Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PETANI JAGUNG DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN EKONOMI KELUARGA (Studi di Desa Walengkabola Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna) Munarti, Munarti; Hos, Jamaluddin; Juhaepa, Juhaepa
SOCIETAL Vol 7, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : SOCIETAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi petani jagung dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga di Desa Walengkabola Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Teknik analisa yang akan di gunakan dalam penelitia ini adalah teknik domain dan taksonomi. Teknik domain merupakan salah satu teknik dalam penelitian kaulitatif, dimana teknik penulisannya  memaparkan  secara umum dengan rincian namun tanpa ada penjelasan lebih lanjut. Sedangkan taksonomi merupakan teknik penulisannya bersifat terperinci dengan penjelasan yang akurat dan mampu menjelaskan elemen yang ada. Hasil penelitian ini adalah strategi petani jagung dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga terdapat tiga poin strategi yaitu:  1. Strategi aktif merupakan strategi bertahan hidup yang dilakukan dengan cara memanfaatkan segala potensi yang dimiliki. 2. Strategi pasif adalah strategi bertahan hidup dengan cara mengurangi pengeluaran keluarga, misalnya biaya untuk primer, sekunder, dan tersier. 3. Strategi jaringan merupakan strategi bertahan hidup yang di-lakukan dengan cara menjalin relasi, baik formal maupun dengan lingkungan sosialnya dan lingkungan kelembagaan (misalnya meminjam uang kepada tetangga, mengutang di warung atau toko, memanfaatkan program kemiskinan, meminjam uang ke rentenir atau bank dan sebagainya). Kehidupan ekonomi keluarga petani jagung dapat dikatakan cukup baik atau menengah kebawah, akan tetapi dengan kehidupan ekonomi tersebut keluarga petani jagung harus mempunyai strategi. Berdasarkan indikator  ekonomi, keluarga petani jagung memiliki tingkat pendidikan rendah (SD-SMP) dan sedang (SMA). Memiliki tingkat pendapatan rendah dan sedang yaitu sekitar Rp 1.000.000 - Rp 1.250.000 yang telah ditambah dari penghasilan sumber lainnya seperti anggota keluarga lain ikut bekerja.
Effect of Sugar Type Variation on Nata de Coco Growth Attaqy, Fiella; Kurniasih, Surti; Munarti, Munarti
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jbekh.v10i2.333

Abstract

The utilization of old coconut still needs to be improved. Old coconut water that is wasted can pollute the soil because of the acetic acid content produced by the fermentation process. Waste of old coconut water can be used as a food product in the form of nata, which has economic value and reduces environmental pollution. Sucrose is a carbon source for making nata de coco because it is an energy source for Acetobacter xylinum bacteria. Varied carbon sources can have different effects on nata de coco growth. The study results are used as learning media in class X high school. This study aimed to determine the effect of coconut sugar, corn sugar, and rock sugar on the quality of nata de coco, the type of sugar that is best for nata de coco growth, and the feasibility of e-booklet learning media. This research used an experimental and one-factor, complete, randomized design. Data analysis used was organoleptic testing juxtaposed with hedonic test, wet weight calculation, thickness, and learning media validation. The results showed that sugar cubes had the highest average value with a wet weight of 292 gr and a thickness of 1.4 cm. The lowest average value is corn sugar, with an average wet weight of 172 grams and a thickness of 0.9 cm. Organoleptic and hedonic testing of corn sugar has the highest value of 14.09. The validated e-booklet has a percentage score of 88.18% with very feasible criteria. Based on the study results, the varied types of carbon sources significantly affect the quality of nata de coco assessed in terms of appearance and organoleptic aspects.
Aplikasi pupuk organik cair limbah kulit ari kedelai terhadap pertumbuhan dan produksi Pakcoy (Brassica rapa L.) Munarti, Munarti; Kurniasih, Surti; Prasaja, Dimas; Kurniawan, Ahmad
Cassowary Vol 8 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/casssowary.cs.v8.i1.319

