Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif Diabetes Melitus Melalui Pemeriksaan Glukosa Darah Pada Lansia di Posyandu Mawar Merah Kelurahan Labuhbaru Barat Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru H, Hartini; Yuliandari, Aisyara; Isra’ Huda, Balqies; Triseptian Silalahi, Alfredo
Abdimas Indonesian Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v4i1.339

Abstract

I The most common degenerative disease in Indonesia is diabetes mellitus (DM). Diabetes Mellitus (DM) is a collection of symptoms characterized by high blood glucose levels (hyperglycemia) caused by a deficiency of the hormone that regulates blood glucose levels (insulin). Elderly people experience natural physiological changes, making them vulnerable to suffering from disease. The prevalence of elderly people with DM in Indonesia increases every year by 6% -6.3%. Efforts that can be made to prevent and control DM include counseling, routine checking of blood glucose levels, eating arrangements, physical activity and pharmacological therapy. One of the efforts made through community service activities by the AKJP II Pekanbaru Service Team is counseling and checking blood glucose levels. This stage of service activities has been carried out in coordination with the Head of the RT and the Mawar Merah Posyandu Team. Counseling is carried out using educational leaflets and discussions. The examination was carried out by collecting data on the identity of the elderly and measuring blood glucose using a POCT tool. Overall, this service activity was successfully carried out referring to the results of the analysis of the service questionnaire with 100% of the elderly participants hoping that the activity could be carried out in a sustainable manner.
Edukasi Pola Makan Sehat dan Air Minum Berkualitas Pada Siswa SMKF Ikasari Pekanbaru H, Hartini
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v1i2.5590

Abstract

Masa remaja merupakan waktu transisi antara anak-anak dan dewasa, periode perubahan fisik dan psikologis, serta masa pubertas. Remaja mengalami pertumbuhan yang cepat, disertai dengan pertumbuhan hormonal, kognitif, dan emosional. Dalam perkembangannya tersebut, remaja memerlukan zat gizi secara khusus, informasi dan bimbingan yang benar dari sekolah, orang tua, lingkungan, teman, atau media. Pada kenyataanya kebiasaan makan pada remaja sering kurang ideal karena kesibukan, tekanan dari teman grup, alam bebas dan pencarian identitas diri, kadang-kadang menghilangkan nafsu makan sehingga hanya makan snack, atau mengonsumsi makanan siap saji, minuman ringan dan atau alkohol dalam jumlah yang berlebihan. Makan pagi secara teratur pada remaja dapat menurunkan resiko terhadap kelebihan berat badan dan merupakan kontributor penting terhadap pola hidup sehat dan status kesehatan. Oleh karena itu diperlukan pendidikan terkait dengan pola makan sehat dan konsumsi air minum berkualitas. SMKF Ikasari Pekanbaru merupakan salah satu SMK Swasta yang terletak di Jalan Ronggo Warsito - Gobah, Suka Maju, Sail, Kota Pekanbaru, Riau. Siswa-siswi SMA Santa Maria Pekanbaru memiliki prevalensi tubuh yang beragam mulai dari kurus, gemuk hingga sangat gemuk. Selain itu, hingga saat ini edukasi pola makan dan konsumsi air minum berkualitas belum pernah dilakukan. Oleh sebab itu, dipandang perlu untuk dilakukan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahun tentang pola makan dan air minum berkualitas
Comparison of Serum Cholinesterase and Plasma Cholinesterase Levels in Oil Palm Farmers Using Pesticides H, Hartini; Hasanah, Adillah Kurnia
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i4.6409

