Purohita, I Gusti Ayu Agung Mas
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG Purohita, I Gusti Ayu Agung Mas; Suardana, I Nyoman; Selamet, Kompyang
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24618

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mendeskripsikan perangkat pembelajaran discovery learning pada pokok bahasan getaran dan gelombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) menurut Borg dan Gall. Penelitian ini dilaksanakan sampai tahap validasi ahli dan praktisi serta uji keterbacaan. Data hasil penelitian ini meliputi karakteristik perangkat pembelajaran, data hasil validitas perangkat pembelajaran dan tingkat keterbacaan. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Karakteristik perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah sebagai berikut. (1) Pembelajaran dimulai dengan memberikan stimulasi atau memberikan rangsangan kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui pengamatan pada fenomena yang disajikan dan siswa diminta untuk menguraikan fenomena tersebut, (2) merumuskan masalah terkait informasi awal atau fenomena yang telah disajikan, (3) mengumpulkan informasi untuk menjawab rumusan masalah, (4) melakukan kegiatan mengolah data atau analisis data, (5) menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil yang didapatkan. Perangkat pembelajaran yang kembangkan ditinjau dari aspek kevalidan termasuk kategori sangat valid dapat dilihat dari nilai rata-rata angket validasi ahli dan validasi praktisi pada setiap komponen perangkat yang dikembangkan yaitu pada silabus dan RPP didapatkan rata-rata dengan skor 3,93 sedangkan untuk LKS mendapat skor rata-rata 3,95 dan instrumen penilaian mendapatkan skor rata-rata 3,96. Tingkat keterbacaan perangkat pembelajaran discovery learning tergolong dalam kategori sangat baik, dapat dilihat dari nilai rata-rata keterbacaan yaitu, 75% siswa menyatakan bahwa lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan sangat baik dan 25% baik sedangkan pada instrumen penilaian siswa menyatakan 72% sangat baik dan 28% baik. Dengan demikian perangkat pembelajaran discovery learning yang telah dikembangkan sudah valid dan dapat digunakan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA POKOK BAHASAN GETARAN DAN GELOMBANG Purohita, I Gusti Ayu Agung Mas; Suardana, I Nyoman; Selamet, Kompyang
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24618

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mendeskripsikan perangkat pembelajaran discovery learning pada pokok bahasan getaran dan gelombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) menurut Borg dan Gall. Penelitian ini dilaksanakan sampai tahap validasi ahli dan praktisi serta uji keterbacaan. Data hasil penelitian ini meliputi karakteristik perangkat pembelajaran, data hasil validitas perangkat pembelajaran dan tingkat keterbacaan. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Karakteristik perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah sebagai berikut. (1) Pembelajaran dimulai dengan memberikan stimulasi atau memberikan rangsangan kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran melalui pengamatan pada fenomena yang disajikan dan siswa diminta untuk menguraikan fenomena tersebut, (2) merumuskan masalah terkait informasi awal atau fenomena yang telah disajikan, (3) mengumpulkan informasi untuk menjawab rumusan masalah, (4) melakukan kegiatan mengolah data atau analisis data, (5) menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil yang didapatkan. Perangkat pembelajaran yang kembangkan ditinjau dari aspek kevalidan termasuk kategori sangat valid dapat dilihat dari nilai rata-rata angket validasi ahli dan validasi praktisi pada setiap komponen perangkat yang dikembangkan yaitu pada silabus dan RPP didapatkan rata-rata dengan skor 3,93 sedangkan untuk LKS mendapat skor rata-rata 3,95 dan instrumen penilaian mendapatkan skor rata-rata 3,96. Tingkat keterbacaan perangkat pembelajaran discovery learning tergolong dalam kategori sangat baik, dapat dilihat dari nilai rata-rata keterbacaan yaitu, 75% siswa menyatakan bahwa lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan sangat baik dan 25% baik sedangkan pada instrumen penilaian siswa menyatakan 72% sangat baik dan 28% baik. Dengan demikian perangkat pembelajaran discovery learning yang telah dikembangkan sudah valid dan dapat digunakan.
Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick terhadap Hasil Belajar Agama Hindu Ditinjau dari Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar Sujana, I Wayan; Purohita, I Gusti Ayu Agung Mas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh metode pembelajaran Agama Hindu di SD yang masih didominasi ceramah. Guru lebih banyak menggunakan komunikasi satu arah, di mana guru menjelaskan dan siswa hanya mendengarkan tanpa keterlibatan aktif. Proses belajar yang minim interaksi ini membuat siswa pasif dan kurang antusias. Untuk mengatasi hal tersebut, model pembelajaran Talking Stick diterapkan guna meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Penelitian bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar Agama Hindu siswa yang diajar dengan metode ceramah tradisional dibandingkan model Talking Stick, serta mengkaji pengaruh aktivitas belajar terhadap hasil. Penelitian menggunakan desain non equivalent control group pada siswa kelas 1 SD Negeri 3 Loloan Timur. Hasil menunjukkan Talking Stick efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar, dengan skor pretest 20,0-45,0 menjadi posttest 80,0-100,0. Berdasarkan temuan ini, Talking Stick direkomendasikan sebagai alternatif metode pembelajaran yang mampu memotivasi dan melibatkan siswa lebih aktif.