Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEK PAPARAN PROFILIN Toxoplasma gondii TERHADAP KADAR CHEMERIN PADA TIKUS Rattus norvegicus STRAIN WISTAR Iskandar, Agustin; Mayashita, Dearikha Karina; Alim, Fathi Nabila
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.639 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.04.1

Abstract

 Obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang terkait dengan morbiditas, mortalitas, dan keterbatasan fungsional.  Di saat yang bersamaan, prevalensi penyakit menular karena infeksi juga menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya keterkaitan antara infeksi dengan obesitas. Profilin merupakan bagian dari parasit Toxoplsma gondii yang dapat berikatan dengan TLR-11 dan  memicu ekspresi IL-12 serta sitokin proinflamasi lain, yang diduga dapat menyebabkan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek paparan profilin T. gondii terhadap kadar chemerin sebagai adipositokin proinflamasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan true eksperimental-post test only control group design, menggunakan tikus (Rattus norvegicus) strain Wistar, yang diberi dua perlakuan yakni diet normal dan diet hiperkalori. Kemudian diinjeksi profilin dosis 15, 30, 45 mcg/mL.  Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kadar chemerin yang signifikan (p = 0,038; ). Hasil uji post-hoc Tukey  didapatkan perbedaan bermakna pada kelompok profilin dengan dosis 30 mcg/mL yang diberi diet hiperkalori. Uji kolerasi dan regresi linier pada kelompok diet normal menunjukkan hubungan yang kuat antara dosis profilin dengan kadar chemerin (r = 0,600) dan R2 = 0,360 yang dapat diartikan bahwa ada pengaruh dosis profilin pada kenaikan kadar chemerin yaitu sebesar 36%. Pada kelompok diet hiperkalori didapatkan hubungan sangat kuat antara dosis profilin dengan kadar chemerin (r = 0,078) dan R2 = 0,609 yang berarti  bahwa pengaruh dosis profilin pada kenaikan kadar chemerin sebesar 60,9%. Kesimpulan penelitian ini adalah paparan profilin Toxoplasma gondii menyebabkan peningkatan kadar chemerin pada tikus strain Wistar. 
Therapeutic Strategies in the Treatment and Prevention of Preterm Labor: A Systematic Review Alim, Fathi Nabila; Hariyati, Suheni Ninik
Asian Journal of Health Research Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 No 2 (August) 2025
Publisher : Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55561/ajhr.v4i2.242

Abstract

Introduction: Prematurity remains the leading cause of prenatal and newborn mortality and morbidity worldwide. Numerous trials with varying degrees of efficacy have been carried out to identify therapies to prevent premature birth. Therefore, the purpose of this study is to analyze the efficacy of medications with different dosages that have been previously studied in terms of their ability to delay premature labor.    Material and Methods: The authors searched for randomized-controlled trials (RCTs) that addressed the use of therapy to prevent or treat preterm birth in pregnant patients who were either diagnosed with or at risk for preterm birth. The PRISMA approach was used to conduct the search using electronic databases, including Embase, ProQuest, PubMed, and Cochrane.    Results: We obtained 34 RCTs that met the inclusion criteria. We discovered that 400 mg of progesterone administered intravaginally consistently had a substantial effect in postponing preterm birth. Other kinds of aspirin, such as 60 mg and 81 mg, are effective in postponing premature birth. In addition, taking supplements of docosahexaenoic acid (omega-3 fatty acid) throughout pregnancy considerably delays premature birth. Preterm labor is also markedly delayed in pregnant women with HIV when selenium supplements are taken.    Conclusion: Intravaginal progesterone, oral low dose aspirin, and docosahexaenoic acid supplementation have the potential to be therapies to prevent preterm labor.