Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

SISTEM PEWARISAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI TRADISI Elvandari, Efita
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pewarisan merupakan suatu problema kebudayaan dalam dinamika kehidupan manusia. Proses pewarisan dipandang sebagai salah satu kegiatan pemindahan, penerusan, pemilikan antar generasi dalam rangka menjaga tradisi dalam sebuah silsilah keluarga yang bergerak secara berkesinambungan dan simultan. Tujuan pewarisan umumnya untuk menjaga nilai-nilai kebudayaan dari masa lalu, sekaligus upaya untuk menjaga (sakralitas) kesenian tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang sistem pewarisan pada seni tradisi sebagai upaya untuk melestarikan eksistensi kesenian tersebut. Dengan menggunakan teori sistem pewarisan, tulisan ini mengkaji  mengenai jenis pewarisan dan aplikasinya pada seni tradisi, motivasi serta kendala-kendala dalam proses pewarisan seni tradisi, serta upaya yang dilakukan dalam proses pewarisan agar tetap terjaganya kelestarian ekssistensi seni tradisi.
SISTEM PEWARISAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI TRADISI Elvandari, Efita
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p93-104

Abstract

Kegiatan pewarisan merupakan suatu problema kebudayaan dalam dinamika kehidupan manusia. Proses pewarisan dipandang sebagai salah satu kegiatan pemindahan, penerusan, pemilikan antar generasi dalam rangka menjaga tradisi dalam sebuah silsilah keluarga yang bergerak secara berkesinambungan dan simultan. Tujuan pewarisan umumnya untuk menjaga nilai-nilai kebudayaan dari masa lalu, sekaligus upaya untuk menjaga (sakralitas) kesenian tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang sistem pewarisan pada seni tradisi sebagai upaya untuk melestarikan eksistensi kesenian tersebut. Dengan menggunakan teori sistem pewarisan, tulisan ini mengkaji  mengenai jenis pewarisan dan aplikasinya pada seni tradisi, motivasi serta kendala-kendala dalam proses pewarisan seni tradisi, serta upaya yang dilakukan dalam proses pewarisan agar tetap terjaganya kelestarian ekssistensi seni tradisi.
Proses Pembuatan Batik Gambo Di Desa Toman Sanita, Merlinda; Kurniawan, Irfan; Elvandari, Efita
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i1.14791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan Batik Gambo di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian tanaman gambir merupakan tanaman yang memiliki banyak sekali manfaat seperti dijadikan bahan campuran obat, kosmetik dan bahan pewarna kain. Adapun proses pembuatan kain jumputan Gambo dimulai dari proses pembuatan pola kain, proses penjahitan kain, proses pengikatan kain, proses perendaman dan pengeringan kain. Kain jumputan Gambo terus mengalami perkembangan mengikuti trend zaman sesuai dengan selera masyarakat zaman sekarang. Pengembangan yang dilakukan untuk melestarikan kain jumputan Gambo dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat bagaimana proses pembuatan kain Batik jumputan Gambo. Kesimpulan bahwa kain Batik jumputan Gambo merupakan icon industri kerajinan tangan yang berbasis pemberdayaan masyarakat terutama bagi para pengrajin kain Batik Gambo dan juga para petani Gambo (gambir). Promosi tentang kain Batik jumputan Gambo harus terus dilakukan terutama bagi masyarakat lokal setempat karena cukup banyak masyarakat yang belum mengetahui serta mengenal apa itu kain Batik jumputan Gambo dikarenakan kain Batik jumputan Gambo merupakan produk lokal khas Kabupaten Musi Banyuasin yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Kata Kunci : Batik Gambo, pewarna alam, produk lokal.
PENGELOLAAN SANGGAR SENI SERUNDINGAN DI KOTA LUBUKLINGGAU Dewi, Lusiana; Elvandari, Efita; Hasan, Hasan
Jurnal Sitakara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v10i1.15852

