Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON WANITA TANI TERHADAP KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KOTA PALEMBANG Sunjaya, Sunjaya; Oktarina, Selly; Saefudin, Akbar
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.62054

Abstract

AbstrakSebuah respon dapat diartikan sebagai reaksi terhadap pengamatan suatu objek. Dalam konteks ini, respon perempuan tani mencerminkan persepsi dan perilaku mereka, meliputi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam menanggapi peran penyuluh pertanian. Penelitian ini dilaksanakan untuk mendeskripsikan respon wanita tani terhadap program penyuluhan pertanian P2L di Palembang. Studi deskriptif kuantitatif ini dilakukan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di empat kecamatan Palembang, dengan pengumpulan data pada Juni-Juli 2024. Data primer dan sekunder diperoleh dari subjek yang dipilih melalui purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon wanita tani yang dianalisis melalui aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, mengalami peningkatan signifikan setelah mengikuti kegiatan penyuluhan dalam program P2L, sehingga mereka kini mampu melakukan kegiatan budidaya tanaman hortikultura secara mandiri mulai dari penyemaian samapai panen, mengatasi kendala selama budidaya, serta memanfaatan lahan pekarangan secara optimal.Kata kunci: Wanita tani, pekarangan pangan lestari, respon.AbstractA response can be interpreted as a reaction to the observation of an object. In this context, farm women's responses reflect their perceptions and behaviors, including knowledge, attitudes, and skills in responding to the role of agricultural extension workers. This study was conducted to describe farm women's responses to the P2L agricultural extension program in Palembang. This descriptive quantitative study was conducted at the Food Security and Agriculture Office and Agricultural Extension Centers (AEC) in four sub-districts of Palembang, with data collection in June-July 2024. Primary and secondary data were obtained from subjects selected through purposive sampling, then analyzed using the Likert Scale. The results showed that the responses of farm women, which were analyzed through aspects of knowledge, attitudes, and skills, experienced a significant increase after participating in extension activities in the P2L program, so that they are now able to carry out horticultural cultivation activities independently from seeding to harvesting, overcoming obstacles during cultivation, and making optimal use of yard land.Keywords: Farm women, response, sustainable food yard.
Identifikasi Faktor Mempengaruhi Kinerja Poktan Binaan BPP Sekojo dalam MendukungĀ  Wasembada Pangan di Kota Palembang Fitriyani, Tasya Salsabillah; Oktarina, Selly; Saefudin, Akbar
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/562q2h39

Abstract

Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh efektivitas penyuluhan pertanian yang mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani. Kelompok tani berperan sebagai wadah belajar, kerja sama, dan penguatan posisi tawar petani, sehingga kinerjanya menjadi faktor penting dalam mendukung swasembada pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja kelompok tani binaan BPP Sekojo di Kota Palembang dalam mendukung program swasembada pangan. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 dengan metode deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara 15 petani responden menggunakan kuesioner skala Likert, serta observasi dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelompok tani secara umum berada pada kategori efektif dengan skor rata-rata 90,91. Indikator minat petani, kesadaran akan pentingnya program, penggunaan teknologi, peran penyuluh, serta akses sarana prasarana memperoleh nilai tinggi, sedangkan keterampilan manajerial dan akses permodalan masih tergolong kurang efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas manajerial dan dukungan pembiayaan, di samping peran aktif penyuluh pertanian, agar kelompok tani lebih mandiri dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan.