Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula Pada Sistem Tumpangsari Kacang Tanah-Padi Gogo Untuk Menstimulir Pertumbuhan Dan Pengendalian Penyakit Blast Pada Padi Gogo Di Desa Saree Kabupaten Aceh Besar Marlina; Fikrinda
Jurnal Agroecotania : Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Agroecotania: Publikasi Nasional Ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Jambi University, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroekoteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.455 KB) | DOI: 10.22437/agroecotania.v2i2.8741

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), perlakuan terdiri dari padi mono kultur, kacang tanah mono kultur, dan tumpang sari padi- kacang tanah. Dosis mikoriza yang digunaka 0 gram pertanaman (0 g.tanaman-1) dan 10 gram pertanaman. Tiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Pupuk urea, SP36, dan KCL diberikan pada saat tanam dengan cara larikan. Pemeliharaan ,meliputi penyiraman, pengendalian gulma hama tanaman. Peubah yang diamati meliputi : ti9nggi tanaman, jumlah anakan, persentase tanaman terserang, hasil gabah kering padi, dan biji kering kacang tanah. Petak percobaan, yang masing-masing berukuran 4 x 3 meter. Padi gogo varietas Situ Bagendit ditanam dengan jarak tanam 30 x 20 cm pola monokultur, kacang tanah varietas lokal jarak tanam 30 x 20 cm pola monokultur, dan tumpangsari padi gogo- kacang tanah. Aplikasi fungi mikoriza sebanyak 10 g per lubang tanam padi gogo dan kacang tanah pada kedalaman 5 cm, kemudian ditutup dengan tanah. Benih ditanam di atasnya kemudian ditutup lagi dengan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tumpang sari padi gogo varietas Situ Bagendit dapat meningkatkan tinggi tanaman padi, jumlah, anakan, menekan perseentase tanaman terserang penyakit blast, dan meningkatkan hasil tanaman padi. Semua variabel itu lebih meningkat lagi dengan pemberian mikoriza, baik pada monokultur maupun pola tumpang sari.
Estimation of Blue Carbon Ecosystem Potential in The Mangrove Forest Tourism Area of Langsa Protected Zone Yanti, Lola Adres; Siregar, Astri Winda; Mona Fhitri Srena; Fikrinda; Ariz Umar Ramadhan; Afrizal Murdi; Berutu, Febrian Supriadi Laba Pardamean; Mizan Jrohna; Ilham Hanafi; Aang Kunaifi; Dedy Fitriandi
Journal of Sylva Indonesiana Vol. 9 No. 01 (2026): Journal of Sylva Indonesiana
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsi.v9i01.23828

Abstract

Mangrove forests are vital coastal ecosystems that sequester large amounts of carbon, helping mitigate climate change. Indonesia has the world’s largest mangrove area, including the Langsa Protected Mangrove Forest in Aceh, which holds high biodiversity and significant blue carbon potential. The Mangrove Forest Tourism Area in Langsa is one of the largest in Southeast Asia; therefore, estimating its carbon potential is essential to support Indonesia’s commitments to the Paris Agreement and carbon trading initiatives. This study aims to (1) identify tree species diversity in mangrove, and (2) estimate aboveground biomass, carbon stock, and carbon sequestration in the Langsa Mangrove Forest Tourism Area. A purposive sampling method was used for the initial plot, followed by systematic sampling. From 369.01 hectares of mangrove area, 19 plots were established with sizes of 10 m × 10 m for trees, 5 m × 5 m for saplings, and 2 m x 2 m for seedlings. Carbon stock estimation employed species-specific allometric equations. Out of 293 individual trees, four tree species, namely Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, and Ceriops tagal, were identified, with most ranging within 3.18–4.61 cm diameter classes. The highest aboveground biomass, carbon stock, and carbon sequestration were found in plot 19, at 27.66 ±13.18 tons/ha), 13.00 ±6.20 tons C/ha), and 47.67 ±22.71 tons CO₂/ha), respectively. These findings highlight the substantial blue carbon potential of the Langsa Mangrove Forest in a protected area, emphasizing its importance in regional conservation strategies.