Penelitian ini dilatarbelakangi oleh metode pembelajaran Agama Hindu di SD yang masih didominasi ceramah. Guru lebih banyak menggunakan komunikasi satu arah, di mana guru menjelaskan dan siswa hanya mendengarkan tanpa keterlibatan aktif. Proses belajar yang minim interaksi ini membuat siswa pasif dan kurang antusias. Untuk mengatasi hal tersebut, model pembelajaran Talking Stick diterapkan guna meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Penelitian bertujuan menganalisis perbedaan hasil belajar Agama Hindu siswa yang diajar dengan metode ceramah tradisional dibandingkan model Talking Stick, serta mengkaji pengaruh aktivitas belajar terhadap hasil. Penelitian menggunakan desain non equivalent control group pada siswa kelas 1 SD Negeri 3 Loloan Timur. Hasil menunjukkan Talking Stick efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar, dengan skor pretest 20,0-45,0 menjadi posttest 80,0-100,0. Berdasarkan temuan ini, Talking Stick direkomendasikan sebagai alternatif metode pembelajaran yang mampu memotivasi dan melibatkan siswa lebih aktif.
Copyrights © 2025