggemukan Sapi. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengetahui persoalan dalam proses penggemukan sapi dan pendapatan BUMG serta memberikan solusi dalam peningkatan pendapatan bagi kelompok Peternak Sapi gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Persoalan dalam meningkatkan pendapatan peternak anggota kelompok Tani (peternak) Gampong Siem yaitu rendahnya produktivitas hasil ternak serta rendahnya penawaran harga sapi.   Solusi yang dihasilkan dari kegiatan PKM ini kepada kelompok tani (Peternak) gampong Siem adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak mengenai teknis perkandangan yang layak, pembuatan` pakan bernutrisi dari fermentasi jerami. Metode pendekatan yang digunakan adalah sosialisasi/penyuluhan dan diskusi, pelatihan dan pedampingan. Hasil pelaksanaan kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa anggota Peternak BUMG gampong   Siem telah memiliki pemahaman, serta antusiasme yang semakin meningkat dalam pemanfaatan fermentasi jerami sebagai pakan dalam penggemukan sapi.
MENGINTEGRASIKAN LITERASI FISIOLOGI HEWAN DALAM KURIKULUM SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN SAINS Letis, Zulvia Maika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36780

Abstract

Problematika dalam integrasi literasi fisiologi hewan dalam kurikulum sekolah berfokus pada beberapa kendala utama. Pertama, keterbatasan fasilitas dan sumber daya menjadi penghalang bagi banyak sekolah, khususnya yang berada di daerah atau dengan anggaran terbatas. Banyak sekolah belum memiliki laboratorium yang memadai atau akses ke teknologi pembelajaran interaktif yang diperlukan untuk mendalami fisiologi hewan secara praktis. Kedua, keterbatasan pelatihan bagi guru dalam memahami dan mengajarkan topik-topik fisiologi hewan mengurangi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research atau penelitian kepustakaan. Sumber data utama penelitian ini terdiri dari artikel jurnal ilmiah dan laporan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 1). Bentuk integrasi literasi fisiologi hewan dalam kurikulum sekolah adalah literasi fisiologi hewan dapat diintegrasikan melalui metode pembelajaran berbasis proyek dan modul sains yang berfokus pada observasi langsung dan contoh nyata, seperti studi sistem tubuh hewan, untuk meningkatkan ketertarikan siswa pada sains. 2). Strategi mengintegrasikan literasi fisiologi hewan dalam kurikulum sekolah adalah mencakup kolaborasi dengan kebun binatang atau pusat penelitian, penggunaan teknologi interaktif, dan pelatihan guru. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa. 3). Tantangan mengintegrasikan literasi fisiologi hewan dalam kurikulum sekolah mencakup keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, dan waktu kurikulum yang padat. Solusi yang disarankan termasuk kolaborasi dengan institusi eksternal untuk memperkaya pembelajaran tanpa menambah beban biaya besar.