Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KLASIFIKASI PERSENTASE KEMISKINAN DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN DATA MINING ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR (KNN) Duwo Jiwo Saputro, Adi; Darmawan, Adam; Nurina Sari, Betha
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 7 No. 4 (2023): JATI Vol. 7 No. 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v7i4.7178

Abstract

Salah satu masalah utama yang masih dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia, adalah kemiskinan. Keadaan dimana seseorang dipandang tidak mampu secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan. Data berdasarkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Provinsi Jawa Barat, persentase kemiskinan yang terjadi di Jawa Barat pada tahun 2016 – 2021, BPS mencatat jumlah persentase kemiskinan yang terjadi di Jawa Barat pada tahun 2016 = 8.95, 2017 = 8.71, 2018 = 7.45, 2019 = 6.91, 2020 = 7.88, 2021 = 8.40. Penelitian ini bertujuan untuk klasifikasi tingkat persentase kemiskinan di Jawa Barat pada tahun 2016 – 2021 menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN). Cara kerja K-Nearest Neighbor yang berfungsi membedakan kelas data atau konsep. Hasil penelitian ini menunjukkan persentase kemiskinan 27 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat pada nilai k=3 dengan tingkat akurasi sebesar 96.30%, recall 100% dan presisi sebesar 92,31%. Dari penelitian yang dilakuakn Metode K-Nearest Neighbor (KNN) berhasil mengklasifikasikan dengan baik.
Sosialisasi Program DAGUSIBU & Pengenalan Web dkonsul untuk Konsultasi Kesehatan Warga Desa Sagaracipta Darmawan, Adam; Wahidin, Ihsan; Aditya, Rijal; Istigosari, Firda; Oktaviani, Melza; Ramadhan, Rafif Rizqulloh; Hidayatulloh, Aceng Muhammad Syarif; Pasyiha, Sonia; Astuti, Asri Widi; Juniatrie, Gishella; Rahmalia, Lina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/babakti.v3i1.1296

Abstract

ABSTRAKProgram sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) yang diselenggarakan oleh kelompok KKN 16 Universitas Al-Ghifari di Desa Sagaracipta bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat yang benar. Kegiatan ini meliputi edukasi mengenai cara mendapatkan obat yang aman, penggunaan obat sesuai dosis dan aturan, penyimpanan obat dengan benar, serta cara membuang obat yang sudah tidak terpakai. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara umum. Program edukasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) yang kami laksanakan bertujuan mensosialisasikan layanan web konsultasi gratis dkonsul.com, upaya tenaga farmasi untuk mengingatkan kembali mengenai DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) dengan baik dan benar, terutama di Desa Sagaracipta, Kab. Bandung. Metode yang diterapkan melalui pendekatan kuanlitatif melalui wawancara langsung mengenai Dagusibu serta layanan konsultasi online. Sebelum sosialisasi, wawancara menunjukkan bahwa 67% lansia belum memahami konsep Dagusibu, 27% memiliki pemahaman terbatas, dan 6% sudah memahami konsep tersebut dengan bantuan wali. Setelah sosialisasi, terjadi peningkatan pemahaman: 20% cukup paham, 67% sudah paham, dan 13% lansia didampingi wali dalam penggunaan obat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran tenaga farmasi sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Sagaracipta, Kab. Bandung melalui edukasi yang efektif.Kata kunci: Pengenalan web dkonsul.com, Sosialisasi program DAGUSIBU, Warga Desa SagaraciptaABSTRACTThe Dagusibu outreach program organized by KKN Group 16 from Universitas Al-Ghifari in Sagaracipta Village aims to raise public awareness about the proper use of medications. This program includes education on how to safely obtain medications, use them according to dosage and instructions, store them correctly, and dispose of unused medications. The program is expected to help the community reduce the risk of medication misuse and improve overall public health. The Dagusibu education program we implemented aimed to promote dkonsul.com, a free online consultation service that serves as a pharmaceutical effort to reinforce the correct understanding of the Dagusibu concept, particularly in Sagaracipta Village, Kab. Bandung. The methods employed involved a qualitative approach, including direct interviews about Dagusibu and the online consultation services. Before the outreach, interviews indicated that 67% of the elderly did not understand the Dagusibu concept, 27% had limited understanding, and 6% already understood the concept with assistance from a guardian. After the outreach, understanding improved: 20% had a fair understanding, 67% had a good understanding, and 13% of the elderly were assisted by a guardian in medication use. This study concludes that the role of pharmacists is crucial in enhancing the understanding of the elderly and the community in Sagaracipta Village, Kab. Bandung through effective education.Keywords: DAGUSIBU Program Socialization, Introduction to dkonsul.com, Residents of Sagaracipta
PEMBERDAYAAN SEKTOR BUDAYA DENGAN PEMBUDIDAYAAN BAMBU WULUNG SEBAGAI KERAJINAN BERNILAI SENI DI DESA CIMANGGU KECAMATAN NGAMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT Darmawan, Adam; Yusuf, Muhammad Daud; Hardiyansah, Muhammad; Putri Rahmawati, Laksmi; Pinnaeda, Yuanlin; Ahmad Subekti, Ricky; Putri Lestari, Dita; Mardyansyah Pratama, Galih; Nur Fadilah, Gery; Nur Apriliany, Sarah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Babakti Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/babakti.v3i1.1154

Abstract

Desa Cimanggu merupakan suatu wilayah yang berada di Kabupaten Bandung Barat dengan mayoritas penduduk adalah petani sebagai mata pencahariannya. Bambu wulung serta hasilnya berupa alat musik tradisional calung dan angklung menjadi ciri khas dari daerah ini. Terdapat beberapa sanggar seni di desa ini adalah bukti bahwa Desa Cimanggu merupakan desa yang berpotensi dalam sektor seni dan budaya. Namun arus globalisasi yang semakin deras berakibat kepada eksistensi serta potensi yang ada di desa ini. Dengan fenomena globalisasi yang semakin hari semakin meningkat, budaya serta kesenian yang ada di Desa Cimanggu perlahan menghilang. Minat penduduk mayoritas saat ini beralih menjadi petani dan sebagian memilih menjadi karyawan swasta. Tentunya hal ini sangat disayangkan, mengingat seni dan budaya merupakan salah satu warisan dari leluhur bangsa dan menjadi jati diri bangsa Indonesia. Salah satu program kerja KKN yaitu adalah penanaman bambu wulung yang berlokasi di Curug Cimanggu. Hal ini tentunya bertujuan untuk mengembalikan eksistensi bambu wulung yang saat ini terancam punah, mengingat bambu jenis ini mengandung berbagai manfaat jika dikelola dengan baik. Bahkan hasil dari bambu jenis ini bukan hanya bisa dijadikan sebagai kerajinan atau alat musik, lebih dari itu bambu ini dapat dimanfaatkan untuk alat-alat rumah tangga bahkan menjadi salah satu bahan bangunan.