Su'aidi, Hasan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kekerasan atas Nama Agama vis a vis Amar Makruf Nahi Mungkar Su'aidi, Hasan
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 13 No. 3 (2012): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v13i3.903

Abstract

Harshness on behalf of religion, through the idiom of Amar makruf nahi mungkar, is frequently vague (similar but different.) The spirit to blindly perform Amar makruf nahi mungkar (with haphazardly act) will fīnally result harshness. Instead of accomplishing religious teaching, it even would break its teachings themselves. Therefore, intact understanding towards the teaching of amr ma‘rūf and nahy munkaris strongly required, in support of avoiding harshness which uses religion. Ḥadīth, as a basic of religion, is so often understood without integral comprehension. Consequently, ‘harshness’ within amar makruf nahi mungkar is perceived as indication of a person’s strong faith, and the only way to perform amar makruf nahi mungkar. This writing tries to give proportional understanding of amar makruf nahi mungkar which is taught by the religion and is different from the religious harshness.DOI: 10.15408/ref.v13i3.903
Ihyaussunnah Li Mashlahatil Bi’ah Melalui Pendampingan Kampung Iklim Ihyaussunnah Li Mashlahatil Bi’ah Melalui Pendampingan Kampung Iklim Pengolahan Sampah Plastik di RW 09 Kelurahan Gamer Pekalongan -, Lia Afiani; Su'aidi, Hasan; Herawan, Ambar; Herawan
Dharmahita: Journal of Community Service and Development Dharmahita Vol 2, No 1, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/dharmahita.v2i1.13155

Abstract

Kelurahan Gamer merupakan perkampungan yang terletak di Kecamatan Pekalongan timur Kota Pekalongan. Wilayah ini merupakan penyangga kawasan pertanian/sawah produktif (sawah lestari) telah masuk dalam kategori salah satu wilayah Kota Pekalongan paling rentan terkena dampak perubahan iklim. Situasi ini menimbulkan persoalan sebagai berikut: (1) Kualitas lingkungan menurun, (2) Kesadaran dan wawasan masyarakat terkait upaya mitigasi terhadap perubahan iklim minim memperburuk kondisi lingkungan dan kualitas kehidupan Masyarakat setempat. Berbekal identifikasi potensi dan peluang daerah ini, maka kegiatan pemberdayaan ini ditujukan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat berupa upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan melalui pembekalan pengetahuan (softskill) dan keterampilan (hardskill) dalam pengolahan sampah yang diharapkan berdampak pada kemandirian ekonomi. Pendekatan yang digunakan adalah participatory learning dengan menekankan prinsip learning by doing melalui penyuluhan, demonstrasi dan praktik pengolahan sampah, dengan landasan teoretis Gerakan Ihyaussunnah li mashlahat al-bi’ah dan teori pemberdayaan masyarakat yaitu Actors (authority, confidence and competence, trust, opportunities; responsibilities; dan support). Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat memperlihatkan bahwa pengetahuan (softskill) dan keterampilan (hardskill) peserta pelatihan dalam pengolahan sampah plastik meningkat dengan diadakannya pelatihan tersebut terlihat dari hasil evaluasi bahwa mereka berpartisipasi aktif selama pelaksanaan kegiatan. Hasil pelatihan dapat memberikan motivasi bagi peserta pelatihan untuk memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatnya untuk memenuhi kebutuhan energi (minyak) rumah tangga. Kata Kunci: Pengolahan sampah, pemberdayaan, kampung iklim
THE HERMENEUTICAL STRATEGY AND PRIBUMISASI OF HADITH IN THE JAVANESE SYARAH OF MISBAH AL-ANAM FI TARJAMAH BULUGH AL-MARAM BY A. SUBKI MASYHADI Su'aidi, Hasan; Dimyathi, Aniq
RIWAYAH Vol 11, No 2 (2025): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v11i2.33983

Abstract

This research analyzes the methodology of hadith commentary in the book Miṣbāḥ al-Anām fī Tarjamah Bulūgh al-Marām by A. Subki Masyhadi, a prolific scholar from Pekalongan. Utilizing a descriptive-qualitative method with content analysis techniques, this study reveals Masyhadi’s hermeneutical strategies in bridging authoritative classical texts with the socio-cultural realities of Javanese society. The findings indicate the use of a combined ijmālī (global) and muqārin (comparative) method, integrated through three primary approaches: textual, contextual, and intertextual. Masyhadi maintains the orthodoxy of the pesantren tradition by referencing the Qur'an, Shafi'i jurisprudential literature, and linguistic authorities such as al-Nihāyah and Subul al-Salām. The originality of Masyhadi’s work lies in its massive effort toward the "indigenization" (pribumisasi) of hadith. The use of the Arabic-Pegon script is not merely a technical choice but serves as an epistemological bridge for non-Arabic speaking communities. The localization of prophetic teachings is carried out creatively through the inclusion of regional nuances, such as utilizing the Rupiah currency in legal transactions, employing local foodstuffs (tape and beras jowo) as jurisprudential analogies, and validating rebana art as a cultural identity. This research contributes to the mapping of Islamic intellectual history in the Nusantara, demonstrating that vernacular hadith commentaries are vital instruments for maintaining religious continuity while serving as a form of creative adaptation in responding to Indonesia's local identity and realities. [Penelitian ini menganalisis metodologi syarah hadis dalam kitab Miṣbāḥ al-Anām fī Tarjamah Bulūgh al-Marām karya A. Subki Masyhadi, seorang ulama produktif asal Pekalongan. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis), studi ini mengungkap strategi hermeneutika Masyhadi dalam menjembatani teks otoritatif klasik dengan realitas sosiokultural masyarakat Jawa. Temuan penelitian menunjukkan penggunaan kombinasi metode ijmālī (global) dan muqārin (komparatif) yang diintegrasikan melalui tiga pendekatan utama: tekstual, kontekstual, dan intertekstual. Masyhadi mempertahankan ortodoksi tradisi pesantren dengan merujuk pada Al-Qur'an, literatur yurisprudensi Syafi'i, serta otoritas linguistik seperti al-Nihāyah dan Subul al-Salām. Orisinalitas karya Masyhadi terletak pada upaya pribumisasi hadis yang masif. Penggunaan aksara Arab-Pegon bukan sekadar pilihan teknis, melainkan jembatan epistemologis bagi masyarakat non-Arab. Lokalisasi ajaran kenabian dilakukan secara kreatif melalui penyertaan nuansa regional, seperti penggunaan satuan mata uang Rupiah dalam transaksi hukum, pemanfaatan bahan pangan lokal (tape dan beras jowo) sebagai analogi fikih, hingga validasi seni rebana sebagai identitas kultural. Penelitian ini berkontribusi pada pemetaan sejarah intelektual Islam di Nusantara, menunjukkan bahwa syarah hadis vernakular merupakan instrumen vital dalam menjaga kontinuitas keagamaan sekaligus bentuk adaptasi kreatif Islam dalam merespons identitas dan realitas lokal Indonesia.]