Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERAN TRAUMA HEALING TERHADAP MASYRAKAT KORBA LIKUIFAKSI DI KEL. BALAROA KEC. PALU BARAT DALAM TINAJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Ramaadhan, Fajar; Said, Colle M.; Masdul, Muh. Rizal
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.936

Abstract

Bencana alam Gempa, Tsunami dan Likuifaksi  melanda Ibu kota Palu Khususnya di Kel. Balaroa Kec. Palu Barat yang terjadi 28 september 2018 yang lalu telah menarik banyak simpati dan empati dari berbagai pihak, Akibat bencana tersebut Masyarakat mengalami trauma terutama kepada anak-anak yang masih di bawah umur. Sebuah gangguan psikologis yang diiringi dengan timbulnya bermacan-macam gejala seperti gelisah, rasa takut, tiba-tiba menangis, ingin selalu memeluk orang yang terdekat dan lain sebagianyaUntuk menjawab permasalahan tersebut, Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui obsdervasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data melalui  reduksi data penyajian data Verivikasi data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian skripsi ini yaitu: 1. Peran trauma healing terhadap masyarakat korban likuifaksi di Kel. Balaroa Kec. Palu Barat yaitu secara umum relative bagus bahkan sangat positif dan sangat membantu dalam membangkitkan kembali semangat masyarakat khususnya bagi anak-anak yang menjadi koban bencana likuifaksi. 2. Implikasi pelaksanaan trauma healing terhadap masyarakat koban likuifaksi dalam tinjauan pendidikan islam yaitu saat ini masyarakat yang ada di Kel.Balaroa Kec. Palu Barat mulai melakukan rutinitas keseharian mereka seperti biasa dan perlahan-lahan rasa takut mereka sudah mulai menghilang seklipun itu membutuhkan proses dengan adanya peran trauma healing yang di adakan Tim Relawan Non Governmental Organization (N.G.O) masyarakat yang ada di Kel. Balaroa sampai saat ini sudah mengalami kemajuan dan memiliki perubahan.Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan, di temukan beberapa kesimpulan bahwa kondisi anak yang trauma secara umum dapat di lihat dari gejala berikut ini: bermasalah dengan diri sendiri, bermasalah dengan keluarga, bermasalah dengan lingkungan masyarakat, bermasalah dengan lingkungan alam, dan bermasalah dengan teman bermain. Untuk menangani anak trauma  Tim Relawan Non Governmental Organization (N.G.O) menggunakan dua teknik trauma healing yaitu trauma healing Individu dan trauma healing kelompok. Adapun implikasi trauma healing yang diberikan Tim Relawan Non Governmental Organization (N.G.O)untuk anak yang trauma adalah kembalinya anak-anak menjadi ceria.Kata Kunci        : Trauma Healing,   Likuifaksi dan Pendidikan Islam
IMPLEMENTASI USAHA BELA NEGARA TERHADAP KESADARAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA MODO DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Thahir, Riyal Faraby; Said, Colle M.; Masdul, Muh. Rizal
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.732

Abstract

          Pembahasan Skripsi ini berkaitan dengan penelitian tentang Implementasi Usaha Bela Negara Terhadap Kesadaran Sosial Masyarakat Di Desa Modo Dalam Tinjauan Pendidikan Agama Islam. Pokok permasalahan dalam Penulisan Skripsi ini adalah Bagaimana Bentuk-bentuk Usaha Bela Negara terhadap Kesadaran Masyarakat Modo. Bagaimana dampak Usaha Bela Negara terhadap Masyarakat dalam Tinjauan Pendidikan Agama Islam.            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara fakta tentang implementasi usaha bela Negara terhadap kesadaran sosial masyarakat dalam tinjauan pendidikan Islam yang ada dikawasan Modo baik dalam lembaga pendidikan umum lebih lebih dalam lembaga pendidikan agama Islam seperti pendidikan madrasah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang digunakan sebagai pendekatan penelitian ini yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metode reduksi data, penyajian data, danverifikasi data. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), implementasi berarti pelaksanaan atau penerapan, sedangkan usaha bela Negara berarti sikap dan prilaku warga Negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara. Artinya adalah hasil yang ingin dicapai dari penerapan atau implementasi usaha bela Negara ditinjau dari Pendidikan Agama Islam  adalah agar tumbuh kesadaran dalam kehidupan social masyarakat tentang arti penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kontek bermasyarakat secara umum.    Implementasi atau penerapan usaha bela Negara terhadap kesadaran sosial masyarakat di desa Modo perlu memiliki perencanaan yang matang dan terstruktur dari semua elemen masyarakat di desa Modo baik dari Masyarakatnya, lembaga pendidikan  yang ada dikawasan Modo baik lembaga pendidikan umum ataupun lembaga pendidikan agama, lebih lebih pemerintah desa bersama aparatnya. Pemerintah Desa Modo dalam upaya mengimplementasikan usaha  bela Negara terhadap.Kesadaran sosial masyarakat  dalam tinjauan  pendidikan agam Islam   berkolaborasi dengan berbagai elemen  lintas sektoral  yang ada diwilayah desa Modo,misalnya   upacara  bendera  setiap hari senin  yang diprogramkan  pemerintah desa Modo untuk  aparat desa  berkolaborasi  dengan  instansi pendidikan  yang ada diwilayah desa Modo dengan membuat  perencanaan kerjasama lintas sektoral. Begitu pula dengan apel gabungan yang dicanangkan setiap triwulan, hal  semacam ini bertujuan untuk  untuk memperkokoh semangat   cinta tanah air. Kata Kunci : Implementasi Usaha Bela Negara, Kesadaran  Sosial Masyarakat Modo, Pendidikan  Agama Islam
DAMPAK BUDAYA PARTIKULARISME TERHADAP TATANAN MASYARAKAT BUSAK 1 KECAMATAN KARAMAT DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Mariyam, Mariyam; Said, Colle M.; Normawati, Normawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jom.v1i1.1297

Abstract

Pokok masalah yang diangkat dalam Skripsi ini adalah dampak budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam tinjauan pendidikan Islam. Di pilihnya Desa tersebut sebagai obyek penelitian karena peneliti peneliti ingin mengetahui dampak budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam tinjauan pendidikan Islam. Pokok masalah dalam Skripsi ini diformulasi kedalam dua sub masalah yakni: (1) Bagaimana deskripsi budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat. (2) Bagaimana dampak budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam tinjauan pendidikan Islam. Tujuan penelitian skripsi yang berjudul dampak budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam tinjauan pendidikan Islamini adalah: (1) untuk mengetahui deskripsi dampak budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat. (2) untuk mengetahui dampak budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam tinjauan pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif Kualitatif, Yang terdiri dari: Pendekatan dan Jenis Penelitian Kehadiran Peneliti, Lokasi Penelitian, Sumber Data, Prosedur Pengumpulan Data, Analisis Data, Pengecekan keabsahan temuandan Tahap–tahap penelitian.  Hasil penelitian penulis menunjukan bahwa: (1) Deskripsi Budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat, adalah : Individualis, Tidak mau berbaur dengan Masyarakat, Metrealistik dan Tidak memperdulikan budaya yang berlaku di Desa (2) Dampak budaya partikularisme terhadap tatanan masyarakat Busak 1 Kecamatan Karamat dalam tinjauan pendidikan Islam adalah: Meretakkan kekeluargaan, Masyarakat terkotak-kotakkan, Nilai gotong royong pudar dan Budaya Desa yang baik, tidak lagi dikembangkan.Kata Kunci : Budaya, Partikularisme, Tatanan Masyarakat.