Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SIKLUS HIDUP JAMUR KONSUMSI LOKAL KULAT KRITIP (SCHIZOPHYLLUM COMMUNE) PADA DAERAH BERGAMBUT DAN DAERAH BERTANAH MINERAL SERTA POTENSI NUTRISINYA Nion, Yanetri Asi; Djaya, Adrianson Agus; Kadie, Evi Marlia; ,, Lune; ,, Sumarlan; Wijaya, C. Hanny
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 8, No 2 (2012): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v8i2.3060

Abstract

Tulisan Pendek
Uji Konsentrasi Ekstrak Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) terhadap Penyakit Bercak Daun pada Tanaman Alpukat (Persea americana Mill.) Djaya, Adrianson Agus; Mulyani, Rahmawati Budi; Anwar, Moch.; Surawijaya, Panji; Widayanti, Mulyati; Supriati, Lilies
Jurnal Penelitian UPR Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v5i1.19873

Abstract

Penyakit bercak daun pada alpukat sangat penting karena dapat menyebar ke jaringan tanaman, seperti pada ranting, bunga, buah sehingga menyebabkan kematian tanaman, serangan dimulai dari lahan hingga ke penyimpanan (penyakit pasca panen). Tujuan penelitian yaitu untuk menguji konsentrasi ekstrak pasak bumi yang efektif dalam menghambat penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur patogen C. gloeosporioides pada tanaman alpukat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 taraf perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari 4 taraf, yaitu: P0 (control/tanpa ekstrak pasak bumi), P1 (ekstrak pasak bumi konsentrasi 15%), P2 (ekstrak pasak bumi konsentrasi 20%), dan P3(dikonafenazol 0,6 ml.L-1). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan ekstrak pasak bumi konsentrasi 20% (P2) mampu menghambat pertumbuhan bercak daun oleh jamur patogen dengan lama inkubasi rata-rata 6,2 hsi, mampu menekan jumlah bercak yang tumbuh pada daun dengan rata-rata jumlah bercak 17 dibanding dengan perlakuan ekstrak pasak bumi pada konsentrasi 15% (P1) dengan masa inkubasi yang lebih pendek dan jumlah bercak yang muncul pada daun lebih tinggi. Perlakuan ekstrak pasak bumi dengan konsentrasi 20% (P2) mampu menekan pertumbuhan patogen C. gloeosporioides dengan efektivitas pengendalian 59,14%, namun efektivitasnya lebih rendah dari dekonafenazol 0,6 ml.L-1 yang memiliki efektivitas pengendalian sebesar 71,63%.
Coaching Clinic Teknik Dasar Fotografi untuk Mendukung Dokumentasi Penelitian Mahasiswa: Coaching Clinic Basic Photography Techniques to Support Student Research Documentation Mulyani, Rahmawati Budi; Melhanah, Melhanah; Asi, Yanetri; Djaya, Adrianson Agus; Saraswati, Dewi; Pandriyani, Pandriyani; Wardhana, Vinsen Willi; Suhardi, Suhardi; Suryani, Julia Nanda; Manullang, Arnoldus J. B.
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. Suppl-1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11iSuppl-1.10447

Abstract

Visual documentation is an essential part of the data collection process in scientific research. Documentation can help data become more understandable and unambiguous. An effective visualization can strengthen the credibility of the data, facilitate readers' or audiences' understanding of the research context, and support the validity of field or laboratory observations. Based on initial observations and informal interviews with several final-year students, it was found that most lacked basic photography skills, especially in scientific documentation. Therefore, a photography technique coaching clinic was conducted by the Community Service Team, the Agrotechnology Student Association of Palangka Raya University, and the Indonesian Phytopathology Association of Central Kalimantan Regional Command. The aim was to improve students' knowledge and skills in scientific documentation photography. The method used was blended learning (theory and direct practice), along with pre-test and post-test questionnaires. The training results showed a significant increase in participants' understanding of basic photography techniques. Knowledge of photo composition increased to 87.8%, the use of light and shooting angles to 96.9%, optimal use of photographic equipment to 90.3%, and the preparation of visual documentation in research reports to 86.2%. This indicates that participants no longer view photography as merely a supplement but as an integral part of the process of recording data, analyzing, and presenting results scientifically and communicatively.