Afifah, Tatu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyalahgunaan Akun Netflix Oleh Pihak Kedua Di Media Sosial Di Tinjau Dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta dan Undang-UndangĀ  Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Afifah, Tatu; Nurhidayah, Rai Indah
JURNAL HAK : Kajian Ilmu Hukum, Administrasi Negara, dan Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal HAK : Kajian Ilmu Hukum, Administrasi Negara, dan Komunikasi
Publisher : Faculty of Social, Politic, and Law Science, Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jhak.v2i2/11406

Abstract

One of the social media platforms that is currently widely used for buying and renting various objects is the Instagram application. With the large number of products available, including accounts for premium applications like Netflix, there are instances of social media accounts engaging in abuse by selling or renting out premium application programs on Instagram, such as the account named "digprem.store." Based on this phenomenon, the issues in this research are formulated as follows: what is the legality of renting out premium Netflix accounts by a second party through online shop services, and what are the legal consequences of renting out premium Netflix accounts through online shops according to Law Number 28 of 2014 concerning Copyright and Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. The researcher employs a qualitative method with a normative legal approach. The type of research used is normative research, which involves studying, observing, and analyzing several theoretical aspects. Data collection techniques include interviews and literature studies. The results of this study indicate that online shop services have committed a breach of contract against the provisions set by Netflix in the terms of use under clause 4.2, Article 17, Article 32 paragraphs (1) and (2) of Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions, and Article 113 paragraphs (3) and (4), Article 114 of Law Number 28 of 2014 concerning Copyright.
TRANSPARANSI ALGORITMA DALAM PENYUSUNAN KLAUSUL POLIS ASURANSI: REKONSTRUKSI PRINSIP UBERRIMAE FIDEI Afifah, Tatu; Sinaga, Meyilin Rosalia
JURNAL HAK : Kajian Ilmu Hukum, Administrasi Negara, dan Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal HAK : Kajian Ilmu Hukum, Administrasi Negara, dan Komunikasi
Publisher : Faculty of Social, Politic, and Law Science, Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jhak.v3i1.11914

Abstract

Transformasi digital melalui insurtech telah mengalihkan proses penyusunan klausul polis kepada algoritma pengambilan keputusan otomatis yang bersifat black box. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi hukum penggunaan algoritma yang tidak transparan terhadap keabsahan perjanjian asuransi melalui rekonstruksi prinsip uberrimae fidei. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menemukan bahwa algoritma black box dapat mencederai syarat subjektif dan objektif perjanjian karena menimbulkan kekhilafan substantif bagi tertanggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU PDP dan POJK No. 36 Tahun 2024 telah memberikan landasan formal mengenai hak atas penjelasan, implementasinya masih terbatas pada aspek administratif dan belum menyentuh transparansi algoritmik. Kesimpulannya, prinsip uberrimae fidei harus direkonstruksi menjadi kewajiban timbal balik di mana penanggung wajib mengungkap logika algoritma sebagai fakta material. Pemerintah perlu menetapkan standar audit algoritma dan penerapan Explainable AI (XAI) untuk menjamin keadilan sosial dan kepastian hukum di sektor asuransi digital. Kata Kunci: Transparansi Algoritma, Black Box, Asuransi Digital, Uberrimae Fidei, Perlindungan Data Pribadi.