Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK KURIKULUM 2013 TERHADAP GURU DAN SISWA SD Wiyogo, Andri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.403 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v4i1.459

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk membentuk manusia yang beradab. Pendidikan sangat penting bagi suatu bangsa agar pembangunan Nasional dapat berjalan dengan baik dan maksimal sesuai Pancasila dan UUD 1945. Komponen penting dari sistem pendidikan salah satunya adalah kurikulum, Pada dasarnya kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang memiliki fungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah bagi pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti pihak guru, kepala sekolah, pengawas, orangtua, masyarakat dan pihak siswa itu sendiri. ). Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dicetuskan oleh Kementrian Pendidikan untuk pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 ini pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mana sudah diterapkan sejak 2006 lalu. Kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi dari seorang peserta didik agar dia dapat menggali terus potensinya dan memperbaiki kelemahannya. Sedangkan untuk peserta didik, kurikulum berfungsi untuk membantu mereka agar dapat memahami materi dan melaksanakan proses pembelajaran dengan mudah, sehingga target pembelajaran dapat tercapai. Tujuan utama kurikulum adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjadi pribadi serta warga negara yang kreatif, inovatif, beriman, dan juga afektif ketika dia berada pada lingkungan masyarakat kelak. Selain itu, peserta didik juga diharapkan mendapatkan pengalaman baru yang bisa saja menjadi bekal di kehidupannya nanti.
DAMPAK KURIKULUM 2013 TERHADAP GURU DAN SISWA SD Wiyogo, Andri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v4i1.459

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk membentuk manusia yang beradab. Pendidikan sangat penting bagi suatu bangsa agar pembangunan Nasional dapat berjalan dengan baik dan maksimal sesuai Pancasila dan UUD 1945. Komponen penting dari sistem pendidikan salah satunya adalah kurikulum, Pada dasarnya kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang memiliki fungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah bagi pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti pihak guru, kepala sekolah, pengawas, orangtua, masyarakat dan pihak siswa itu sendiri. ). Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dicetuskan oleh Kementrian Pendidikan untuk pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 ini pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mana sudah diterapkan sejak 2006 lalu. Kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi dari seorang peserta didik agar dia dapat menggali terus potensinya dan memperbaiki kelemahannya. Sedangkan untuk peserta didik, kurikulum berfungsi untuk membantu mereka agar dapat memahami materi dan melaksanakan proses pembelajaran dengan mudah, sehingga target pembelajaran dapat tercapai. Tujuan utama kurikulum adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjadi pribadi serta warga negara yang kreatif, inovatif, beriman, dan juga afektif ketika dia berada pada lingkungan masyarakat kelak. Selain itu, peserta didik juga diharapkan mendapatkan pengalaman baru yang bisa saja menjadi bekal di kehidupannya nanti.
Meta Analisis Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Jigsaw Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V SD Wiyogo, Andri; Airlanda, Gamaliel Septian
Jurnal Simki Pedagogia Vol 6 No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v6i1.296

Abstract

This study aims to determine the comparative differences in the effectiveness of the Problem Based Learning and jigsaw learning models on the critical thinking skills of elementary school students' mathematics using the meta-analysis method. The first step that must be done in this research is to determine the problem. The second step is searching for research journal data on the internet via Google Scholar. After completing the data search, the researcher obtained 20 appropriate journals. The third step is to analyze the research data to obtain strong results and conclusions, and the fourth or final step is to report the results of the research by conveying the important parts of the research results obtained. The results of the comparison of the Problem Based Learning learning model show an average increase of 24.81% then the Jigsaw learning model of 24.6%. The Ancova test using Univariate shows that the sig value is 0.00 which means it is less than 0.05 (0.00 <0.05). From the Ancova test it shows that f count > f table is -3,569 < -1,734 and the significance is 0.00 <0.05 which indicates that Ho is rejected and Ha is accepted. This shows that there is a significant difference in the use of the Problem Based Learning learning model and the Jigsaw learning model in improving critical thinking skills in mathematics subjects in elementary school students. Based on data processing, it can be concluded that the Problem Based Learning learning model is more effective than the Jigsaw learning model for elementary school students' mathematical critical thinking skills.