Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PERILAKU HOPELESSNESS PADA SISWA DI SMK DARUTTAQWA, GRESIK MELINDA, RIZA
Jurnal BK UNESA Vol 7, No 3 (2017): volume 7 nomer 3
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hopelessness atau keputusasaan diri adalah keadaan individu dengan kondisi lelah secara kognitif dan merasa putus asa. Hopelessness dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan ditunjukkan dalam bentuk perilaku. Tentunya apabila seseorang mengalami hopelessness dan menunjukkannya dalam bentuk perilaku dipengaruhi serta mempengaruhi aspek lain dalam dirinya maupun lingkungan seseorang tersebut. Penelitian ini meneliti tentang perilaku hopelessness yang ditunjukkan oleh siswa di SMK Daruttaqwa, Gresik. Dimana keunikan dalam penelitian ini adalah bahwa hopelessness dan perilaku hopelessness dialami oleh siapa saja termasuk siswa. Selain itu bahwa dalam studi pendahuluan diketahui bahwa perilaku hopelessness yang ditunjukkan siswa dipengaruhi atau dilatarbelakangi oleh berbagai macam faktor, termasuk salah satunya adalah latar belakang pendidikan berbasis pondok pesantren di sekolah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui berbagai macam bentuk perilaku hopelessnes pada siswa, faktor penyebabnya, serta bentuk penanganan yang diberikan terkait perilaku hopelessness tersebut. Untuk mengetahuinya, penelitian ini menggunakan instrumen wawancara, observasi, serta dokumentasi yang dilaksanakan pada dua orang siswa sebagai subjek dan beberapa informan pendukung lain sebagai sumber data. Hal tersebut dikarenakan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sehingga melalui instrumen tersebut dikumpulkan data sebanyak-banyaknya dengan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari triangulasi dari penelitian ini diketahui bahwa bentuk perilaku hopelessness yang ditunjukkan adalah Sulit Berkonsentrasi, bermalas-malasan, tidur di kelas, melamun, gelisah, lesu/ tidak bertenaga, berbicara sendiri, keluar/ kabur dari kelas, melukai diri sendiri. dengan faktor penyebab perilaku hopelessness tersebut adalah alasan siswa tinggal di pondok pesantren, beban belajar, baik di sekolah maupun di pondok, ketidakmampuan bersosialisasi, siswa cenderung tertutup, ketidakmampuan mengekspresikan perasaan. Penanganan atau tindakan yang diberikan kepada siswa terkait perilaku hopelessness-nya adalah dalam bentuk pemberian perhatian, pemberian pe
Rational Emotive Behavior Therapy (REBT): Philosophical and Conceptual Foundations and Implementation in Guidance and Counseling Practice Melinda, Riza; Purwoko, Budi; Habsy, Bakhrudin All
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i4.2295

Abstract

Rational Emotive Behavior Counseling (REBC) is a cognitive-behavioral counseling approach developed by Albert Ellis and focuses on the role of irrational beliefs in causing emotional and behavioral disorders. This article aims to comprehensively examine the philosophical foundation, conceptual structure, intervention techniques, role of counselors, counseling stages, and the relevance of REBC in contemporary guidance and counseling practice. This study was based on the main literature on counseling theories from Capuzzi & Gross (2007), Corey (2009), Nelson-Jones (2001), Parrott (2003), Prochaska & Norcross (2007), Seligman (2006), and Sharf (2004), and supported by various national journals indexed by SINTA 4 or more. The results of the study show that REBC is effective in treating anxiety, depression, academic stress, maladaptive behavior, and self-adjustment problems in various settings, including educational and clinical. This approach emphasizes cognitive restructuring through the ABCDE model, active dispute, and systematic behavioral training. This article concludes that REBC is highly relevant to be applied in guidance and counseling services in Indonesia, especially in the context of higher education and schools.