Chairani, Nabila
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESIGN OF BOUTIQUE HOTEL IN LAKE SIOMBAK TOURISM AREA WITH INSTAGRAMABLE RECREATION FACILITIES: DESIGN OF BOUTIQUE HOTEL IN LAKE SIOMBAK TOURISM AREA WITH INSTAGRAMABLE RECREATION FACILITIES Chairani, Nabila
Jurnal Koridor Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/koridor.v13i02.7404

Abstract

Tourism is the largest foreign exchange-producing sector in Indonesia, while the most developed is natural tourism. Lake Siombak is a nature-based tourism in Medan Marelan District which is currently growing because of its considerable potential in the future. However, based on BPS data from the Medan Marelan District (2019), there are no lodging facilities in tourist areas in Medan Marelan. Even though these facilities can improve tourism services, especially for tourists from outside the region, especially if the facilities are modern and Instagramable. For that, what are the criteria for Instagramable tourism facilities? And how to design and apply the criteria for Instagramable tourism facilities into the design of Boutique Hotels in the Lake Siombak tourist area?. The method used to answer the design questions uses qualitative analysis methods in the form of observations, interviews and literature. So the result is a Boutique Hotel design with Instagramable architecture which has a unique building design with a Lake Siombak landscape which is a plus for this boutique hotel and is equipped with recreational facilities such as swimming pools, outdoor dining areas, playgrounds, piers and many photo spot areas that can be used as background for taking selfies of visitors.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN PENYAKIT KARDIOVASKULAR DALAM MELAKSANAKAN LATIHAN AKTIVITAS FISIK REHABILITASI JANTUNG FASE I DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Chairani, Nabila
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2017): Edisi Juli - Desember 2017
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2813.759 KB) | DOI: 10.53345/bimiki.v5i2.106

Abstract

Pendahuluan: Penatalaksanaan medis terhadap pasien penyakit kardiovaskular setelah kondisi akut teratasi dan status hemodinamik stabil dianjurkan mengikuti program pemulihan melalui program rehabilitasi jantung fase I. Kepatuhan pasien dalam melaksanakan program rehabilitasi jantung masih tergolong rendah. Diperkirakan sebanyak 24-50% pasien menarik diri dari program rehabilitasi jantung dan hanya 39% pasien yang patuh terhadap latihan aktivitas fisik yang telah direkomendasikan. Salah satu alasan utama pasien tidak melaksanakan program rehabilitasi jantung yaitu rendahnya pengetahuan (hambatan personal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I, dan daily checklist latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I. Data dianalisis menggunakan chi square.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I (p= 0,031).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I. Perawat di ruangan hendaknya memperhatikan pengetahuan pasien dengan memberikan edukasi dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I.