Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah terdapat perbedaan tindak kecurangan akademik antara mahasiswa yang sudah dan yang belum menempuh matakuliah Forensic Accounting and Fraud Examination, serta ditujukan untuk mendalami mengapa mahasiswa melakukan kecurangan dan matakuliah yang rentan terhadap tindak kecurangan akademik. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan model sequential explanatory. Peneliti menggunakan uji beda Mann-Whitney dalam melakukan uji hipotesis, serta  melakukan  wawancara  untuk  memperdalam  mengapa  mahasiswa  melakukan kecurangan.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  tidak  terdapat  perbedaan  tindak kecurangan  akademik  yang dilakukan  oleh  mahasiswa  yang sudah  dan  yang belum menempuh matakuliah Forensic Accounting and Fraud Examination. Alasan mahasiswa melakukan kecurangan karena belum siap dengan materi yang diujikan, dosen belum menjelaskan materi dengan baik, kurangnya pengawasan dan sanksi yang ketat terhadap perilaku kecurangan, adanya tekanan untuk mendapat nilai yang baik agar lulus matakuliah, adanya kesibukan di luar perkuliahan, serta tidak ingin membuat orang tua kecewa karena mendapat nilai yang kurang memuaskan. Kemudian, matakuliah yang sering membuat mahasiswa melakukan kecurangan adalah matakuliah prasyarat serta matakuliah keahlian akuntansi. Kata kunci: Kecurangan akademik, Forensic Accounting and Fraud ExaminationÂ