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Sanggar Seni Serundingan Di Kota Lubuklinggau. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Georgy R. Terry mengatakan dalam pengelolaan harus mengetahui fungsi manajemen planning, organizing, actuating, dan controlling. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang besifat deskriptif. Data – data yang dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta dilengkapi dengan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa Sanggar Seni Serundingan berdiri sejak tahun 2014 dikenal sebagai sanggar paling banyak diminati di kotanya. Dari perencanaan sumber daya manusia, perencanaan dalam keuangan, perencanaan dalam program kerja, perencanaan material, serta perencanaan dalam sebuah pemasaran, kemudian berlanjut pada tahap pengorganisasian, penggerakan dengan pengawasan pada seluruh anggota dalam menjalankan sebuah kegiatan. Dalam meningkatkan kualitas mengembangkan sanggar, Sanggar Seni Serundingan berkolaborasi melakukan kerja sama setiap tahunnya dalam segala perayaan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga Tim Kesenian dari berbagai daerah. Kata Kunci: Pengelolaan; Perencanaan; Pengorganisasian; Penggerakan; Pengawasan.
Pembelajaran Seni Tari Kreasi Melayu Menggunakan Media Audio Visual pada Siswa Kelas VIII di MTs Uswatun Hasanah Perigi: Penelitian Aulia, Elda; Elvandari, Efita; Ilhaq, Muhsin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1073

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran tari Kreasi Melayu menggunakan media audio visual pada siswa kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi media audio visual dalam pembelajaran tari Kreasi Melayu di MTs Uswatun Hasanah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara dengan guru seni budaya, Ibu Pirda, dan observasi terhadap 22 siswa kelas VIII. Data sekunder meliputi perangkat pembelajaran seperti RPP dan silabus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran tari Kreasi Melayu menggunakan media audio visual berlangsung sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Guru memanfaatkan video tari sebagai media utama untuk menyampaikan materi, yang kemudian dipraktikan oleh siswa melalui demostrasi dan latihan berulang. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian aspek wiraga, wirama, dan wirasa. Rata-rata nilai siswa pada tahap evaluasi mencapai 85, menunjukan bahwa siswa telah berhasil memahami materi yang diajarkan. Kesiapan guru dalam menyampaikan materi dan penggunaan media yang tepat juga berperan penting dalam mencapai hasil hasil positif
Penerapan Metode Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Tari Seluang Mudik pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Sanudin Pangkalan Balai Mariska, Revi; Hasan, Hasan; Elvandari, Efita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Tutor Sebaya terhadap peningkatan hasil belajar tari Seluang Mudik dalam kegiatan ekstrakurikuler di SMA Sanudin Pangkalan Balai. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman dan keterampilan siswa dalam menarikan tari Seluang Mudik, yang ditandai oleh kurangnya kekompakan, penguasaan gerak, serta minat belajar akibat metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler tari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes unjuk kerja dengan aspek penilaian wiraga, wirama, dan wirasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 55,8 meningkat menjadi 79,4 pada posttest setelah diterapkan metode Tutor Sebaya. Uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai t-hitung (36,64) > t-tabel (2,064), yang berarti terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan. Dengan demikian, penerapan metode Tutor Sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menarikan tari Seluang Mudik.  
Peran Program Kerja Sanggar Seni Sedulang Setudung Terhadap Perkembangan Tari di Kecamatan Banyuasin III Sahputri, Nopi; Elvandari, Efita; Hidayatullah, Fadhilah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 1 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.559 KB) | DOI: 10.31004/irje.v3i1.148