Abstract

Pesticide exposure is a significant health concern for oil palm farmers, potentially leading to cholinesterase enzyme inhibition, which can serve as a biomarker for pesticide poisoning. However, the differences in cholinesterase levels between serum and plasma specimens in exposed farmers remain underexplored. This study aims to compare cholinesterase levels in serum and plasma samples from 15 oil palm farmers with at least five years of pesticide exposure. A cross-sectional research design was used, with blood samples collected from the farmers and analyzed for cholinesterase activity using photometric methods. The results showed no statistically significant difference between serum and plasma cholinesterase levels (p>0.05), indicating that both specimens are equally valid for monitoring pesticide-induced toxicity. Factors such as incomplete use of personal protective equipment (PPE) contributed to decreased cholinesterase levels, with the majority of farmers not utilizing full PPE during pesticide application. These findings suggest the importance of improving safety protocols, including proper PPE use and training, to protect farmers from the harmful effects of pesticides. Future research should explore the long-term health impacts of chronic pesticide exposure and assess the effectiveness of educational programs on PPE compliance to reduce pesticide-related health risks.
Edukasi Pola Makan Sehat dan Air Minum Berkualitas Pada Siswa SMKF Ikasari Pekanbaru H, Hartini
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v1i2.5590

Abstract

Masa remaja merupakan waktu transisi antara anak-anak dan dewasa, periode perubahan fisik dan psikologis, serta masa pubertas. Remaja mengalami pertumbuhan yang cepat, disertai dengan pertumbuhan hormonal, kognitif, dan emosional. Dalam perkembangannya tersebut, remaja memerlukan zat gizi secara khusus, informasi dan bimbingan yang benar dari sekolah, orang tua, lingkungan, teman, atau media. Pada kenyataanya kebiasaan makan pada remaja sering kurang ideal karena kesibukan, tekanan dari teman grup, alam bebas dan pencarian identitas diri, kadang-kadang menghilangkan nafsu makan sehingga hanya makan snack, atau mengonsumsi makanan siap saji, minuman ringan dan atau alkohol dalam jumlah yang berlebihan. Makan pagi secara teratur pada remaja dapat menurunkan resiko terhadap kelebihan berat badan dan merupakan kontributor penting terhadap pola hidup sehat dan status kesehatan. Oleh karena itu diperlukan pendidikan terkait dengan pola makan sehat dan konsumsi air minum berkualitas. SMKF Ikasari Pekanbaru merupakan salah satu SMK Swasta yang terletak di Jalan Ronggo Warsito - Gobah, Suka Maju, Sail, Kota Pekanbaru, Riau. Siswa-siswi SMA Santa Maria Pekanbaru memiliki prevalensi tubuh yang beragam mulai dari kurus, gemuk hingga sangat gemuk. Selain itu, hingga saat ini edukasi pola makan dan konsumsi air minum berkualitas belum pernah dilakukan. Oleh sebab itu, dipandang perlu untuk dilakukan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahun tentang pola makan dan air minum berkualitas
PENYULUHAN DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA PETANI DI PEKANBARU H, Hartini; Saputri, Gela; Dachi, Greace Keren
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 2 (2023): JULI 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pestisida adalah senyawa kimia yang digunakan oleh petani untuk membasmi hama. Penggunaan pestisida yang tidak tepat menimbulkan dampak negatif yang dapat mempengaruhi tekanan darah diawali dengan masuknya pestisida ke dalam tubuh melalui kulit, tertelan oleh mulut, atau terhirup oleh hidung. Metode yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan adalah pemeriksaan tekanan darah pada petani. Materi penyuluhan yang dilakukan tentang dampak pestisida terhadap gangguan kesehatan petani terdiri dari: (1) Dampak negatif penggunaan pestisida terhadap kesehatan petani, (2) Pentingnya penggunaan APD pada saat menggunakan pestisida, (3) Metode pengelolaan dan penyemprotan pestisida yang aman, (4) Perilaku hidup bersih dan sehat setelah penggunaan pestisida. Berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan pada 26 petani, petani yang mengalami hipertensi sebanyak 5 petani (19,23%) dan hipotensi sebanyak 1 petani (6,25%). Petani disarankan agar memperhatikan penggunaan pestisida sesuai aturan pakai yang telah dianjurkan, sadar dalam penggunaan APD pada saat menggunakaan pestisida dan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan petani.