Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REMEDIASI MISKONSEPSI RANGKAIAN LISTRIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF BERBANTUAN PhET SIMULATION DI SMA PAMUNGKAS, TRI BINTANG; Sahala Sitompul, Stepanus; ., Hamdani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 5, No 9 (2016): September 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.336 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan konflik kognitif berbantuan PhET Simulation dalam meremediasi miskonsepsi siswa kelas X SMA Kemala Bhayangkari pada materi rangkaian listrik. Bentuk penelitian berupa pre-experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian ini melibatkan 20 siswa. Hasil analisis data menunjukkan miskonsepsi siswa pada tes awal sebesar 71% dan miskonsepsi siswa pada tes akhir sebesar 19%. Sehingga, terjadi penurunan miskonsepsi siswa sebesar 52%. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan uji McNemar diperoleh 2hitung (7,41)   2tabel (3,84). Dinyatakan terjadi perubahan konsepsi yang signifikan setelah remediasi dengan menerapkan pendekatan konflik kognitif berbantuan PhET Simulation pada materi rangkaian listrik. Efektivitas remediasi diperoleh berdasarkan nilai Cohen’ standard effect size sebesar 1,476 dalam kategori tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran ataupun kegiatan remediasi untuk mengatasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa. Kata kunci: Miskonsepsi, Pendekatan Konflik Kognitif, PhET. Abstract: This research aims to find out the effects of using PhET simulation-assisted cognitive conflict approach in the tenth grade of SMA Kemala Bhayangkari in the lesson on electric circuit. This research was in the form of pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The research involved 20 students. The result showed that the students’ misconception in the pretest was 71% and 19% in the posttest. Thus, there was a decline of 52% in student misconception. The calculation using the McNemar test resulted in 2count (7.41) > 2table (3.84). So, there was a significant change of conception after remediation using PhET simulation-assisted cognitive conflict approach in the electric circuit lesson. The effectiveness of remediation was obtained based on the value of Cohen's standard effect size of 1.476 in the high category. This research is expected to be used as an alternative in the instruction or remediation activities to address misconceptions among students. Keywords: Misconception, Cognitive Conflict Approach, PhET.
Pengaruh Social Media, Employer Branding dan Digital Influencer Terhadap Intention to Apply pada Perusahaan Startup (Studi Kasus pada Perusahaan PT Shopee International Indonesia) Pamungkas, Tri Bintang; Prihadi, Deddy; Prasetyo, Faiz Irsyad
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i4.8857

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola rekrutmen tenaga kerja, termasuk pada perusahaan startup seperti PT Shopee International Indonesia. Dalam upaya menarik talenta muda, perusahaan semakin mengandalkan social media, strategi employer branding, dan kerja sama dengan digital influencer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap intention to apply pada Shopee. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap 97 responden mahasiswa semester akhir, fresh graduate dan pencari kerja aktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 22, setelah sebelumnya data diubah ke skala interval menggunakan metode MSI (Method of Successive Interval). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel social media dan digital influencer berpengaruh positif signifikan terhadap intention to apply, sedangkan employer branding tidak berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan ketiganya berpengaruh signifikan terhadap intention to apply. Kesimpulannya, social media dan digital influencer efektif dalam membentuk intention to apply, sementara employer branding perlu ditinjau ulang. Penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan dalam menyusun strategi rekrutmen digital yang lebih tepat sasaran.