Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TERAPI RELAKSASI MASASE PUNGGUNG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI BEDAH MAYOR DI SMC RS TELOGOREJO Wuryani, Sri; Qur aini, Dian; Fatmawati, Nila; Aprilia, Rika
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Secara garis besar pembedahan di bagi menjadi dua yaitu bedah mayor dan minor. Bedah mayor adalah tindakan bedah besar yang menggunakan anestesi umum atau general anestesi. Pembedahan akan menimbulkan respon psikologis yaitu kecemasan, untuk mengurangi kecemasan dapat diatasi dengan masase punggung, karena masase punggung merangsang tubuh melepaskan senyawa endorphin yang merupakan pereda sakit alami dan juga menciptakan rasa nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi masase punggung terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi bedah mayor di SMC RS Telogorejo. Desain penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental, dengan rancangan penelitian “one group pre test – post test desing”. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah 32 responden. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukan Rata-rata skor rentang kecemasan sebelum melakukan relaksasi masase punggung yaitu sebesar 43,44 setelah dilakukan relaksasi masase punggung turun menjadi 29,03, Maka selisihnya sebesar 14,41 artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi masase punggung pada pasien pre operasi bedah mayor dengan p= 0,000 atau 0,05. Rekomendasi penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam mengontrol tingkat kecemasan pasien pre operasi bedah mayor dan Sebagai bahan masukkan dalam proses pembelajaran khususnya pengendalian dan penanganan non farmakologi terutama dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi agar tidak mempengaruhi proses operasi yang akan dilakukan pada pasien.
Integration of Artificial Intelligence in Islamic Education: Transformation of Pedagogy, Curriculum, and Spirituality Based on Maqāṣid al-Sharī‘ah Afifatun, Siti; Firdalina, Firdalina; Sari, Mulyana; Kesumasari, Novalian; Fatmawati, Nila; Febridawati, Febridawati
BASICA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v5i2.9626

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in Islamic education brings significant changes to the learning system, pedagogical approach, curriculum development, and spiritual development of students. This study aims to analyze the transformation of Islamic education in the era of artificial intelligence through the perspective of Maqāṣid al-Sharī‘ah. The study uses a qualitative method with a library research approach through a review of various scientific literature, educational theories, and contemporary thinking on AI and Islamic education. The results show three main findings. First, AI makes a positive contribution to the effectiveness, personalization, and accessibility of learning through adaptive learning systems, intelligent tutoring systems, and digital education platforms that can improve the quality of the teaching and learning process. Second, in the dimensions of pedagogy and curriculum, AI encourages the creation of student-centered learning models, improves critical thinking skills and creativity, and demands the reconstruction of the Islamic education curriculum by integrating digital literacy, AI ethics, and Islamic values ​​in a balanced manner. Third, in the spiritual dimension, AI integration should not only be oriented towards technological advancement, but should also strengthen moral awareness, spiritual intelligence, and humanistic values ​​grounded in Islamic teachings. The Maqāṣid al-Sharī‘ah perspective serves as an ethical foundation to ensure that the implementation of AI in Islamic education continues to support the protection of religion, reason, morality, and human well-being. Therefore, the integration of AI in Islamic education needs to be directed towards creating an educational system that balances technological innovation and the strengthening of spirituality.