Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pola Kerja Sama Antara Pengawas Kepala Sekolah dan Guru dalam Pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) di Kabupaten Blora Slamet, Slamet; Kusmanto, Adi; Karjo, Karjo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.546 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) penerapan regulasi standara kualifikasi dan kompetensi Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru, (2) Pola kerja sama dan persepsi guru tentang kinerja Pengawas dan Kepala Sekolah, (3) pemberdayaan guru (eacher empowerment) SD, SMP, dan SMA Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui pendekatan deskriptif dan analisis statistic inferensial parametris. subyek penelitian sebanyak 186 responden menggunakan teknik cluster statified random sampling melibatkan 60 sekolah. Instrumen angket dipergunakan untuk mengumpulkan variabel standar kualifikasi dan kompetensi, Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru, serta persepsi guru dalam bekerja sama. Data-data sekunder dipergunakan untuk verifikasi dan melengkapi data primer. Pengolahan data statistik deskriptif untuk menguraikan keberadaan variabel mandiri. Pengolahan data dengan statistik inferensial dipergunakan untuk mengetahui kamparatif dan keeratan hubungan antara ketiga variabel. FGD dilakukan untuk verifikasi data dan implikasi pemberdayaan guru. Hasil analisis : (1) Analisis deskriptif menunjukkan bahwa standar kualifikasi masih ada yang belum memenuhi kriteria indikator usia dan pendidikan. Kompetensi Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru termasuk kategori ‘sangat tinggi’, (2) Pola kerja sama diperoleh nilai kesesuaian 0,83 (sangat tinggi) dari yang diharapkan. Pengujian hipotesis peneitian pertama analisis komparatif one way anova hasilnya F hitung > F table (296.388 > 2.9359), kedua korelasi bivariat Hasilnya ada hubungan yang positif dan signifikan (µ = 0,05) antara Pengawas dengan Guru rxy sebesar 0,423, Kepala Sekolah dengan Guru rxy sebesar 0,380, dan Pengawas dengan Kepala Sekolah rxy sebesar 0,667 (3) Pemberdayaan guru difokuskan pada bidang kapasitas SDM, pemenuhan sarpras, dan inovasi pembelajaran.
Analisis Pola Kerja Sama Antara Pengawas Kepala Sekolah dan Guru dalam Pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) di Kabupaten Blora Slamet, Slamet; Kusmanto, Adi; Karjo, Karjo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) penerapan regulasi standara kualifikasi dan kompetensi Pengawas, Kepala Sekolah, dan Guru, (2) Pola kerja sama dan persepsi guru tentang kinerja Pengawas dan Kepala Sekolah, (3) pemberdayaan guru (eacher empowerment) SD, SMP, dan SMA Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui pendekatan deskriptif dan analisis statistic inferensial parametris. subyek penelitian sebanyak 186 responden menggunakan teknik cluster statified random sampling melibatkan 60 sekolah. Instrumen angket dipergunakan untuk mengumpulkan variabel standar kualifikasi dan kompetensi, Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru, serta persepsi guru dalam bekerja sama. Data-data sekunder dipergunakan untuk verifikasi dan melengkapi data primer. Pengolahan data statistik deskriptif untuk menguraikan keberadaan variabel mandiri. Pengolahan data dengan statistik inferensial dipergunakan untuk mengetahui kamparatif dan keeratan hubungan antara ketiga variabel. FGD dilakukan untuk verifikasi data dan implikasi pemberdayaan guru. Hasil analisis : (1) Analisis deskriptif menunjukkan bahwa standar kualifikasi masih ada yang belum memenuhi kriteria indikator usia dan pendidikan. Kompetensi Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru termasuk kategori ‘sangat tinggi’, (2) Pola kerja sama diperoleh nilai kesesuaian 0,83 (sangat tinggi) dari yang diharapkan. Pengujian hipotesis peneitian pertama analisis komparatif one way anova hasilnya F hitung > F table (296.388 > 2.9359), kedua korelasi bivariat Hasilnya ada hubungan yang positif dan signifikan (µ = 0,05) antara Pengawas dengan Guru rxy sebesar 0,423, Kepala Sekolah dengan Guru rxy sebesar 0,380, dan Pengawas dengan Kepala Sekolah rxy sebesar 0,667 (3) Pemberdayaan guru difokuskan pada bidang kapasitas SDM, pemenuhan sarpras, dan inovasi pembelajaran.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL GI DAN STAD DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR DEDUKTIF DAN MOTIVASI BERPRESTASI Karjo, Karjo; Ashadi, Ashadi; Sugiyarto, Sugiyarto
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2019): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v8i2.37755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Saintifik dengan model GI dan STAD ditinjau dari kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar. Penelitian ini disusun dalam rancangan faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMA Negeri 8 Surakarta. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik dengan model STAD terdiri dari 25 peserta didik dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan pendekatan saintifik dengan model GI terdiri dari 25 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir deduktif, sedangkan angket untuk data motivasi berprestasi. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan sel tak sama dengan bantuan software SPSS 18. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian adalah: (1) ada pengaruh pembelajaran saintifik dengan model GI dan model STAD terhadap hasil belajar; (2) ada pengaruh kemampuan berpikir deduktif terhadap hasil belajar; (3) ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap hasil belajar; (4) ada interaksi antara pembelajaran Saintifik dengan GI dan STAD dengan kemampuan berpikir deduktif terhadap hasil belajar ; (5) ada interaksi antara pembelajaran saintifik dengan GI dan STAD dengan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar ; (6) tidak ada interaksi antara kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar; (7) t i d a k ada interaksi antara pembelajaran saintifik dengan GI dan STAD dengan kemampuan berpikir deduktif dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar.