Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Trigonometri Ditinjau Dari Gaya Belajar Wijayanti, Melinda Dwi; Nalurita, Ika Victoria
FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7 No 1 (2024): FARABI
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/farabi.v7i1.709

Abstract

According to the OECD, the 2018 PISA results state that 71% of Indonesian students experience difficulties when faced with conditions that require them to solve problems by applying mathematical concepts, so they fail to achieve minimum competitive ability in mathematics. Based on the observations of researchers, there are MAN 1 Gresik students who have difficulty in solving trigonometric problems because they think that this material is too much memorizing formulas. This study used learning style questionnaires, test questions, and interviews to collect data in order to find out students' difficulties in solving trigonometry problems in terms of students' learning styles. The results obtained from this study include: 1) The difficulties of auditorial subjects are the inability to remember the steps of proving trigonometric identities; the basic concepts of trigonometric comparisons and the Pythagorean Theorem, unable to recognize mathematical angle symbols, less careful in calculating powers and calculating fractions, and the inability to draw conclusions. 2) The difficulties of kinesthetic subjects are the inability to remember the steps of proving trigonometric identities and the Pythagorean Theorem, the inability to recognize mathematical angle symbols, and less careful in calculating powers and calculating fractions; 3) The difficulties of visual subjects are the inability to remember the steps of proving trigonometric identities, the inability to recognize mathematical angle symbols, and the inability to draw conclusions.
Kemampuan Pemecahan Masalah Persamaan Garis Lurus Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa MTs. Ma’arif NU Assa’adah I Bungah Rahmawati, Aisyah Ika; Nalurita, Ika Victoria
EDUKASI Vol 22, No 1 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v22i1.7814

Abstract

Pemecahan masalah adalah suatu cara untuk mengatasi masalah guna mencapai tujuan yang hendak dicapai. Menurut Polya terdapat empat tahapan pemecahan masalah diantaranya yaitu, memahami masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII MTs. Ma'arif NU Assa'adah I Bungah pada tahun ajaran 2023/2024 dalam menyelesaikan soal persamaan garis lurus ditinjau dari minat belajar. Metode  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar, lembar validasi soal tes, soal tes, dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan minat belajar tinggi mampu menyelesaikan pemecahan masalah pada setiap tahapan pemecahan masalah menurut Polya dengan baik dan benar. Siswa dengan kategori minat belajar sedang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pemecahan masalah namun pada tahapan melaksanakan strategi mereka masih kurang sistematis dan maksimal. Siswa dengan minat belajar rendah tidak mampu menyelesaikan soal pada tahapan merencanakan strategi dan melaksanakan strategi. Mereka hanya mampu menyelesaikan soal pada tahapan memahami masalah dan pengecekan kembali. Kesimpulan dari penelitian ini, diharapkan guru dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang kemampuan pemecahan masalah, sehingga siswa dapat memecahkan masalah dengan baik dan benar.
Analisis Kesulitan Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Pembuktian Teorema Nalurita, Ika Victoria; Nisa', Roisatun; Jayanti, Melinda Dwi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2235

Abstract

Dalam matematika, teorema perlu dibuktikan kebenarannya. Melalui proses pembuktian, mahasiswa dapat mengetahui  kebenaran  suatu teorema  dan juga  dapat  mengasah  kemampuan  berpikir  logis  mahasiswa. Namun, hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa calon guru matematika mengalami kesulitan dalam pembuktian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa calon guru matematika dalam pembuktian teorema. Kami menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa semester II prodi Pendidikan Matematika Universitas Qomaruddin yang dipilih berdasarkan kemampuan awal matematikanya. Kami menggunakan soal tes dan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data. Subjek yang terpilih diberikan soal pembuktian teorema dan dilakukan wawancara untuk memperjelas hasil jawaban pada saat tes tersebut. Data yang terkumpul dianalisis dengan kerangka kerja analisis Miles & Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan subjek berkemampuan tinggi adalah ketidakmampuan dalam menarik kesimpulan pembuktian teorema (2) kesulitan subjek berkemampuan sedang adalah ketidakmampuan mengingat beberapa konsep, dan kurang mampu menggunakan data serta mengaitkan pernyataan pernnyataan dalam pembuktian; dan (3) kesulitan subjek berkemampuan rendah adalah ketidakmampuan mengingat konsep pembuktian, ketidakmampuan mengenali simbol-simbol geometri matematika, dan ketidakmampuan dalam menarik kesimpulan.
Pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan penyelesaian soal matematika siswa SMA Assa’adah Amilah, Rahma in; Nalurita, Ika Victoria
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 16, No 1 (2025): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v16i1.22292

