Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI RANCANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI BUNULREJO 1 KOTA MALANG Gusdiyanto, Hafidz; Setya Mustafa, Pinton
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v7i1.2116

Abstract

Basal Ganglia, Penyakit Parkinson, dan Pentingnya Olahraga dalam Pengembangan Kecerdasan Gerak Gusdiyanto, Hafidz; Mustafa, Pinton Setya
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.589

Abstract

Bergerak memerlukan banyak proses yang begitu kompleks yang melibatkan berjuta sel dalam otak untuk menciptakan gerakan tersebut. Tujuan artikel ini adalah membahas tentang basal ganglia, penyakit parkinson, dan peran olahraga dalam pengembangan gerak. Studi ini merupakan kajian kepustakaan, yaitu melakukan kajian dari buku maupun jurnal tentang topik yang relevan dengan pendekatan kualitatif. Hasil tinjauan ini telah membahas basal ganglia adalah struktur di otak yang membantu kontrol gerakan sehingga berperan dalam motor dan tindakan otomatis dari keterampilan motorik yang bertindak dengan memfasilitasi penggunaan perencanaan motorik. Basal ganglia berfungsi memodulasi pola gerakan yang telah dimulai pada level kortikal. Gangguan yang terjadi pada basal ganglia yang sangat umum yaitu penyakit parkinson, salah satu gejala awal yang paling umum yaitu mengalami tremor saat sedang beristirahat. Pembelajaran olahraga untuk perkembangan kecerdasan gerak pada masa usia emas dapat diberikan melalui permainan yang disesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. Kesimpulan dari kajian ini bahwa basal ganglia berperan penting dalam keterampilan motorik dan pola gerakan otomatis. Apabila terjadi gangguan fungsi bada basal ganglia, maka berdampak negatif pada fungsi motorik. Oleh karena itu, penting untuk merangsang perkembangan kecerdasan gerak pada masa anak-anak melalui permainan gerak yang dapat meningkatkan kreativitas.
Perbandingan Kurikulum Pendidikan Jasmani Antara Indonesia dengan Finlandia: Kajian Review Mustafa, Pinton Setya; Gusdiyanto, Hafidz
Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Vol. 9 No. 2 (2023): Biormatika : Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
Publisher : Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/biormatika.v9i2.1534

Abstract

Tujuan dari kurikulum pendidikan jasmani supaya mengoptimalkan tumbuh kembang anak dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor. Tujuan tersebut belum sepenuhnya tercapai sesuai dengan harapan karena masih banyaknya kendala yang dijumpai. Tujuan dari artikel ini mengkaji perbandingan kurikulum pendidikan jasmani di Indonesia dengan Finlandia, sebab Finlandia merupakan negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mereview beragam referensi yang relevan dari buku aupun hasil penelitian. Penelitian ini terdiri dari penentuan topik, menyeleksian temuan dan penyajian hasil deskripsi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan jasmani di Indonesia dan Finlandia dibagun dari pandangan hidup bangsa masing-masing. Pendidikan jasmani di Indonesia mempunyai karakteristik bahwa anak dituntut untuk menguasai keterampilan tertentu sebagai syarat dalam menuntaskan kompetensi. Sedangkan Pendidikanjasmani di Finlandia memberikan kesempatan anak untuk bermain dan bersosialisasi untuk pengoptimalan tumbuh kembang siswa. Kesimpulan yang  didapat yaitu Finlandia telah memiliki pola pembelajaran tertentu dalam upaya untuk memberikan proses pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, sehingga diharapkan Indonesia dapat mengadopsi hal-hal yang positif yang dapat diterapkan dengan situasi dan kondisi di Indonesia, sehingga tujuan dari pendidikan jasmani dapat tercapai secara optimal.