Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of The Implementation of Halal Logistics Management in Food and Beverage Retail Business (Case Study At Kopi Kenangan) Khoirunnisa, Nur Awali; Ratih, Inayah Swasti; Almas, Bahrina
Al-Muraqabah: Journal of Management and Sharia Business Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Muraqabah: Journal of Management and Sharia Business
Publisher : Sharia Business Management Study Program, Faculty of Economics and Islamic Business at IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/al-muraqabah.v4i2.1916

Abstract

Halal logistics management in the food and beverage industry is an integrated activity that starts from purchasing raw materials, then converting raw materials through the production process, producing finished products and finally delivering finished products to customers. Halal products are not only limited to looking clean but also need to know the process of implementing halal logistics management throughout the production process. The purpose of this study is to determine how the halal logistics management process starts from the process of supplying raw materials, processing, packaging and distribution carried out during the supply chain process to create a halal measure of a product carried out at Kopi Kenangan. The result of this study is the implementation analysis of halal logistics management at Kopi Kenangan consists of four activities: First, the production preparation process, Second, the production process, Third, the distribution process, Fourth, consumption activities. All of Kopi Kenangan products are in accordance and implement halal standardization properly in accordance with Islamic law, including production activities that do not use prohibited raw materials such as pork, dogs, blood, and khamr. All tools and places used for production and distribution activities are guaranteed cleanliness and halalness
ZAKAT DAN PAJAK: KEADILAN REDISTRIBUSI PERSPEKTIF ISLAM Almas, Bahrina; Burhan, M. Umar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika kemiskinan merupakan akibat dari distribusi pendapatan dan kekayaan yang tidak merata di tengah-tengah masyarakat. Pemikiran ekonomi telah merumuskan dan memberi solusi tentang bagaimana kemiskinan terjadi dan ditinjau dari beberapa aspek tak terkecuali sosial-ekonomi. Aspek  keadilan  sangat  mendominasi mengapa  kemiskinan dapat  terjadi  dan bagaimana  kemiskinan  dapat  diatasi.  Islam  sebagai  agama  rahmatan  lil  ‘alamin  telah memberikan solusi praktis untuk mencegah dan mengentaskan kemiskinan dengan konsep redistribusi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui teori dan konsep zakat dan pajak sebagai instrumen redistribusi dari perspektif Islam. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan content analysis atau analisis isi. Data dikumpulkan melalui literatur-literatur ilmiah, jurnal, artikel dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat dan pajak yang merupakan instrumen redistribusi dalam Islam tidak mengenal bentuk yang saklek akan tetapi tetap terikat oleh nilai-nilai hakiki bertujuan mewujudkan keadilan sosial-ekonomi. Ibn Hazm dan Ibn Taimiyah mengakui dan membolehkan pajak sebagai sarana pemenuhan kebutuhan rakyat, dengan catatan untuk kemashlahatan al-‘ammah. Sedangkan zakat telah jelas fungsinya sebagai wujud dari pelarangan konsentrasi kekayaan. Berbicara keadilan sosial-ekonomi dalam perspektif Islam berarti memahami dua dimensi manusia sekaligus, yakni sebagai ‘abdallah (hamba Allah) dan khalifatullah fil ardh (wakil Allah di muka bumi). Mewujudkan keadilan sosial-ekonomi adalah salah satu tugas manusia di muka bumi. Keadilan bidang ekonomi diupayakan oleh pemenuhan kebutuhan pada tiap individu sehingga ada rasa tanggungjawab sosial pada masing-masing individu yang memiliki kekayaan lebih untuk membantu individu lain yang lebih rendah kekayaannya atau bahkan tidak cukup memenuhi kebutuhan primernya. Hal inilah yang menjadi asal-muasal kewajiban zakat dan pajak meskipun antara zakat dan pajak secara hakikat perintah asal sangat berbeda. Zakat merupakan kewajiban agama sedangkan pajak kewajiban negara. Akan tetapi, justru prinsip keadilan sosial lah yang menjadikan zakat dan pajak sebagai dua instrumen redistribusi perspektif Islam.   Kata Kunci: kemiskinan, keadilan, sosial-ekonomi, redistribusi, zakat dan pajak