Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Algae Community Structure In Kumo Island, North Halmahera Lumuindong, Frans
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.48031

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Kumo Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepadatan, indeks keanekaragaman dan dominasi dari spesies makro alga yang ditemukan di lokasi penelitian, mendeskripsikan morfologi makro alga dari masing-masing spesies yang ditemukan di lokasi penelitian, menganalisis kepadatan, indeks keanekaragaman dan dominasi dari spesies makro alga yang ditemukan di lokasi penelitian. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Perbedaan setiap spesias disebabkan karena beberapa faktor lingkungan yaitu faktor fisika, faktor kimia dan faktor biologi. Kepadatan spesies pada Stasiun 3 lebih kecil dibandingkan dari Stasiun I dan 2. Indeks-indeks ekologi seperti keanekaragaman dan dominasi menunjukan bahwa keanekaragaman dan keadaan komunitas sedang pada ketiga stasiun penelitian, sedangkan untuk dominasi pada ketiga stasiun penelitian menunjukan dominasi rendah. Kata Kunci : indeks, makro, perairan, substrat, suhu Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Kumo Kabupaten Halmahera Utara. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepadatan, indeks keanekaragaman dan dominasi dari spesies makro alga yang ditemukan di lokasi penelitian, mendeskripsikan morfologi makro alga dari masing-masing spesies yang ditemukan di lokasi penelitian, menganalisis kepadatan, indeks keanekaragaman dan dominasi dari spesies makro alga yang ditemukan di lokasi penelitian. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Perbedaan setiap spesias disebabkan karena beberapa faktor lingkungan yaitu faktor fisika, faktor kimia dan faktor biologi. Kepadatan spesies pada Stasiun 3 lebih kecil dibandingkan dari Stasiun I dan 2. Indeks-indeks ekologi seperti keanekaragaman dan dominasi menunjukan bahwa keanekaragaman dan keadaan komunitas sedang pada ketiga stasiun penelitian, sedangkan untuk dominasi pada ketiga stasiun penelitian menunjukan dominasi rendah. Kata Kunci : indeks, makro, perairan, substrat, suhu
Variability Of Chlorophyll-A and Sea Surface Temperature in The Maluku Sea During El Nino Period 2023 Leksono, Anindito; Patty, Wilhelmina; Manu, Lusia; Rumengan, Inneke Fenny Melke; Budiman, Johny; Lumuindong, Frans
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.57199

Abstract

Oceanographic factors such as Sea Surface Temperature (SST) and Chlorophyll-a (Chl-a) during El Nino can make fishing easier. The research aims to analyze the variability of SST and Chl-a in the Maluku Sea during El Nino 2023 and determine the influence of El Nino on upwelling in the Maluku Sea. The method used uses SST from Remote Sensing data which has been validated using observation and Chl-a data. Rainfall data is used to ascertain the climatic conditions of the North and South Maluku Sea regions. Validation of remote sensing SST data with observations has a correlation coefficient of 0.677. The research results show that in the West Monsoon of North Maluku, the SST was 29.1ºC and Chl-a 0.24 mg/m3 due to the influence of La Nina 2022 as shown by the rainfall in February of 199 mm. During the transition monsoon, the SST in the North Maluku Sea is 29.3 ºC higher than the South 29.8ºC. The East Monsoon SST in the Southern Maluku Sea experiences a decrease in temperature reaching 27.9 ºC and Chl-a of 075 mg/m3. Transition Monsoon II SST is 30ºC and Chl-a 0.21 mg/m3. The research concludes that the El Nino phenomenon that will occur in 2023 will affect upwelling in the Maluku Sea by 84%. There is a mismatch between the Chl-a peak in August SST and the SPL peak that occurred in September. When El Nino 2023 occurs, Chl-a is higher in the southern part of the Maluku Sea compared to the northern part, as is the SST. Keywords: SST, Chl-a, East monsoon, El Nino, Upwelling Abstrak Mengetahui faktor oseanografi seperti Suhu Permukaan Laut (SPL) dan Klorofil-a (Chl-a) saat El Nino dapat mempermudah penangkapan ikan. Tujuan penelitian untuk menganalisis variabilitas SPL dan Chl-a di Laut Maluku saat terjadi El Nino 2023 dan mengetahui pengaruh El Nino terhadap upwelling di Laut Maluku. Metode yang digunakan menggunakan data Penginderaan Jauh SPL yang telah di validasi menggunakan data obsevasi dan Chl-a. data curah hujan digunakan untuk memastikan kondisi iklim wilayah Laut Mauluku bagian Utara dan Selatan. Validasi data SPL penginderaan jauh dengan observasi memiliki korefisien korelasi sebesar 0.677. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada Musim Barat Laut Maluku bagian Utara dengan SPL 29.1ºC dan Chl-a 0.24 mg/m3 dikarenakan pengaruh La Nina 2022 yang ditunjukkan dari curah hujan bulan Februari sebesar 199 mm. Saat Musim peralihan SPL di Laut Maluku bagian Utara 29.3 ºC lebih tinggi dari bagian Selatan 29.8ºC. Musim Timur SPL di Laut Maluku bagian Selatan mengalami penurunan suhu mencapai 27.9 ºC dan Chl-a sebesar 075 mg/m3. Musim Peralihan II SPl sebesar 30ºC dan Chl-a 0.21 mg/m3. Kesempulan penelitain adalah ini Fenomena El Nino yang terjadi pada tahun 2023 mempengaruhi upwelling di laut maluku sebasar 84%. Terjadi ketidak seuaian antara puncak Chl-a bulan Agustus SPL dengan puncak SPL yang terjadi bulan September. Saat terjadi El Nino 2023 Chl-a lebih tinggi di Laut Maluku bagian Selatan jika dibandingkan bagian Utara, begitu pula dengan SPL. Kata kunci: SPL, Chl-a, Musim Timur, El Nino, Upwelling
Nudibranchia Species, Water Quality and Substrate at Malalayang Dua Beach, Manado City Dairivaldo, Kettang Legrant; Paulus, James J.H.; Lumuindong, Frans; Kemer, Kurniati; Pelle, Wilmy E.; Ompi, Medy
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.60767