Abstract

The objectives to be achieved from this research are to know the concept of the work program of the Sedulang Setudung art studio and to know and describe the role of any work programs that affect the Sedulang Setudung art studio to the development of the Sedulang Setudung dance in Banyuasin III district. The focus of this research is the work program of the Sedulang art studio. The method used in this research is to use qualitative methods. Data collection techniques in this study are by observation, interviews and documentation. The results of his research from the dance performances and competitions that were followed were an effort to spread the dance to be more widespread and known to the public through the Sedulang Setudung art studio that exists to this day and has received various awards, trophies, charters. and began to be in great demand by young people in the Banyuasin III sub-district with the existence of the Sedulang Setudung art studio, making it a place to get to know the traditional dances of the Banyuasin district, especially the Sedulang Setudung dance which is a mandatory dance in the Banyuasin district in order to remain sustainable.
Teknik dan Taktik Pembelajaran Tari Kreasi Bakul Melalui Metode Kerja Kelompok pada Siswa Kelas XI IPA 2 di SMA Negeri 11 Palembang Andriani, Andriani; Elvandari, Efita; Hidayatullah, Fadhilah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 3 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.309 KB) | DOI: 10.31004/irje.v2i3.155

Abstract

The purpose of this study was to describe the techniques and tactics of learning basket dancecreations through group work methods for students of class XI IPA 2 at SMA Negeri 11 Palembang. The focus of the research is on learning basketry dance creations using the group work method. While the sub-focus of this research is the techniques and tactics through the group work method in learning the creation of bakul dance for class XI science 2. The research problem is how are the techniques and tactics for learning the basket dance through the group work method for students of class XI science 2. The method used in this study is a qualitative method. The samples of this study were students of class XI IPA 2. The data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. the value of 86 from the value of 86-100 with the criteria of "Very good" totaling 5 students and the value of 71-85 with the criteria of "Good" with an average value of 71 totaling 26 students can be categorized as good. Learning is carried out in three stages of activity, namely, preparation, implementation, and evaluation. In learning the art of basketry dance, the teacher uses a group work method where students are divided into several groups and the teacher teaches the dance.
Bentuk Pertunjukan Kesenian Reog Ponorogo di Desa Sumber Rahayu Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim Oliasari, Oliasari; Elvandari, Efita; Firmansyah, Dedy
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 1 No 4 (2022): Vol 1 No 4. Page: 185 - 239
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v1i4.39

Abstract

Reog Ponorogo Singomodo Guyub Rukun is one of several arts that exist in the Sumber Rahayu community. Reog Ponorogo is an art form that is still alive and developing in the Muara Enim district, one of which is in the village of Sumber Rahayu. The problem in this study is how the form of the Reog Ponorogo Art performance in Sumber Rahayu Village, Rembang District, Muara Enim Regency. The purpose of this study was to find out and describe the form of the Reog Ponorogo art performance in Sumber Rahayu Village, Rembang District, Muara Enim Regency. The research method used by the author is qualitative. Thesource of the data in this study is several artists in the arts of Reog Ponorogo, Singo, easy to get along with. By using data collection techniques namely observation interviews and documentation.
Bentuk Pertunjukan Kesenian Reog Ponorogo di Desa Sumber Rahayu Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim Oliasari, Oliasari; Elvandari, Efita; Firmansyah, Dedy
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 1 No 4 (2022): Vol 1 No 4. Page: 185 - 239
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.68 KB) | DOI: 10.31004/anthor.v1i4.39

Abstract

Reog Ponorogo Singomodo Guyub Rukun is one of several arts that exist in the Sumber Rahayu community. Reog Ponorogo is an art form that is still alive and developing in the Muara Enim district, one of which is in the village of Sumber Rahayu. The problem in this study is how the form of the Reog Ponorogo Art performance in Sumber Rahayu Village, Rembang District, Muara Enim Regency. The purpose of this study was to find out and describe the form of the Reog Ponorogo art performance in Sumber Rahayu Village, Rembang District, Muara Enim Regency. The research method used by the author is qualitative. Thesource of the data in this study is several artists in the arts of Reog Ponorogo, Singo, easy to get along with. By using data collection techniques namely observation interviews and documentation.