Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apakah terdapat perbedaan tindak kecuranganakademik antara mahasiswa yang sudah dan yang belum menempuh matakuliah ForensicAccounting and Fraud Examination, serta ditujukan untuk mendalami mengapa mahasiswamelakukan kecurangan dan matakuliah yang rentan terhadap tindak kecurangan akademik.Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan model sequentialexplanatory. Peneliti menggunakan uji beda Mann-Whitney dalam melakukan uji hipotesis,serta melakukan wawancara untuk memperdalam mengapa mahasiswa melakukankecurangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan tindakkecurangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa yang sudah dan yang belummenempuh matakuliah Forensic Accounting and Fraud Examination. Alasan mahasiswamelakukan kecurangan karena belum siap dengan materi yang diujikan, dosen belummenjelaskan materi dengan baik, kurangnya pengawasan dan sanksi yang ketat terhadapperilaku kecurangan, adanya tekanan untuk mendapat nilai yang baik agar lulus matakuliah,adanya kesibukan di luar perkuliahan, serta tidak ingin membuat orang tua kecewa karenamendapat nilai yang kurang memuaskan. Kemudian, matakuliah yang sering membuatmahasiswa melakukan kecurangan adalah matakuliah prasyarat serta matakuliah keahlianakuntansi.Kata kunci: Kecurangan akademik, Forensic Accounting and Fraud Examination
Copyrights © 2019