Abstract

This research used the exploration method, where a dive team of three people descended to a subtidal depth of 3 to 10 meters. The dive team surveyed this site for 40 minutes. Measurements of environmental parameters seawater temperature, salinity, pH, dissolved oxygen (DO), Total Dissolved Solids (TDS), and turbidity—were taken using a Horiba U-536 and pH meter. The results identified 11 species. The average pH was 8.24 at Station A (Gasoline Station) and 8.06 at Station B (Malalayang Beach Walk). The average seawater temperature was 28.69°C at Station A and 29.08°C at Station B. Turbidity was 0 NTU at both stations. The dose of dissolved oxygen (DO) was 6.77 mg/L at Station A and 6.92 mg/L at Station B. The salinity was 31.49 ppt at Station A and 31.35 ppt at Station B. Except for TDS, all environmental parameters support Nudibranchia's life. Total Dissolved Solids (TDS) values were 57.73 g/L at Station A and 57.33 g/L at Station B, respectively. These TDS values are unsuitable for benthic marine life since they do not fit their range tolerances. Nudibranchia attached on substrates variations from dead coral with algae (DCA), sponge, algae, and dead coral fragments. The most dominant substrate occupied by Nudibranchia was dead coral with algae (DCA). Keywords: Nudibranchia, Species, Water Quality, Substrate, Malalayang Dua Abstrak Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi, di mana tim penyelam yang terdiri dari tiga orang turun ke kedalaman subtidal 3 hingga 10 meter. Tim penyelam melakukan survei di lokasi ini selama 40 menit. Pengukuran parameter lingkungan seperti suhu air laut, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), Total Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan diambil menggunakan Horiba U-536 dan pH meter. Hasil penelitian mengidentifikasi 11 spesies. Rata-rata pH adalah 8,24 di Stasiun A (Gasoline Station) dan 8,06 di Stasiun B (Malalayang Beach Walk). Suhu air laut rata-rata adalah 28,69°C di Stasiun A dan 29,08°C di Stasiun B. Kekeruhan adalah 0 NTU di kedua stasiun. Oksigen terlarut (DO) adalah 6,77 mg/L di Stasiun A dan 6,92 mg/L di Stasiun B. Salinitas adalah 31,49 ppt di Stasiun A dan 31,35 ppt di Stasiun B. Kecuali untuk TDS, semua parameter lingkungan mendukung kehidupan Nudibranchia. Nilai Total Dissolved Solids (TDS) adalah 57,73 g/L di Stasiun A dan 57,33 g/L di Stasiun B. Nilai TDS ini tidak sesuai dengan toleransi kehidupan ‘benthic’ dasar. Dalam penelitian ini, diasumsikan bahwa konsentrasi TDS juga tidak sesuai untuk Nudibranchia. Nudibranchia menempel pada variasi substrat seperti dead coral with alga (DCA), spons, alga, dan pecahan karang mati. Substrat yang paling dominan ditempati oleh Nudibranchia adalah dead coral with alga (DCA). Kata Kunci: Nudibranchia, Jenis-jenis, Kualitas Air, Substrat, Malalayang Dua.