Agus Sudrajat, Diwa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Situational Leadership as View by Nurses in Government and Private Hospitals Agus Sudrajat, Diwa; Zulfikar, Fikri; Lindayani, Linlin
Journal Of Nursing Practice Vol. 3 No. 2 (2020): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v3i2.77

Abstract

Background:Leadership as an indicator of the quality of human resources is a very determining factor in the success of an organization such as a hospital. Leadership style depends also on the maturity of individuals or groups as followers. Purpose:The purpose of this study was to exploresituational leadership of head nurse as viewed by nursesin government and private hospitals.this study uses descriptive research method with cross-sectional approach. The time of the study will begin in May 2019 until June 2019. The instrument used in this study was the leadership style questionnaire model of Harsey and Blanchard.Results:The leadership style of head nurse in the majority government hospitals is delegate (38.5%) and followed by the leadership style of consultation (38.5%), participation (18.5%) and at least instruction (13.8%). The leadership style of head nurses in private hospitals is also almost the same as government hospitals where the majority of implementing nurses rate the room head in the delegate style (48%), which is followed by the leadership style of consultation (23%), participation (20%) and most the least is the leadership style of instruction (9%).Conclusion:The leadership style of head nurse both government and private hospitals iwas dominated by delegation and consultation.
PENGUATAN SELF – MANAGEMENT SEBAGAI STRATEGI PREVENTIF PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEPERAWATAN STIKEP PPNI JAWA BARAT Agus Sudrajat, Diwa; Kumala, Tria Firza; Alghifari, Emil Abudzar; Saputra, Rizky Akbar
Jurnal Abdimas Sains Vol. 3 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS SAINS
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jas.v3i1.63

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan permasalahan yang umum terjadi pada mahasiswa keperawatan, khususnya pada mahasiswa yang memiliki beban akademik dan organisasi yang tinggi. Perilaku menunda penyelesaian tugas akademik dapat berdampak pada penurunan kualitas hasil belajar, peningkatan stres akademik, serta hambatan dalam pencapaian kompetensi profesional. Berbagai upaya akademik telah dilakukan untuk menurunkan prokrastinasi akademik, namun hasilnya belum optimal apabila tidak disertai dengan penguatan kemampuan pengelolaan diri mahasiswa. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menerapkan self-management sebagai upaya menurunkan prokrastinasi akademik pada mahasiswa keperawatan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada 50 mahasiswa pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKep PPNI Jawa Barat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan aplikatif dengan desain pre dan post intervention tanpa kelompok kontrol. Kegiatan diawali dengan pengukuran tingkat prokrastinasi akademik menggunakan Tuckman Procrastination Scale (TPS), dilanjutkan dengan pelatihan dan penerapan self-management yang meliputi empat tahapan, yaitu self-monitoring, self-contracting, stimulus-control, dan self-reinforcement, dan juga diakhiri dengan Pengukuran ulang (post-test). Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor prokrastinasi akademik dari 56,8 pada pre-test menjadi 44,2 pada post-test, dengan selisih penurunan sebesar 12,6 poin. Selain itu, terjadi penurunan proporsi mahasiswa dengan prokrastinasi akademik kategori tinggi dari 56% menjadi 16%. Penurunan skor ini menunjukkan bahwa mahasiswa semakin mampu mengelola waktu, mengurangi perilaku menunda, serta meningkatkan kontrol diri dan tanggung jawab akademik. Perubahan ini juga mencerminkan peningkatan kesadaran diri, komitmen terhadap target akademik, dan motivasi intrinsik mahasiswa dalam menyelesaikan tugas secara tepat waktu. Dapat disimpulkan bahwa penerapan self-management efektif dalam menurunkan prokrastinasi akademik mahasiswa keperawatan secara bermakna. Program ini memberikan manfaat praktis dalam membentuk perilaku belajar yang lebih disiplin dan adaptif. Disarankan agar pelatihan self-management diintegrasikan secara berkelanjutan dalam program pembinaan mahasiswa serta dikembangkan dengan durasi pendampingan yang lebih panjang untuk memperkuat keberlanjutan perubahan perilaku. Kata kunci: self-management, prokrastinasi akademik, mahasiswa keperawatan, pengabdian kepada masyarakat