Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kesulitan Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Pembuktian Teorema Nalurita, Ika Victoria; Nisa', Roisatun; Jayanti, Melinda Dwi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2235

Abstract

Dalam matematika, teorema perlu dibuktikan kebenarannya. Melalui proses pembuktian, mahasiswa dapat mengetahui  kebenaran  suatu teorema  dan juga  dapat  mengasah  kemampuan  berpikir  logis  mahasiswa. Namun, hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa calon guru matematika mengalami kesulitan dalam pembuktian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa calon guru matematika dalam pembuktian teorema. Kami menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa semester II prodi Pendidikan Matematika Universitas Qomaruddin yang dipilih berdasarkan kemampuan awal matematikanya. Kami menggunakan soal tes dan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data. Subjek yang terpilih diberikan soal pembuktian teorema dan dilakukan wawancara untuk memperjelas hasil jawaban pada saat tes tersebut. Data yang terkumpul dianalisis dengan kerangka kerja analisis Miles & Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan subjek berkemampuan tinggi adalah ketidakmampuan dalam menarik kesimpulan pembuktian teorema (2) kesulitan subjek berkemampuan sedang adalah ketidakmampuan mengingat beberapa konsep, dan kurang mampu menggunakan data serta mengaitkan pernyataan pernnyataan dalam pembuktian; dan (3) kesulitan subjek berkemampuan rendah adalah ketidakmampuan mengingat konsep pembuktian, ketidakmampuan mengenali simbol-simbol geometri matematika, dan ketidakmampuan dalam menarik kesimpulan.
Pengembangan Modul Ajar Model Learning Cycle 5E Materi Operasi Aljabar Nada, Ana Fithrotun; Nisa', Roisatun
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): January - March 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i1.2753

Abstract

Pembelajaran aljabar di tingkat SMP sering kali menjadi tantangan bagi peserta didik, sehingga dibutuhkan inovasi pembelajaran, misalkan melalui pengembangan modul ajar Learning Cycle 5E. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul ajar model Learning Cycle 5E yang valid, praktis, dan efektif. Kami menggunakan model pengembangan 4D dengan melibatkan siswa SMP YP Sunan Dalem Gumeno Manyar Gresik. Instrumen yang kami gunakan berupa lembar validasi, observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon guru dan siswa, serta asesmen sumatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahapan hingga menghasilkan modula ajar. Berdasarkan hasil penelitian, modul ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Dalam artian, modul ajar model Learning Cycle 5E dapat diimplementasikan dan disarankan agar guru menggunakan modul ini untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran aljabar.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) PADA MATERI SPLDV Karimah, Firda Luthfiyatun; Nisa', Roisatun
SIGMA Vol 10, No 2 (2025): SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/sigma.v10i2.2570

Abstract

Mengungkapkan kreatifitas dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik penting dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, diperlukan perangkat terbuka yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis Creative Problem Solving (CPS) pada materi SPLDV yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang melibatkan 24 peserta didik kelas VIII di Mts. Tarbiyatus Shibyan sebagai subjek penelitian. Data penelitian berupa pedoman wawancara, lembar validasi, angket respon guru dan peserta didik, serta tes asesmen sumatif. Hasil wawancara digunakan analisis untuk awal. Rata-rata skor hasil validasi adalah 3,76, yang masuk dalam kategori valid. Angket respon guru menunjukkan presentase 87,5%, yang masuk dalam kategori sangat praktis, sedangkan angket respon peserta didik menunjukkan presentase 86,3%, yang masuk dalam kategori praktis. Hasil rata-rata asesmen sumatif adalah 76,25, yang masuk dalam kategori efektif. Dengan demikian modul ajar berbasis Creative Problem Solving (CPS) pada materi SPLDV layak digunakan sebagai perangkat ajar dalam proses pembelajaran matematika.
Pengembangan Media Pembelajaran Bangun Ruang menggunakan Program Construct 2 untuk Siswa SMP Nubailah, Nubailah; Nisa', Roisatun
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1510

Abstract

Minimnya pengetahuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran yang bervariatif ketika proses pembelajaran mengakibatkan siswa kurang bersemangat dan aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang menggunakan Program Construct 2 untuk siswa SMP yang valid dan praktis. Kami mengadopsi model ADDIE untuk menghasilkan media pembelajaran dengan melibatkan siswa kelas VII MTs. Assa'adah 2. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kebutuhan awal, pedoman wawancara, lembar validasi serta angket respon untuk siswa. Analisis kevalidan diperoleh dari hasil penilaian lembar validasi oleh validator ahli media dan ahli materi, dimana media pembelajaran bangun ruang menggunakan Program Construct 2 berada dalam kategori sangat valid. Sementara itu, analisis kepraktisan dilakukan melalui hasil penilaian angket respon oleh siswa yang berada dalam kategori praktis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran bangun ruang menggunakan Program Construct 2 dinyatakan valid dan praktis. Implikasi dari penelitian menstimulus guru dapat mengadaptasi media pembelajaran yang dikembangkan untuk memudahkan penyampaian materi serta sebagai inovasi pada pembelajaran.
Pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi dengan Model STAD pada Materi Bangun Ruang Kelas VII Sholihah, Nur baqiyatus; Nisa', Roisatun
Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2024): Gammath : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan kepada guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas, sehingga dalam implementasinya kurikulum merdeka dapat diwujudkan menjadi pembelajaran yang berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul terbuka berdiferensiasi dengan model Student Teams Achivement Division (STAD) yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE ( Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 di MTs. Ma'arif NU Assa'adah II dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A MTs. Ma'arif NU Assa'adah II. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar analisis awal yakni angket respon peserta didik pada pembelajaran matematika dan pedoman wawancara, lembar validasi, angket respon gru dan angket respon siswa. Berdasrkan hasil penelitian, modul terbuka berdiferensiasi yang telah dikembangkan memperoleh skor rata-rata kevalidan 3,8 dengan kategori sangat valid. Nilai kepraktisan diperoleh dari angket respon guru dengan skor rata-rata 3,8 dan angket respon peserta didik dengan skor rata-rata 2,7 dengan kategori praktis. Hal ini menunjukkan bahwa modul ajar berdiferensiasi memenuhi kriteria valid dan praktis serta dapat digunkan dalam pembelajaran matematika.