Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Karir Melalui Organization Learning di PT ACE Hardware Indonesia Nurulita, Darliani; Hidayat, Arief; Miranda, Ade; MP, Eva Linandra; Mayola, Putri; Fandani, Mona; AP, Yuana Cita; Sikki, Nurhaeni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11206

Abstract

In development rapid technology and the growth of knowledge-based society require companies to continue to provide training and learning in accordance with developments that have occurred. Various programs for developing human resources and technology provide an illustration that PT Ace Hardware Indonesia, Tbk is a learning organization. The aim of this research is to optimize career development strategies using the organizational learning method. This research uses qualitative methods (case study). Research data collection was carried out by researchers using interview, observation and documentation methods. The research obtained data sources from middle-up employees (supervisors, deputy store managers and store managers) as much ten person as primary data sources. Based on the research results above using tehnik Analisis SWOT, the researcher concludes that PT Ace Hardware Indonesia, Tbk has implemented a career development strategy, what is needed now is strategy optimization through the organizational learning method. In this research, there are five indicators which are divided into two groups of internal factors, namely personal skill indicators (personal mastery), mental models, shared vision, while the external factor group is team learning indicators, and systems thinking, research results show that the implementation has been maximized but requires optimization of strengthening strategies to utilize opportunities with existing strengths (SO strategy) in quadrant I which means aggressive to take advantage of opportunities and optimize strengths, by implementing career development strategies through superior motivation and teamwork to expand lines. managerial knowledge, improving HR capabilities through the KLA academy method which is easy for all employees to access and utilizing facilities and infrastructure (technological support such as intranet networks) in developing the KLA academy system Keywords: Career development; EFAS; IFAS; Organization Learning
Tantangan Implementasi Simrs Dari Perspektif Tenaga Kesehatan: Studi Kualitatif Di Rumah Sakit Daerah A.P, Yuana Cita; Miranda, Ade; Fandani, Mona; Mahputra, Sandi; Fasya, Irvincha Aura; Paramarta, Vip
Jurnal Mirai Management Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v10i1.9078

Abstract

Digitalisasi sistem informasi kesehatan telah menjadi bagian penting dalam reformasi sistem pelayanan kesehatan di banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu bentuk konkret dari transformasi ini adalah penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh proses administrasi, manajemen, dan pelayanan klinis secara elektronik. Implementasi SIMRS dianggap sebagai langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi, kualitas pelayanan, serta akuntabilitas pengelolaan data rumah sakit (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Akan tetapi fakta yang terjadi Rumah sakit daerah menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan rumah sakit pusat atau swasta. Hal ini berkaitan dengan minimnya alokasi anggaran untuk infrastruktur teknologi informasi, kurangnya tenaga IT yang andal, serta ketimpangan akses jaringan internet yang stabil (Putri & Harjo, 2022). Berbagai kendala tersebut tidak hanya menghambat efektivitas pelaksanaan SIMRS, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas layanan kepada pasien apabila sistem tidak berjalan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam perspektif tenaga kesehatan terhadap tantangan implementasi SIMRS di rumah sakit daerah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menganalisis pengalaman, persepsi, serta hambatan yang dirasakan oleh pegawai rumah sakit dalam penggunaan SIMRS sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Adapun objek dalam penelitian ini ialah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan subjek penelitiannya pegawai rumah sakit yang memiliki peran dan keterlibatan langsung dalam proses pengaplikasian sistem SIMRS, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menyumpulkan bahwa terdapat tantangan utama dalam implementasi SIMRS di RSUD rumah sakit daerah diantaranya kompetensi pengguna, dukungan infrastruktur, dan kesiapan organisasi. Banyak tenaga kesehatan belum siap secara teknis maupun mental karena minimnya pelatihan, beban kerja tambahan, serta sistem yang belum sesuai kebutuhan unit kerja (Wibowo et al., 2022). Keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, serta ketergantungan pada teknisi memperparah situasi. Masalah keamanan data juga menjadi perhatian karena SIMRS menyimpan informasi medis yang sensitif (Setiawan & Nugroho, 2021). Gangguan sistem yang memaksa kerja manual turut menurunkan efisiensi dan meningkatkan risiko kesalahan. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan praktis yang berkelanjutan, modernisasi infrastruktur, sistem yang lebih ramah pengguna, serta pelibatan tenaga kesehatan dalam evaluasi agar SIMRS dapat diterapkan secara optimal dan kontekstual (Rahmawati et al., 2023). Kata kunci : Implementasi, SIMRS, Tenaga Kesehatan