Abstract

ABSTRACT: Soybean husk is waste from the tempe making process which contains organic materials and nutrients so that it can be used as raw material for making organic fertilizer. The use of organic fertilizer on vegetable plants is one effort to meet the need for organic vegetables. This research aims to obtain information on the nutrient and heavy metal content of liquid organic fertilizer for soybean epidermis and the effect of this fertilizer on the growth and yield of pak choy. This research was carried out in December 2022-July 2023, in Citeureup, Bogor and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, IPB University. The experimental design used was a Randomized Block Design with three replications. The liquid organic fertilizer treatments used consisted of control, 5%, 10%, 15% and 20%. The parameters observed were plant height, number of leaves, leaf area and plant wet weight. The results showed that liquid organic fertilizer from soybean epidermis contained C-organic (1.63%), C/N ratio (20.13), macro nutrients (N+P₂O₅ +K₂O) 0.42%, total and available Fe (26.61ppm and 25.56 ppm) and Zn (0.42ppm). The heavy metal content (Pb, Cd, Cr, As, Hg) meets the quality standards set by the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia No. 261 of 2019, so that it can be applied to plants. Liquid organic fertilizer with a concentration of 5% was the best supporting growth and production of Pak Choy compared to the control, 10%, 15% and 20%.
PENGARUH PEMBERIAN AMPAS KOPI DAN TEH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.): THE EFFECT OF GIVING COFFEE AND TEA GROUNDS ON THE GROWTH AND YIELD OF GREEN MUSTARD PLANTS (BRASSICA JUNCEA L.) Qonitah, Asma; Kurniasih, Surti; Munarti, Munarti
AgriPeat Vol. 26 No. 01 (2025): JURNAL AGRIPEAT Vol. 26 No. 01 Maret 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/agp.v26i01.16578

Abstract

Penurunan produksi sawi akibat penggunaan pupuk anorganik perlu ditindaklanjuti dengan peralihan ke pupuk organik. Ampas kopi dan teh merupakan bahan organik yang bersifat racun bagi lingkungan jika dilepaskan tanpa adanya pengolahan. Pupuk ampas kopi dan teh merupakan solusi yang ramah lingkungan karena unsur hara yang dikandungnya dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas kopi dan teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yaitu P0 (kontrol), P1 (100 g), P2 (75 g AK + 25 g AT), P3 (50 g AK + 25 g AT), P4 (25 g AK + 75 g AT), dan P5 (100 g AT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman, lebar daun, dan berat basah. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian ampas teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau.
PENGGUNAAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK (Raphanus sativus L.) : THE USE OF CHICKEN MANURE ON THE GROWTH AND YIELD OF RADISH (Raphanus sativus L Ananda, Hisna; Munarti, Munarti; M Irpan, Aip
AgriPeat Vol. 26 No. 02 (2025): JURNAL AGRIPEAT Vol. 26 No. 02 September 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/agp.v26i02.21240

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi di Indonesia. Meningkatnya permintaan pasar mengenai lobak tetapi, belum diimbangi dengan produksi yang stabil, salah satunya akibat penggunaan pupuk kimia yang berdampak negatif terhadap tanah dan lingkungan. Pupuk kandang ayam sebagai alternatif organik berpotensi meningkatkan kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara penting seperti N, P, dan K, sehingga mendukung pertumbuhan dan hasil lobak secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan pupuk kandang ayam yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil lobak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (200g), P2 (400g), P3 (600g), P4 (800g). Data dianalisis menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service Solution) 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter pertumbuhan (tinggi tanaman, tangkai daun, dan jumlah daun) dan pada parameter hasil yaitu berat umbi dan panjang umbi. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS BIOKONVERSI MAGGOT Munarti, Munarti; Susanto, Lufty Hari; Yudha, Aditya Prima; Kurniawati, Yayu; Almahdi, M. Haikal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34737

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot merupakan salah satu strategi untuk mengurangi timbunan sampah dan dampak negatif bagi lingkungan. Tujuan program pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot. Metode yang digunakan yaitu melalui sosialisasi, diskusi interaktif, monitoring/pendampingan dan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah Kelompok Tani budidaya maggot yang beranggotakan 15 orang. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah penyampaian materi. Hasil yang dicapai dari post-test terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot sekitar 5% sampai 7% untuk semua indikator soal. Selain itu hasil monitoring menunjukkan bahwa mitra sudah memahami dan terampil dalam budidaya maggot mulai dari penetasan telur, pemindahan larva dan pemanenan. Program pengabdian ini diharapkan berkelanjutan dan dapat menciptakan lapangan kerja baru dalam hal pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot.Abstract: The management of organic waste based on maggot bioconversion is one strategy to reduce waste accumulation and its negative impact on the environment. This community service activity aims to increase public knowledge, understanding, and awareness of maggot-based organic waste management. The methods used included socialisation, interactive discussions, mentoring, and evaluation. The partner in this program is a farmer group that cultivates maggots, consisting of 15 members. The evaluation was conducted through a pre-test before the material was delivered and a post-test after wards. The post-test results showed an increase in knowledge, understanding, and awareness among the community of 5% to 7% for all question indicator. In addition, the monitoring results showed that the main partners already understood and were skilled in maggot cultivation, starting from egg hatching, larva transfer, and harvesting. This programme is expected to be sustainable and to open up new job opportunities in the field of organic waste management based on maggot bioconversion.