Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PERAN WALI PEMASYARAKATAN DALAM PELAKSANAAN ADMISI ORIENTASI BAGI NARAPIDANA (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jambi) Kurniadi, Ilham; Wijayanti, Cindana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.61-70

Abstract

AbstrakPemidanaan kepada seorang individu yang sudah terbukti melakukan tindakan melanggar hukum bukan hanya bertujuan sebagai pembalasan dan penderitaan. Ada tujuan yang lebih penting yaitu memperbaiki dan membinsa pelaku tindak pidana sehingga dapat kembali ke masyarakat dan menjadi masyarakat yang baik dan berguna. Di Indonesia, pelaksananaan pembinaan kepada narapidana dilakukan di Lapas. Dalam pembinaan terhadap narapidana didampingi oleh petugas pemasyarakatan yang dinamakan wali pemasyarakatan. Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi peran wali pemasyarakatan dalam pelaksanaan admisi orientasi bagi narapidana di Lapas Kelas IIA Jambi. Pengumpulan data dan informasi menggunakan metode penelitian yuridis empiris melalui teknik pengumpulan data kualitatif berupa wawancara secara langsung dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran wali pemasyarakatan dalam pelaksanaan adimisi orientasi bagi narapidana belum terlaksana secara optimal. Hal tersebut disebabkan karena wali pemasyarakatan belum paham mengenai tugas, tanggung jawab dan kewajibannya. Selain itu wali pemasyarakatan juga mempunyai tugas dan kesibukan lainnya dan kompetensi sumber daya manusianya yang belum maksimal dalam menjalankan perannya. Hal lainnya juga dikarenakan perbandingan narapidana yang harus dibina oleh wali pemasyarakatan tidak proporsional. Maka dari itu penulis menyarankan agar ada penambahan wali pemasyarakatan serta adanya diklat guna peningkatan kompetensi bagi wali pemasyarakatan agar dapat menjalankan perannya secara optimal.Kata Kunci: pemasyarakatan, admisi orientasi, narapidana, lembaga pemasyarakatan, wali pemasyarakatan
BIOPHILIC INTEGRATION IN URBAN PUBLIC SPACE DESIGN : A CASE STUDY OF BNI URBAN FOREST PARK, BANDA ACEH Shidqi, Aufa; Munawir, Munawir; Kurniadi, Ilham; Syawaluddin, Nabil; Hidayatullah, Hidayatullah; Meutia, Zya Dyena
Indonesian Journal of Environmental Sustainability Vol. 4 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Center for Environmental Studies, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijes.v4i1.10045

Abstract

Urban public spaces play an important role in improving environmental quality and human well-being; however, studies examining the implementation of biophilic design in tropical urban parks remain limited, particularly in the context of coastal cities in Indonesia. This study addresses this gap by exploring the integration of biophilic design principles in BNI Urban Forest Park (Hutan Tibang), Banda Aceh. The objectives are to identify existing biophilic elements, evaluate their ecological and restorative functions, and formulate recommendations to strengthen biophilic integration in tropical urban public spaces. A qualitative-descriptive methodological framework was employed through literature review, analysis of park management documents, field observation, visual documentation, and theoretical assessment based on Kellert’s biophilic design framework. The results reveal that the park incorporates several key biophilic elements, including mangrove vegetation, tree canopies, visual connections with water, and natural-material walkways, which contribute to ecological quality, thermal comfort, and visitor well-being. Nevertheless, deficiencies were identified in environmental education facilities, biodiversity interpretation, accessibility, and integrated blue–green infrastructure. These findings suggest that while the park demonstrates substantial biophilic potential, further interventions are needed to enhance its ecological and social performance. Practical implications include the implementation of interpretive signage, functional zoning, small-scale bioretention systems, sustainable vegetation management, and community-based conservation programs. The study contributes to the development of biophilic design strategies for resilient and inclusive tropical urban parks.