Abstract

Kemampuan penyelesaian soal matematika merupakan salah satu aspek penting yang mencerminkan keberhasilan pembelajaran matematika. Namun, rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika, terutama yang bersifat pemecahan masalah, masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan ini adalah disposisi matematis siswa. Disposisi matematis mencakup sikap positif terhadap matematika, seperti rasa percaya diri, ketekunan, berpikir berpikir, dan keinginan untuk mengeksplorasi berbagai strategi penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan siswa SMA Assa'adah dalam menyelesaikan soal matematika. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana. Instrumen penelitian meliputi angket untuk mengukur disposisi matematis dan tes untuk menilai kemampuan penyelesaian soal matematika. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara kedua variabel.Hasil penelitian dari 30 sampel yang diambil peneliti di kelas XI-3 SMA Assa'adah menunjukkan bahwa terdapat 16 siswa dengan kategori disposisi matematis tinggi (53%), dan 14 siswa dengan kategori sedang (47%), untuk kemampuan penyelesaian soal matematika siswa SMA Assa'adah , terdapat 12 siswa dengan kategori sangat tinggi (40%), 17 siswa dengan kategori tinggi (57%), dan 1 siswa dengan kategori sedang (3%). Berdasarkan hasil uji regresi linier sederhana, disposisi matematis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan penyelesaian soal matematika siswa SMA Assa'adah, dengan nilai signifikansi 0,003 0,05. Besarnya pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan penyelesaian soal matematika adalah 27,9%, sementara 72,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini menunjukkan Disposisi matematis berpengaruh 27,9%, terhadap kemampuan penyelesaian soal matematika.Kata kunci : disposisi matematis; kemampuan; penyelesaian soal matematika
Kemampuan Pemecahan Masalah Persamaan Garis Lurus Ditinjau Dari Minat Belajar Siswa MTs. Ma’arif NU Assa’adah I Bungah Rahmawati, Aisyah Ika; Nalurita, Ika Victoria
EDUKASI Vol 22, No 1 (2024): EDISI MEI 2024
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v22i1.7814

Abstract

Pemecahan masalah adalah suatu cara untuk mengatasi masalah guna mencapai tujuan yang hendak dicapai. Menurut Polya terdapat empat tahapan pemecahan masalah diantaranya yaitu, memahami masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII MTs. Ma'arif NU Assa'adah I Bungah pada tahun ajaran 2023/2024 dalam menyelesaikan soal persamaan garis lurus ditinjau dari minat belajar. Metode  penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar, lembar validasi soal tes, soal tes, dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan minat belajar tinggi mampu menyelesaikan pemecahan masalah pada setiap tahapan pemecahan masalah menurut Polya dengan baik dan benar. Siswa dengan kategori minat belajar sedang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pemecahan masalah namun pada tahapan melaksanakan strategi mereka masih kurang sistematis dan maksimal. Siswa dengan minat belajar rendah tidak mampu menyelesaikan soal pada tahapan merencanakan strategi dan melaksanakan strategi. Mereka hanya mampu menyelesaikan soal pada tahapan memahami masalah dan pengecekan kembali. Kesimpulan dari penelitian ini, diharapkan guru dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang kemampuan pemecahan masalah, sehingga siswa dapat memecahkan masalah dengan baik dan benar.